Eksim Atopik: Faktor dan Pencegahan

Eksim merupakan gangguan kulit dimana seseorang merasa gatal secara terus-menerus. Pada umumnya, kebanyakan orang mengira bahwa kulit yang gatal hanya disebabkan oleh gigitan nyamuk, tetapi jika seseorang memiliki gangguan kulit eksim, maka rasa gatal pada kulit akan terasa secara terus-menerus dan akan terlihat ruam merah pada kulit. Ada berbagai jenis eksim yang dapat diderita oleh seseorang, tetapi jenis eksim paling umum adalah eksim atopik.

Eksim atopik adalah penyakit kulit dimana anda akan merasa gatal secara terus-menerus, timbul ruam merah pada area kulit yang gatal, kulit berubah menjadi sangat kering, pecah-pecah, tebal hingga kasar. Apabila anda mengalami masalah kulit eksim atopik, maka rasa gatal biasanya akan terasa lebih buruk pada malam hari daripada siang hari. Menurut dr. Albert Susanto, Sp.KK dari Bethsaida Hospital ada beberapa faktor munculnya eksim atopik.

Berikut adalah faktor yang menyebabkan munculnya eksim pada kulit:

  1. Genetik: eksim atopik dapat diturunkan secara genetik dari orang tua kandung. Hal ini secara otomatis menjadi salah satu pemicu dimana anak akan mengalami eksim atopik, terlebih lagi apabila didukung oleh kondisi lingkungan dan cara menjaga kulit.
  2. Lingkungan: berupa cuaca dan lingkungan hidup.
  3. Tungau dan debu: Makhluk-makhluk mikroskopik kecil seperti tungau dan debu tidak dapat dilihat secara kasat mata dan dapat memicu alergi. Alhasil, anda akan lebih rentan untuk bersin dan kulit terasa gatal akibat adanya tungau dan debu.
  4. Bulu hewan peliharaan: Jika anda memiliki hewan peliharaan, bulu hewan yang rontok bisa menjadi salah satu faktor penyebab eksim.
  5. Salah menggunakan sabun: sabun yang mengandung bahan kimia akan membuat kulit anda lebih kering, pecah-pecah, hingga menyebabkan eksim. Maka dari itu, cek dahulu komposisi sabun sebelum digunakan.
  6. AC: berada di bawah AC terlalu lama setiap hari dapat merubah kulit menjadi kering dan memicu munculnya eksim pada kulit.
  7. Makanan: makanan yang mengandung banyak minyak bisa menjadi salah satu faktor munculnya eksim pada kulit.

Cara untuk mencegah eksim atopik:

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan eksim, tetapi ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mencegahnya juga:

  1. Tidak menggaruk kulit yang gatal: kulit gatal yang selalu digaruk hanya akan memperburuk kondisi eksim atopik. Tahan rasa gatal dengan menepuk-nepuk kulit yang gatal secara perlahan-lahan.
  2. Gunakan sabun alami: jangan menggunakan sabun berbahan kimia, melainkan gunakan sabun berbahan alami yang bisa anda jumpai d berbagai supermarket, tetapi jangan lupa untuk melakukan pengecekan pada komposisi sabun terlebih dahulu.
  3. Jaga pola makan: tidak mengonsumsi gorengan terlalu banyak ataupun makanan lain yang dapat memicu alergi pada tubuh anda, misalnya seperti seafood atau susu.
  4. Kontrol stress: stress akan berdampak langsung terhadap kulit anda, maka akan lebih baik jika anda dapat mengontrol rasa stress anda.
  5. Gunakan pelembap secara rutin: gunakan pelembap sebanyak 2-3x dalam sehari untuk selalu meberikan kelembapan yang optimal pada kulit, terutama bagi anda yang sering berada dalam ruangan dengan pendingin udara. Kulit yang lembap tentunya akan mencegah eksim atopik untuk berkembang.

Jangan hiraukan eksim yang merenggut keindahan kulit anda. Pasalnya, jika eksim atopik dihiraukan, kulit akan terasa lebih gatal dan ruam merah akan semakin meluas. Cara mudah  diatas bisa anda terapkan setiap hari untuk mencegah dan memperbaiki kondisi eksim atopik yang anda alami.

Jika anda mengalami eksim, anda bisa langsung konsultasi dengan dokter kulit di Bethsaida Hospital untuk pengobatan yang optimal.

Narasumber: dr. Albert Susanto, Sp.KK

Pentingnya Vaksin Typhoid Untuk Mencegah Tipes

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Penyakit Typhoid

Vaksin Typhoid adalah salah satu cara untuk mencegah infeksi penyakit typhoid pada seseorang. Namun sebenarnya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai penyakit typhoid ini. Penyakit typhoid adalah sebuah infeksi akut yang menyerang saluran cerna yang disebabkan oleh kuman Salmonella Thypii. Sumber penularan dari penyakit typhoid ini ialah dari makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh kuman tersebut.

