Tingginya curah hujan di Indonesia, termasuk di Jakarta menyebabkan beberapa daerah tergenang banjir. Beberapa penyakit yang kerap “berkunjung” di kala hujan diantaranya:

Demam Berdarah.

Genangan air saat musim hujan merupakan lokasi potensial bagi nyamuk aedes aegepty untuk berkembang biak. Dengan demikian maka populasi nyamuk berkembang dan meningkatkan risiko terjadinya penularan penyakit. Untuk itu, Anda disarankan melakukan 3M, yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Gejala demam berdarah biasanya hampir sama dengan influenza dan penyakit tipes, oleh karenanya pasien dengan demam tinggi tanpa penyebab yang jelas selama tiga hari disarankan untuk melakukan tes darah.

 

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

ISPA dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan berbagai mikroba lain. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat, dapat disertai sesak napas, nyeri dada. Penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala atau pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab,  peningkatan daya tahan tubuh, pencegahan penularan kepada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan. Faktor berkumpulnya banyak orang, misalnya di tempat pengungsian korban banjir, juga berperan dalam penularan ISPA.

Penyakit Saluran Cerna Lain.

Demam tifoid, merupakan infeksi akibat bakteri Salmonella Typhii, yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi kuman. Menurunnya tingkat higienitas lingkungan dan makanan yang kurang bersih kala hujan dapat meningkatkan potensi demam tifoid.

 

Penyakit Kulit.

Kebersihan merupakan salah satu kendala yang mungkin dihadapi saat musim penghujan datang. Kondisi lingkungan yang kotor dapat memicu berbagai penyakit infeksi kulit, alergi atau bentuk lainnya. Seperti ISPA, maka faktor berkumpulnya banyak orang berperan dalam penularan infeksi kulit.

Leptospirosis.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira yang biasa ditularkan oleh tikus, melalui kotoran dan urinnya. Saat musim penghujan datang, tikus yang berhabitat di liang tanah akan ikut keluar untuk menyelamatkan diri dan berkeliaran di sekitar manusia. Akibatnya, kotoran dan urin tikus akan bercampur dengan air yang menggenang. Seseorang yang memiliki luka, kemudian terendam oleh genangan air yang sudah tercampur dengan kotoran/urin tikus dapat berpotensi terinfeksi dan jatuh sakit.

Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan adalah membasmi tikus yang berkeliaran di sekitar Anda, hindari terendam genangan air saat terjadi banjir, jika sedang luka, gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir, dan segera kunjungi dokter bila sakit dengan gejala panas tiba – tiba, sakit kepala dan menggigil.

Perburuk Penyakit Kronis yang Mungkin Sudah Diderita.

Turunnya daya tahan tubuh karena musim hujan dapat memperburuk penyakit kronis yang mungkin sudah diderita. Kondisi ini dapat diperparah jika ditambah dengan banjir berhari – hari.

Perilaku hidup bersih sehat, seperti mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih, tidak jajan sembarangan, istirahat cukup, mengupayakan kebersihan diri dan lingkungan, menghindari buang sampah sembarangan dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan mengolah makanan, atau membasuh tangan dan bagian tubuh lainnya yang terpapar dengan lingkungan atau hewan yang kotor.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment