fbpx Skip to content

Lebih Tenang Melakukan Perjalanan di Masa Pandemi

Pentingnya Sertifikat Fit to Fly

Pandemi virus Covid-19 sedang melanda Indonesia, bahkan seluruh negara di dunia. Dari data yang dikutip dari website Satgas Covid-19, per tanggal 29 Maret 2021, pasien yang sudah terkonfirmasi positif virus Covid-19 di Indonesia berjumlah 1.496.085 orang, dengan kasus aktif sebanyak 124.236 orang (8,3%), sembuh 1.331.400 orang (89%), dan meninggal dunia 40.449 orang (2,7%).

Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya-upaya untuk menekan angka penularan virus Covid-19, salah satunya dengan mewajibkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan secara disiplin, seperti memakai masker dengan benar, menjaga jarak dengan orang lain, rajin mencuci tangan, serta menghindari melakukan perjalanan bila tidak diperlukan. Meskipun demikian, sebagian masyarakat tetap diharuskan melakukan perjalanan karena kepentingan pekerjaan. Oleh karena itu, sebelum melakukan perjalanan, para pelaku perjalanan disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan skrining Covid-19. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu syarat diterbitkannya surat kelaikan terbang (Fit to Fly Certificate) atau sertifikat fit to fly.

Siapa Saja Yang Wajib Mendapatkan Sertifikat Fit to Fly?

Sertifikat fit to fly juga disarankan bagi calon penumpang dengan riwayat alergi, asma, sinusitis, deep vein thrombosis, tindakan operatif, penyakit jantung, paru-paru, saraf, dan lain sebagainya. Selain itu, maskapai penerbangan juga akan membutuhkan medical clearance (medical information) bagi para calon penumpang yang sedang dalam kondisi tertentu seperti ibu hamil atau bayi baru lahir, atau membutuhkan bantuan orang/alat selama perjalanan, atau kondisi dimana lingkungan penerbangan dapat memberikan dampak pada kesehatan calon penumpang.

Perlu diingat bahwa dalam peraturan dari International Air Transport Association (IATA) disebutkan bahwa hanya Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan (Sp.KP) yang berhak menyatakan seseorang aman untuk melakukan perjalanan dan mengeluarkan sertifikat fit to fly.

Untuk memfasilitasi hal tersebut, Bethsaida Hospital memiliki layanan baru, yaitu Klinik Kesehatan Penerbangan dan Perjalanan (Aviation and Travel Health Center), yang didukung oleh tenaga ahli kami yaitu seorang Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan (Sp.KP). Dokter kami akan mempersiapkan dan memastikan agar Anda tetap sehat sebelum, selama, dan sesudah melakukan perjalanan.

“Dalam melakukan persiapan untuk perjalanan, kita harus melakukan manajemen risiko. Risiko tersebut bisa berasal dari diri sendiri, risiko selama perjalanan, dan risiko di tempat tujuan. Salah satu risiko yang penting adalah risiko kesehatan. Tentu saja kita tidak ingin mengalami gangguan kesehatan saat atau sesudah kita berada di tempat tujuan. Oleh karena itu, bersama-sama kita diskusikan persiapan-persiapan apa saja yang dapat kita lakukan, agar kita tetap produktif setelah kita sampai di tempat tujuan.” demikian pesan dari dr. Fransiscus Januar Widjaja, Sp.KP

Narasumber: dr. Fransiscus Januar Widjaja, Sp.KP

Share

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on print

PAKET MCU BRONZE

Rp 1.473.000

Pemeriksaan dasar Bethsaida Hospital yang meliputi beberapa jenis pemeriksaan seperti radiologi, urin, hematologi, fungsi hati, fungsi ginjal, gula darah, lemak darah dan skrining hepatitis. 

Sarapan Pagi

Pemeriksaan Dokter

  • Dokter Umum
  • Dokter Spesialis Mata/THT

Radiologi

  • Rontgen Thorax AP/PA

EKG

Urinalisis

  • Urin Lengkap

Hematologi

  • Darah Lengkap

Fungsi Hati

  • SGOT
  • SGPT

Fungsi Ginjal

  • Ureum
  • Kreatinin
  • Asam Urat

Gula Darah

  • Gula Darah Puasa
  • Gula Darah 2 Jam PP

Lemak Darah

  • Kolesterol Total
  • Kolesterol HDL
  • Kolesterol LDL
  • Trigliserida

Skrining Hepatitis

  • HBsAg
  • Anti HBs