Gejala Yang Ditimbulkan Oleh Penyakit Typhoid

Gejala yang dirasakan dapat timbul tiba-tiba atau berangsur yaitu 10-14 hari. Untuk minggu pertama gejala umum yang dialami oleh penderita adalah:

  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot
  • Mual & muntah
  • Kehilangan nafsu makan,
  • Diare maupun konstipasi

Pada minggu pertama ini, apabila gejala yang dialami diatas sudah 3 hari berturut-turut dan tidak kunjung sembuh maka sebaiknya segera berkunjung ke pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan sebelum gejala yang lebih buruk dialami.

Apabila gejala ini tidak segera ditangani, di dalam minggu kedua akan terdapat gejala dan temuan pemeriksaan fisik yang biasanya lebih khas seperti lidah yg khas (kotor di tengah, tepi dan ujung lidah kemerahan, dan tremor), nadi melambat, organ hati, limpa teraba membesar. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menimbulkan kematian.

Seberapa Penting Seseorang Harus Mendapatkan Vaksin Typhoid?

Prinsip pencegahan yang paling penting yaitu mengobati penderita demam tifoid sampai tuntas supaya tidak menjadi pembawa kuman / karier. Hal yang tidak kalah pentingnya yaitu penyediaan air bersih, jarak septic tank dengan sumber air >10m, menjaga makanan dan minuman yang sehat, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terutama sebelum makan, dan jangan lupa untuk vaksinasi tifoid.

Efektivitas vaksin thypoid berperan cukup tinggi dalam mencegah infeksi thypoid yakni 50-80%. Meskipun telah melakukan vaksinasi, seseorang tetap harus menjaga kebersihan lingkungan dan terutama memakan makanan dan minuman yang sehat dan terjamin kebersihannya. Indonesia termasuk wilayah endemis thypoid, artinya setiap tahun kejadian thypoid masih tinggi.

Siapa yg dianjurkan menerima Vaksin Typhoid?

Vaksin thypoid sangat dianjurkan terutama untuk anak usia sekolah, dewasa muda, petugas kuliner (yang berhubungan dengan makanan dan minuman), termasuk wisatawan yang berlibur ke daerah endemis.

Vaksin thypoid tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki reaksi alergi berat pada riwayat pemberian vaksin thypoid sebelumnya, ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang menjalani therapy antibiotik, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (HIV / AIDS), dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh atau menderita kanker, atau dalam pengobatan kanker.

Cara Pemberian Vaksin Typhoid

Bentuk sediaan vaksin thypoid ada yang oral adapula berupa suntikan. Yang beredar di Indonesia saat ini yakni sediaan berupa suntikan. Vaksin thypoid sudah dapat diberikan sejak anak usia >2 tahun sampai dewasa, dengan anjuran melakukan booster setiap tiga tahun sekali.

Resiko Pemberian Vaksin Typhoid

Umumnya, efek samping yang ditimbulkan setelah vaksin diberikan tidak terlalu serius. Namun hal ini tentu bisa berbeda-beda tergantung dengan respon masing-masing tubuh. Umumnya ruam, nyeri di daerah bekas suntikan, demam, sakit kepala, bahkan alergi. Namun masalah yang timbul akibat vaksin thypoid sangat jarang terjadi.

Mengingat pentingnya vaksin typhoid ini, Bethsaida Hospitals mempersembahkan sebuah penawaran khusus kepada anda yang ingin melakukan vaksinasi. Dapatkan Penawaran khusus yang terbatas ini dengan menghubungi kami di 021-2930-9999 ext 213 atau untuk mempercepat akses pembelian anda dapat mengakses di e-commerce kami di link berikut ini Shop.Bethsaida.co.id

Promo Vaksin Typhoid 

Harga Promo: Rp 215.000

Syarat & Ketentuan:

  • Promo berlaku dari 25 September – 31 Desember 2018
  • Hanya berlaku untuk pasien Rawat Jalan & tidak bisa digabungkan dengan promo lainnya
  • Promo dilaksanakan di MCU dan pendaftaran minimal 1 hari sebelumnya
  • Vaksin Flu & Typhoid minimal untuk usia 4 tahun s/d dewasa

 

Narasumber: dr Evaline Pasak

 

Terapi Kanker Paru-Paru

Pembukaan dari Perjalanan Terapi Kanker Paru-Paru

 Atasi permasalahan sistem pernapasan anda dengan terapi kanker paru-paru”

Pembukaan

Huk huk huk,  terdengar suara batuk dari seorang laki-laki yang tiada henti. Laki-laki tersebut berusaha mengobati dirinya dengan obat-obatan warung.

Karena batuk yang tiada henti dia berobat ke seorang dokter. Dokter tersebut menyarankan dilakukan foto toraks dan dari hasil foto tersebut dokter menyatakan TBC Paru.

Pasien berobat rutin meminum bermacam obat TBC. Setelah 3 bulan meminum obat tersebut ternyata tidak ada perubahan bahkan terjadi batuk darah yang banyak.

Gejala tersebut merupakan gejala khas awal antara kanker paru atau TBC paru.  Kanker paru adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh dengan luar biasa cepat, menyebabkan tumor terbentuk.

