fbpx Skip to content

Nutrisi Tepat untuk Hati Sehat

Hati merupakan organ yang memegang peranan penting dalam tubuh. Hati berperan dalam lebih dari 500 proses dalam tubuh. Fungsi hati antara lain untuk metabolisme karbohidrat, protein, lemak; penyimpanan dan pengaktifan vitamin dan mineral; pembentukan dan pengaturan cairan empedu; dan menghilangkan racun dalam darah. Hati yang sehat memiliki kemampuan untuk memperbaharui sel – selnya yang rusak.

Hati menyimpan vitamin – vitamin larut lemak seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K; serta mikronutrien lain yaitu vitamin B12 , seng, besi, tembaga, dan mangan. Hati membentuk protein yang berguna untuk pengangkutan vitamin A, besi, seng, dan tembaga dalam darah. Vitamin A dan vitamin D diubah menjadi bentuk aktifnya di hati. Sel – sel hati mengurai racun seperti amonia, obat, alkohol, polutan, pestisida, herbisida, dan racun lain dalam tubuh yang kemudian dibuang melalui ginjal.

Kesehatan hati harus dijaga karena banyaknya fungsi yang dijalankan. Penyakit hati yang sering dijumpai antara lain hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E. Pencegahan terhadap penyakit hepatitis A dan hepatitis E adalah dengan melindungi makanan dan minuman dari kemungkinan terpapar oleh virus – virus tersebut. Sedangkan pencegahan untuk hepatitis B, hepatitis C, dan hepatitis D antara lain dengan menghindari cairan tubuh dan darah orang yang terkena penyakit tersebut.

Asupan kalori yang berlebihan, obat – obatan, penyakit bawaan, diabetes, dan obesitas dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di hati. Jika penumpukan ini terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama, sel – sel hati menjadi rusak dan terjadilah penyakit hati kronis. Penurunan berat badan dan vitamin E diperlukan untuk mencegah perburukan perlemakan hati.

Kebutuhan energi orang dewasa adalah sekitar 2100 kalori untuk pria dan 1700 kalori untuk wanita. Kebutuhan energi tergantung pada jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan umur. Kebutuhan karbohidrat harian berkisar antara 250 gram hingga 350 gram, protein 50 gram hingga 70 gram, dan lemak 40 gram hingga 60 gram.

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari – hari yang mengandung jenis dan jumlah zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, bahan baku pangan, aktivitas fisik,perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahanakan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Perilaku konsumsi pangan gizi seimbang dapat terganggu oleh pola kegiatan seperti waktu kerja yang ketat, waktu di rumah yang singkat, peningkatan risiko terpapar polusi dan makanan yang tidak aman, ketersediaan berbagai makanan siap saji dan siap olah, dan ketidaktahuan tetang gizi. Selain itu, kecenderungan beraktivitas ringan atau santai juga turut berpengaruh dalam status gizi. Perlu perhatian terhadap perilaku gizi seimbang untuk mencapai pola hidup sehat, aktif, dan produktif.

Konsumsi alkohol dapat menyebabkan rusaknya sel – sel hati. Setelah masuk kedalam tubuh, alkohol diubah menjadi acetaldehyde yang dapat mengubah struktur dan fungsi sel. Konsumsi alkohol dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme vitamin – vitamin di hati. Selain itu, terjadi juga perlemakan hati, yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit hati kronis apabila berlangsung dalam  jangka waktu yang lama.

Untuk mencegah dan membantu memperbaiki kerusakan sel – sel hati yang telah terjadi, tubuh memerlukan berbagai senyawa antioksidan. Antioksidan terdapat di dalam makanan, terutama dalam buah dan sayur. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan antara lain vitamin A, vitamin C, dan vitamin E.; dan mineral yang berperan sebagai antioksidan antara lain selenium, tambaga, seng, mangan, dan besi.

Vitamin A dan vitamin E berperan dalam mempertahankan dinding sel, sedangkan vitamin C berperan dalam mempertahankan kondisi cairan di dalam sel. Mangan, tembaga, dan seng berperan dalam mengubah senyawa yang beracun menjadi senyawa yang lebih sederhana. Selenium dan besi melanjutkan proses tersebut dengan mengubah senyawa sederhana menjadi air sehingga tidak beracun bagi tubuh.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) secara umum menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, yang terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 ½ porsi atau 2 ½ gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah, (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang atau 1 ½ potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Bagi orang Indonesia dianjurkan konsumsi sayuran dan buah – buahan 300 gram  hingga 400 gram per orang per hari bagi anak balita dan anak usia sekolah, dan 400 gram hingga 600 gram per orang per hari bagi remaja dan orang dewasa. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi sayuran dan buah-buahan tersebut adalah porsi sayur.

Narasumber:

Share

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on print

PAKET MCU BRONZE

Rp 1.473.000

Pemeriksaan dasar Bethsaida Hospital yang meliputi beberapa jenis pemeriksaan seperti radiologi, urin, hematologi, fungsi hati, fungsi ginjal, gula darah, lemak darah dan skrining hepatitis. 

Sarapan Pagi

Pemeriksaan Dokter

  • Dokter Umum
  • Dokter Spesialis Mata/THT

Radiologi

  • Rontgen Thorax AP/PA

EKG

Urinalisis

  • Urin Lengkap

Hematologi

  • Darah Lengkap

Fungsi Hati

  • SGOT
  • SGPT

Fungsi Ginjal

  • Ureum
  • Kreatinin
  • Asam Urat

Gula Darah

  • Gula Darah Puasa
  • Gula Darah 2 Jam PP

Lemak Darah

  • Kolesterol Total
  • Kolesterol HDL
  • Kolesterol LDL
  • Trigliserida

Skrining Hepatitis

  • HBsAg
  • Anti HBs