Biasanya gejala penyebaran kanker paru lebih dominan dibandingkan dengan gejala tumor primernya.

Pengobatan

Pasien mencari alternatif lain untuk berobat ke dokter ahli paru, kemudian dokter meminta untuk membuat CT-Scan toraks. Ternyata hasilnya menunjukkan adanya massa yang berada di paru atas kanannya.

Selain itu tampak pula anak sebar berupa nodule-nodule di paru sebelah kirinya. Hal ini menunjukkan tumor kanannya sudah menyebar ke sebelah kiri. Inilah yang sering dialami oleh penderita kanker paru yang terlambat diobati.

Terapi Kanker Paru-Paru

Terapi kanker paru-paru dapat dilakukan pembedahan apabila masih stadium dini, sedangkan radiasi/penyinaran  dapat dilakukan sesudah operasi maupun paliatif untuk mengurangi rasa nyerinya.

Pada kasus yang lebih lanjut dapat diberikan obat kemoterapi yang dimasukkan melalui pembuluh vena dengan berbagai macam pilihan komposisi sesuai dengan jenis sel kankernya. Pengobatan ini tidak banyak disukai pasien karena efek samping berupa mual, muntah, rambut rontok dan gangguan pada sel darah.

Dengan berkembangnya metode pengobatan kanker paru, pada Kanker Paru Jenis Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK), telah ditemukan obat tablet dari generasi pertama hingga generasi ke tiga, yang dikenal dengan Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI) sebagai terapi target.

KPKBSK adalah jenis kanker paru yang terbanyak (85%). Dari jenis ini yang terbanyak adalah adenokarsinoma. Untuk mendapatkan terapi ini, harus melalui uji mutasi EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor). Apabila uji EGFR ini positif  baru dapat menggunakan terapi target tersebut. Terapi ini sudah bisa dilakukan di Bethsaida Hospitals.

Imunoterapi merupakan terapi kanker paru yang terkini yang sudah dapat dilakukan di Indonesia di beberapa rumah sakit besar khusus yang menangani kanker paru. Terapi ini dikenal dengan sebutan anti PD1/PDL1, yang mana dapat diketahui dengan menjalani biopsi jaringan terlebih dahulu.

Terapi ini masih termasuk terapi yang mahal. Pada beberapa uji klinik dapat digunakan kombinasi antara kemoterapi dan imunoterapi bahkan diberikan dengan 2 jenis imunoterapi yang berbeda.

Pemilihan obat-obat kanker paru haruslah efektif, efek samping minimal, spesifik tumor, aman dan harga terjangkau sesuai dengan stadium kanker. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman sekitar dapat membantu mental Anda untuk mengatasi rasa sakit akibat kanker.

Narasumber: dr. A. Mulawarman Jayusman Sp. P (K) Onk

Jangan Sepelekan Nyeri saat Sanggama!

Apakah Hubungan Seksual Sakit Itu?

Rasa sakit pada saat melakukan hubungan seksual atau sanggama merupakan salah satu masalah dalam kehidupan seksual. Istilah medis untuk rasa sakit pada saat sanggama adalah dyspareunia. Angka kejadian dyspareunia dalam beberapa penelitian disebutkan cukup tinggi hampir sekitar 40-45% namun angka ini mungkin bisa saja lebih tinggi karena terkadang banyak wanita merasa malu atau takut untuk berkonsultasi ke dokter.

Apa Penyebab Dyspareunia?

Penyebab dyspareunia secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu penyebab fisik dan emosional (psikis). Penyebab fisik dyspareunia berbeda-beda tergantung kapan nyeri itu terjadi yaitu saat tepat sebelum penetrasi (Entry Pain), selama penetrasi (Deep Pain) atau sesudah selesai berhubungan.

Entry Pain

Penyebab dari nyeri ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Lubrikasi vagina yang kurang

Foreplay yang tidak cukup seringkali menjadi penyebab utama kurangnya lubrikasi. Penurunan kadar estrogen setelah menopause atau melahirkan atau selama menyusui, obat-obatan seperti antidepresan, obat tekanan darah tinggi, obat penenang, antihistamin dan pil KB tertentu dapat juga menjadi penyebab.

  • Cidera, trauma atau iritasi

Termasuk cidera akibat kecelakaan, operasi ginekologi, episiotomi yang dilakukan saat persalinan untuk memperlebar jalan lahir.

  • Inflamasi (radang), infekasi atau penyakit kulit pada daerah genital

Infeksi di daerah kelamin atau saluran kemih seperti genital warts, herpes aimpleks genital, kista/abses bartolini, uretriris, vulvodynia, eksim atau masalah kulit lainnya di area genital juga bisa menjadi masalah.

  • Vaginismus

Otot vagina yg kaku terjadi secara tanpa sadar sehingga penetrasi menjadi sangat sulit bahkan mungkin tidak bisa dilakukan.

  • Kelainan Kongenital

Merupakan kelainan bawaan sejak lahir seperti tidak terbentuk vagina sepenuhnya (agenesis vagina) atau membran yang menghalangi pembukaan vagina (himen imperforata).

Deep Pain

Nyeri ini terjadi pada penetrasi mendalam dan menjadi lebih parah dengan posisi berhubungan tertentu. Faktor-faktor penyebab yaitu:

  • Penyakit dan kondisi tertentu :

    endometriosis, pelvic inflammatory disease (PID), prolaps organ panggul, myoma, cystitis, irritable bowel syndrome, hemorrhoid dan kista ovarium.

  • Operasi atau perawatan medis :

    bekas luka dari operasi organ pelvis seperti histerektomi (pengangkatan rahim), perawatan medis untuk kanker (radiasi dan kemoterapi).

Faktor Emosional/Psikis

  • Masalah psikologis.

Kecemasan, stress, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, ketakutan akan keintiman, atau masalah relationship dapat menyebabkan rendahnya tingkat gairah.

  • Riwayat kekerasan seksual.

Bagaimana cara mengatasinya?

Evaluasi medis diperlukan untuk menegakkan diagnosis dispareunia sehingga terapi yang diberikan sesuai dengan penyebabnya. Pemeriksaan tanda-tanda iritasi kulit, infeksi atau masalah anatomi, pemeriksaan vagina dengan spekulum dan pemeriksaan panggul juga akan dilakukan oleh dokter. Tes lainnya adalah pemeriksaan USG jika dicurigai ada kelainan organ reproduksi dalam perut.

Sebagian besar kasus dyspareunia disebabkan oleh lubrikasi vagina yang kurang. Cara mengatasinya cukup dengan relaksasi (jangan tegang) pada saat berhubungan, foreplay yang lebih lama dan bila perlu memakai lubrikan vagina (cairan/gel pelumas) terutama juga pada wanita pre dan pascamenopause. Pada wanita pascamelahirkan yang mengalami nyeri pada saat berhubungan tidak membutuhkan terapi medis, cukup menunggu setidaknya 6 minggu pascamelahirkan untuk memulai lagi kegiatan seksual. Namun apabila nyeri terus berlanjut perlu diperhatikan apakah ada komplikasi pada luka jahitan perineum. Bila ditemukan ada infeksi maka akan diberikan terapi sesuai dengan jenis infeksinya. Bila ditemukan kelainan bentuk anatomi Dokter akan membicarakan tentang kemungkinan dilakukan tindakan operasi, begitu pula pada kasus ditemukan kelainan seperti tumor pada rahim atau ovarium. Terapi alternatif lainnya termasuk konseling terapi seks dengan konselor.

Jika Anda mengalami nyeri berulang saat berhubungan intim, bicarakan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Narasumber: dr. Andriana Kumala Dewi, Sp.OG

Mengatasi Nyeri Punggung Dengan RedCord

Bagaimana Cara Untuk Mengatasi Nyeri Punggung?

Bagaimana sebenarnya cara untuk mengatasi nyeri punggung? Nyeri punggung hingga saat ini masih banyak diderita oleh kebanyakan orang. Untuk dapat mengatasi nyeri punggung ini wajib untuk diketahui jenis, penyebab dan gejala dari nyeri punggung itu sendiri.

Ada 2 macam dari nyeri punggung yaitu nyeri punggung akut yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama kurang dari 6 minggu sementara nyeri punggung kronis berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Bila nyeri punggung kronis tidak ditangani dengan baik maka dapat menyebabkan depresi, kecemasan, gangguan mood, serta mencetus penyakit kronis lainnya seperti darah tinggi dan kencing manis yang akhirnya mengganggu kualitas hidup dan tidak jarang seseorang harus merubah profesinya karena kondisi ini. Secara statistik kejadian ini juga cukup banyak, mencapai 60%.

Mekanisme Nyeri Yang Terjadi Dalam Tubuh

Nyeri pada anggota gerak pada prinsipnya terjadi ketika prinsip: “the right muscle in the right amount at the right time” tidak terpenuhi. Ada sensor otot -proprioseptif, muscle spindle- yang tidak bekerja sehingga otot-otot tertentu tidak dapat bekerja seperti seharusnya. Sebagai contoh, pada saat kita ingin menggapai sesuatu, sepersekian detik sebelumnya otot perut kita bernama transversus abdomen akan kontraksi terlebih dahulu sebelum tangan kita menggapai sesuatu. Mekanisme stabilitas tulang belakang yang mendahului gerakan fungsional -feedforward- ini sangat krusial. Bila transversus abdomen yang termasuk salah satu dari otot lapis dalam/intrinsik/core kita tidak dapat bekerja di waktu yang tepat dengan kekuatan yang cukup bisa saja hanya muncul rasa tidak nyaman. Namun bila beban yang harus diangkat atau timing yang dilakukan oleh tubuh kita di luar kapasitas kita, akan timbul nyeri. Terjadi karena ada otot lain harus bekerja ekstra keras untuk mengompensasi otot yang bermasalah. Kondisi ini kita sebut sebagai gangguan kontrol motorik.

Penanganan Nyeri Punggung Kronik

Ketika baru pertama kali terjadi nyeri dan sudah mendapatkan penanganan yang baik, nyeri akan hilang. Namun gangguan kontrol motorik tersebut biasanya menetap. Hal ini berisiko menyebabkan terjadinya nyeri berulang dan bahkan bisa bertahun-tahun tidak membaik. Gangguan ini dicetuskan oleh pola hidup yang tidak aktif, monoton, cara kerja yang tidak ergonomis dan trauma.

Untuk menangani kondisi ini, diperlukan pemeriksaan fisik untuk mencari otot mana yang tidak bekerja dengan optimal. Selama otot yang disfungsi ini dibiarkan tidak bekerja, otot lain akan terus bekerja ekstra keras sebagai kompensasinya. Otot kompensator ini adalah proteksi tubuh kita terhadap kelemahan otot.

Tidak jarang pasien datang mengaku sudah mendapat pijat atau konsumsi pereda nyeri berulang-ulang, namun tidak pernah memperbaiki otot yang lemah. Seperti rumah dengan genteng bocor namun hanya memperbaiki plafon yang rusak, tidak mencari sumber bocornya.

Otot yang lemah tersebut, selanjutnya harus diperkuat, diperbaiki respons dan diintegrasikan dengan gerakan fungsional. Oleh karena banyaknya kejadian kasus nyeri punggung bawah kronis serta akibat yang fatal apabila tidak diberikan penanganan yang tepat, maka Bethsaida Hospitals menyediakan cara untuk mengatasi nyeri punggung ini dengan metode terapi fisik Redcord. Metode ini berasal dari Norwegia yang telah didukung oleh banyak penelitian klinis dari seluruh dunia. Kelebihan dari metode ini dibandingkan dengan yang lain adalah dapat memperbaiki kontrol dan koordinasi otot secara bertahap, tanpa nyeri. Apabila metode ini dijalankan secara rutin, pola gerak yang benar dapat terekam kembali oleh tubuh kita. Dengan kehadiran Redcord diharapkan dapat membantu para penderita nyeri punggung kronis untuk beraktifitas dengan normal.

Narasumber: dr. Raymond Posuma, Sp.KFR

Mengatasi Batu Empedu Yang Mengancam Kesehatan Anda

Batu empedu (bile stone) adalah suatu materi padat yang terbentuk di saluran empedu atau kantung empedu akibat ketidakseimbangan antara kolesterol, lecithin dan garam empedu yang membentuk cairan empedu. Bentuk dari materi padat tersebut sangat bermacam macam, dari yang berbentuk kristal keras sampai pasir lumpur, itu semua tergantung dari komposisi yang membentuk materi padat tersebut.

Fungsi dari cairan empedu sendiri diantaranya ikut serta dalam penyerapan lemak dan absorbsi vitamin-vitamin seperti (A, D, E, K).

Penyebab batu empedu

  1. Pola diet yang salah seperti konsumsi makanan tinggi kolesterol contohnya hati ayam, otak, kuning telur, udang, paha ayam dan makanan cepat saji.
  2. Proses saturasi garam empedu di kantung empedu tidak berjalan dengan baik. Pada beberapa keadaan bahkan batu tersebut dapat menyumbat saluran empedu utama.

Gejala batu empedu

Gejala batu empedu sangat bervariasi pada beberapa orang bahkan tidak memberikan gejala sama sekali (asimptomatik), namun pada umumnya gejala yang dirasakan adalah mual, oleh karena itu seringkali dikira sakit maag, nyeri berulang pada ulu hati, nyeri yang dirasakan menjalar ke punggung kanan. Bahkan bila batu empedu tersebut telah menyumbat pasien dapat mengalami nyeri yang amat sangat, demam, kuning pada kulit dan mata, kotoran seperti dempul. Apabila sudah terjadi komplikasi tersebut sangatlah berbahaya, karena dapat mendatangkan kematian. Oleh karena itu sebelum jatuh pada komplikasi tersebut kita harus waspada.

Diagnosis batu empedu

Selain dari gejala-gejala yang dirasakan diatas, pemeriksaan fisik seperti nyeri tekan pada perut khusunya di kanan atas. Ultrasonography (USG) dan magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP) dapat mengkonfirmasi letak dari batu empedu tersebut, pemeriksaan lainnya seperti pemeriksaan darah rutin, fungsi hati, bilirubin, alkali phosphatase dan gamma GT dapat membantu dalam menegakkan diagnosis.

Pengobatan

Penanganan pada penderita batu empedu pada umumnya adalah pengangkatan batu empedu berserta kantungnya (bila batunya terdapat pada kantung empedu). Cara pengangkatan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu pembedahan konvensional (open cholecystectomy) melalui sayatan pada perut di bawah iga kanan atau di tengah perut. Kedua dengan metode pembedahan minimal invasive (laparoscopic cholecystectomy) yang merupakan gold standart  dunia dalam penanganan batu empedu yaitu melalui tiga – empat titik dengan sayatan yang minimal 1 cm pada pusar (tempat masuk kamera, 0,5cm pada perut bagian atas dan 0,5 cm pada perut kanan bawah)

Keuntungan dari teknik laparoscopy tersebut adalah selain secara kosmetik lebih baik dengan sayatan yang minimal, proses pemulihan yang lebih singkat dari pada teknik konvensional, pada umumnya lama perawatan 1 hari setelah itu pasien dapat beraktivitas seperti biasa, namun hal tersebut tergantung dari kondisi masing-masing pasien.

Pertanyaan yang sering diajukan oleh pasien adalah apakah bila kantung empedu tersebut di ambil tidak memberikan efek apa-apa ? Seperti yang telah dijelaskan diatas, proses pembentukan batu di kantung empedu tersebut dapat terjadi karena terganggunya proses saturasi garam empedu yang tidak berjalan dengan baik, dengan kata lain kerja dari kantung empedu tersebut sudah tidak berjalan dengan baik, apabila yang diambil hanya batunya saja, dengan meninggalkan kantungnya maka kemungkinan besar akan terbentuk batu kembali di kemudian harinya. Proses alami dari kantung empedu tersebut nantinya akan digantikan oleh saluran empedu utama.

Mencegah terjadinya batu empedu

Dengan menjaga pola diet seimbang, hindari makanan berlemak khususnya yang mengandung kolesterol tinggi, minuman beralkohol dan pola hidup sehat seperti rutin berolah raga.

[contact-form][contact-field label=”Name” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Email” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Website” type=”url” /][contact-field label=”Message” type=”textarea” /][/contact-form]

Mengenal & Mengatasi Bahaya Yang Diberikan Oleh Kanker Usus Besar

Apakah Sebenarnya Penyakit Kanker Usus Besar Itu?

Kanker usus besar (kolorektal) ini merupakan sebuah perubahan keganasan yang terjadi pada lapisan selaput lendir yang meliputi kolon & rektum. Di negara berkembang seperti di Asia Tenggara, kanker kolorektal ini cukup banyak penderitanya. Seperti di Indonesia, kanker ini menempati urutan ke-3 sebagai kanker yang paling sering ditemui setelah kanker payudara dan serviks.

Sudahkah Anda Mengenai Faktor-Faktor Resikonya?

Mengetahui jumlah penderitanya yang banyak, penting untuk kita ketahui terlebih dahulu faktor risiko yang dapat berkontribusi untuk meningkatkan kemungkin seseorang dapat terkena penyakit kanker usus besar. Faktor tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor yang bisa dikendalikan & yang tidak.
Faktor yang bisa dikendalikan adalah:

  • Pola diet rendah serat seperti buah & sayur
  • Pola diet yang banyak mengkonsumsi daging merah
  • Merokok
  • Mengkonsumsi alkohol
  • Kurangnya aktivitas fisik

Sedangkan faktor yang tidak bisa dikendalikan adalah:

  •  Usia diatas 50 tahun 
  •  Riwayat keluarga yang pernah menderita kasus kanker usus besar

Kapankah Sebaiknya Melakukan Konsultasi Kesehatan?

Dasarnya penyakit kanker usus besar ini memberikan gejala:

  • Buang air besar berdarah yang sering dianggap sebagai wasir
  • Mengalami diare atau sulit untuk buang air besar
  • Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas
  • Buang air besar dengan feses kecil seperti pencil
  • Buang air besar terasa tidak puas
  • Mengalami nyeri pada anus

Biasanya, banyak sekali orang yang baru melakukan pemeriksaan kesehatan setelah penyakit yang dideritanya sudah dalam kondisi yang sulit untuk ditangani. Oleh karena itu, sebaiknya anda melakukan konsultasi sedini mungkin apabila mengalami:

  • Buang air besar berdarah
  • Perubahan pola buang air besar seperti diare berkepanjangan atau buang air besar tidak teratur
  • Sensasi tidak puas setelah buang air besar
  • Nyeri perut / kembung disertai mual, muntah
  • Berat badan turun

Apa Solusi Yang Dapat Diberikan?

Biasanya setelah menceritakan keluhan yang dialami oleh anda. Dokter yang mencurigai hal ini sebagai tanda-tanda dari kanker usus besar akan melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan untuk penegakan diagnosis seperti:

  • Pemeriksaan colok dubur
  • Kolonoskopi
  • Biopsi
  • CT Scan abdomen dan thorax

Apabila memang setelah melakukan pemeriksaan anda dipastikan memiliki kanker usus besar, maka penanganan yang terbaik adalah dengan melakukan operasi dengan tujuan untuk mengangkat kanker beserta jaringan limfatik sekitarnya sehingga anda dapat mencapai kondisi bebas tumor setelah operasi.

Apa Saja Upaya Pencegahan Yang Dapat Dilakukan?

Bagi anda yang tidak mempunyai gejala ataupun permasalahan pada pencernaan disarankan untuk melakukan upaya pencegahan agar dapat terhindar dari ancaman kanker usus besar seperti:

  •  Berhenti merokok.
  •  Konsumsi aspirin dosis rendah tiap hari
  •  Konsumsi asam folat
  •  Olahraga teratur
  •  Banyak konsumsi buah-buahan dan sayur

Selain itu, melakukan pendeteksian dini adalah hal yang baik untuk dilakukan bagi anda yang sudah berusia 50 tahun tanpa riwayat keluarga menderita kanker & berusia 40 tahun dengan keluarga yang mempunyai riwayat kanker usus besar. Pendeteksian dini ini berupa:

  •  Pemeriksaan darah samar feses tiap tahun dikombinasi dengan flexible sigmoidoskopi tiap 5 tahun
  •  Kolonoskopi tiap 10 tahun

Narasumber: dr. Eko Priatno, Sp. B (K)BD

Mengetahui Cara Untuk Mengatasi Rambut Rontok Parah

Mengenal Lebih Dekat Mengenai Kerontokan Rambut

Kerontokan rambut masih dapat dianggap normal bila tidak lebih dari 50-100 helai per hari. Hal ini merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut dan nantinya akan tumbuh rambut yang baru untuk menggantikannya. Namun, bila lebih dari jumlah tersebut dan terlihat kebotakan atau penipisan rambut yang nyata, ada beberapa hal yang dapat menyebabkannya, antara lain: faktor keturunan, hormonal, masalah medis, stres, dan obat-obatan. Oleh karena itu penting untuk diketahui bagaimana cara mengatasi rambut rontok agar kepercayaan diri dapat didapatkan kembali serta kesehatan rambut dapat terjaga dengan baik

Penyebab Kerontokan Rambut

Penyebab tersering kerontokan rambut adalah faktor keturunan, hal ini paling sering ditemui pada pria. Umumnya kerontokan rambut terjadi secara perlahan-lahan dan dengan pola tertentu (male and female pattern hair loss) yaitu, batas rambut meninggi (receding hairline) dan botak pada pria, serta penipisan rambut pada wanita.

Perubahan dan ketidakseimbangan hormonal dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.

Kondisi perubahan hormonal ini sering terjadi setelah melahirkan, keguguran, menjelang menopause, setelah menghentikan penggunaan pil KB, serta gangguan kelenjar tiroid.

Kejadian yang menimbulkan stres fisik seperti demam, penyakit kanker, setelah menjalani operasi, ataupun stres emosional juga berpengaruh pada kerontokan rambut. Penyakit kulit kepala seperti psoriasis, dermatitis seboroik, dan infeksi jamur juga menyebabkan rambut rontok.

Faktor lain penyebab kerontokan adalah keadaan gizi seseorang, misalnya kekurangan zat besi, penurunan berat badan yang cepat setelah diet ketat, kurang gizi, atau konsumsi vitamin A berlebihan.

Obat-obatan yang dapat menyebabkan kerontokan rambut antara lain obat kanker, obat untuk menurunkan tekanan darah, obat jantung, obat penurun kolesterol, obat pengencer darah.

Cara menata rambut yang berlebihan seperti mengikat rambut terlalu erat, proses pengeringan, mewarnai, meluruskan, dan mengeriting rambut juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Cara Mengatasi Rambut Rontok

Untuk mengatasi kerontokan rambut kita harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Untuk masalah hormonal seperti kehamilan dan setelah melahirkan, kerontokan rambut akan berkurang dengan sendirinya setelah 6 bulan – 1 tahun.

Bila ada penyakit yang mendasari kerontokan rambut seperti gangguan tiroid, penyakit kulit kepala, gangguan gizi, harus diatasi terlebih dahulu.

Penggunaan obat-obatan yang dicurigai sebagai penyebab kerontokan rambut harus dihentikan. Pengobatan kerontokan rambut ditujukan untuk merangsang pertumbuhan rambut baru, memperlambat atau menyembunyikan kerontokan rambut. Dapat digunakan obat-obatan seperti minoksidil, finasteride untuk laki-laki; treatment seperti laser, platelet rich plasma (PRP), derma stamp, transplantasi rambut; atau pertimbangkan penggunaan wig atau rambut palsu. Semakin awal kerontokan rambut diobati semakin tinggi angka keberhasilan terapi. Hasil terapi biasanya terlihat setelah 3-6 bulan.

Pada keadaan rambut rontok, gunakan sampo yang lembut, dan gunakan sisir rambut yang bergigi jarang. Pilihlah sampo khusus untuk rambut rontok atau sampo bayi. Setelah mandi keringkan rambut dengan cara ditepuk-tepuk dengan menggunakan handuk lembut, dan biarkan mengering alami tanpa menggunakan pengering rambut. Hindari juga mencuci rambut terlalu sering karena hal ini dapat mengurangi minyak alami pada rambut sehingga rambut menjadi kering dan rapuh. Bagi sebagian besar tipe rambut, mencuci rambut setiap 2 hari sekali sudah cukup.

Untuk memiliki rambut yang sehat dan mencegah kerontokan rambut dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Pemberian multivitamin yang mengandung vitamin C, vitamin E, zinc, biotin, selenium, omega 3, dapat membantu mengurangi kerontokan rambut dan mempercepat pertumbuhan rambut yang baru. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan zat besi maka diperlukan tambahan zat besi (Fe).

Stres emosional, termasuk stres pada pekerjaan dapat menyebabkan ataupun memperparah kerontokan rambut. Cobalah untuk mengatasi penyebab stres, tidur dengan waktu yang cukup sekitar 7-8 jam, dan sering berolahraga.

Narasumber:  dr. Inneke Halim, Sp.KK

 

Vaksin Influenza – Cara Untuk Mengatasi Flu

Gambaran Umum Mengenai Penyakit Influenza

Bagaimana cara untuk mengatasi flu akibat dari infeksi virus influenza? Flu atau influenza ini biasa menyerang sistem pernapasan (sistem yang terdiri dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru).

Gejala-gejala yang biasa dirasakan di antaranya adalah demam, sakit kepala, batuk-batuk, pegal-pegal, nafsu makan menurun, dan sakit tenggorokan. Kondisi infeksi umum yang dapat menjadi komplikasi yang serius bahkan kadangkala fatal. Sekitar 20% dari populasi umum terkena influenza setiap tahunnya.

Bahkan orang yang sebelumnya sehat dapat terinfeksi dan menyebarkan penyakit ini pada orang lain, yang mengakibatkan seseorang dirawat dan bahkan meninggal.  Kebanyakan dari kematian tersebut terjadi pada orang tua, terutama yang berusia lebih dari 65 tahun.

Cara Untuk Mengatasi Flu Dengan Vaksin Influenza

Mengetahui bahaya yang ditimbulkan, bidang kedokteran telah menemukan salah satu cara untuk mengatasi flu ini yaitu dengan pemberian vaksinasi influenza tahunan adalah cara yang sangat mudah dan efektif untuk mengurangi risiko pengidapan dan penularan virus influenza. Penelitian menunjukkan bahwa pasien rawat inap dengan influenza menurun sebanyak lebih dari 30%. Angka ini menunjukkan penyakit, rawat inap, dan kematian yang berhubungan dengan flu telah berkurang secara berarti.

Bagaimana Vaksin Flu Bekerja

Seperti pada kebanyakan vaksin lainnya, vaksin flu memberikan perlindungan dengan cara memunculkan reaksi kekebalan dari tubuh dan mendorong tubuh mengeluarkan antibodi untuk melawan virus influenza. Dibutuhkan waktu sekitar dua minggu sejak imunisasi sebelum vaksin bisa benar-benar bekerja.

Jenis Vaksin Flu yang Tersedia

Terdapat beberapa jenis vaksin flu yang tersedia. Vaksin flu dapat terdiri dari tiga atau empat kombinasi. Vaksin dengan tiga kombinasi bekerja melawan tiga jenis virus flu, termasuk dua virus influenza A dan satu influenza B. Sementara vaksin dengan empat kombinasi bekerja melawan empat jenis virus yang termasuk dua virus influenza A dan dua influenza B.

Mengapa Injeksi Tahunan Flu Menjadi Penting

Suntikan flu perlu diberikan setahun sekali dalam rangka meningkatkan perlindungan optimal bagi individu. Hal ini dikarenakan kekebalan tubuh terhadap virus menurun seiring berjalannya waktu dan harus selalu diperbaharui. Alasan lain perlunya vaksinasi tahunan dikarenakan virus flu mengalami fenomena yang dikenal dengan penyimpangan antigen, dimana virus berubah secara terus-menerus. Jenis virus flu yang berbeda dapat muncul di satu musim dan berganti pada musim berikutnya. Setiap tahun, formulasi dari vaksin tersebut diperbaharui. Oleh karena itu, imunisasi tetap perlu dilakukan setiap tahun.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin influenza untuk:

  • Anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun.
  • Orang lanjut usia (lebih dari 65 tahun).
  • Wanita hamil.
  • Penderita penyakit kronis.
  • Pekerja medis.

Apakah ada efek samping vaksin influenza?

Beberapa efek samping yang dapat muncul akibat vaksin flu adalah:

  • Rasa sakit, kemerahan atau pembengkakan pada area suntikan
  • Demam rendah
  • Nyeri

Suntikan juga dapat menyebabkan efek samping lain seperti:

  • Keras dan gatal pada area suntikan
  • Apabila masalah ini muncul, kondisi mulai sesaat setelah suntikan dan biasanya berlangsung hingga 1-2 hari.

Mengingat pentingnya vaksin flu ini, Bethsaida Hospitals mempersembahkan sebuah penawaran khusus kepada anda yang ingin melakukan vaksinasi. Dapatkan Penawaran khusus yang terbatas ini dengan menghubungi kami di 021-2930-9999 ext 213 atau untuk mempercepat akses pembelian anda dapat mengakses di e-commerce kami di link berikut ini Shop.Bethsaida.co.id

Promo Vaksin Flu

Harga Promo: Rp 275.000

Syarat & Ketentuan:

  • Promo berlaku dari 25 September – 31 Desember 2018
  • Hanya berlaku untuk pasien Rawat Jalan & tidak bisa digabungkan dengan promo lainnya
  • Promo dilaksanakan di MCU dan pendaftaran minimal 1 hari sebelumnya
  • Vaksin Flu & Typhoid minimal untuk usia 4 tahun s/d dewasa

Narasumber: dr Evaline Pasak