Musnahkan Batu Ginjal dengan ESWL

Teknologi digital yang berkembang berdampak pada rumah sakit yang dicerminkan melalui alat-alat medis yang disediakan. Salah satu contohnya adalah alat Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy yang disingkat sebagai ESWL. ESWL merupakan alat terapi yang ditujukan untuk kesehatan ginjal dan saluran kemih. Alat ini dapat digunakan untuk memecahkan batu ginjal dan melancarkan saluran kemih tanpa operasi, tindakan bedah, dan tanpa opname.

Persiapan Sebelum Terapi ESWL

  1. Sebelum melakukan terapi ESWL, penderita batu ginjal atau batu saluran kemih akan diperiksa dalam laboratorium terlebih dahulu untuk memeriksa BT atau bleeding time dan CT atau clotting time.
  2. Berhenti mengonsumsi obat-obat pengencer darah 1 minggu sebelum terapi ESWL.
  3. Tidak perlu melakukan puasa

Penerapan Terapi ESWL

Pada dasarnya, terapi ESWL adalah terapi gelombang kejut dari luar tubuh dengan mengandalkan gelombang kejut untuk memusnahkan batu pada ginjal atau saluran kemih dan dapat dikeluarkan melalui urin. Untuk terapi pertama kali, akan dilakukan sebanyak 4000-5000 tembakan gelombang dalam waktu 1 jam.

Setelah tindakan ESWL akan sangat umum bagi pasien untuk melihat darah pada urin, tetapi jangan panik karena kondisi ini sangat wajar setelah pertama kali terapi ESWL pada 2-3x buang air kecil. Darah akan hilang dengan sendirinya setelah 3-4x terapi ESWL. Untuk mencegah infeksi, disarankan agar pasien mengonsumsi obat antibiotik sesuai dosis yang telah ditentukan oleh dokter urologi.

Risiko Efek Samping dari Terapi ESWL

Terapi ESWL memiliki risiko efek samping hematoma ginjal. Hematoma ginjal merupakan terbentuknya gumpulan darah yang terdapat pada parenkim ginjal. Tetapi hal ini kemungkinan terjadi pada pasien yang memiliki tingkat resiko hematoma lebih tinggi dari pasien lain. Apabila setelah pengecekan dilakukan dan pasien tidak memiliki hematoma yang stabil, maka pasien tidak diizinkan pulang terlebih dahulu dan harus bed rest hingga hematoma menjadi stabil.

Pastikan untuk konsultasi dengan dokter urologi anda dengan jelas sebelum melakukan terapi atau tindakan ESWL.

narasumber: dr. Linawati Makmur, Sp.BP

Menjaga Kebersihan Paru-Paru Secara Alami

Menjaga kebersihan paru-paru secara alami merupakan hal yang sangat memungkinkan untuk anda lakukan. Dengan paru-paru yang bersih, secara otomatis anda akan memiliki kualitas pernapasan yang lebih baik. Menurut dr. Hesti Setiastuti S, Sp.P dari Bethsaida Hospital, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan paru-paru.

Cara menjaga kebersihan paru-paru:

  1. Tidak menjadi perokok aktif

Tidak merokok merupakan informasi yang sering anda dengar untuk menjaga kebersihan paru-paru. Tetapi, tidak merokok memang memerankan peran yang cukup dominan untuk menjaga kebersihan paru-paru. Pasalnya, terdapat zat-zat yang membahayakan paru-paru secara langsung. Jika anda sudah mulai berhenti merokok, maka organ pernapasan pasti akan terasa lebih ringan dan bebas dari lendir.

  •  Tidak menjadi perokok pasif

Bukan hanya menjadi perokok aktif saja yang akan membuat organ pernapasan anda menjadi lebih berat, tetapi menjadi perokok pasif juga meningkatkan risiko anda untuk terkena penyakit paru-paru karena asap yang dihirup oleh perokok pasif lebih banyak dibandingkan asap yang dihirup oleh perokok aktif. Anda bisa mencoba untuk tidak menghirup asap ketika ada seseorang yang merokok disekitar anda.

  • Kurangi konsumsi alkohol:

Mengonsumsi alkohol memiliki faktor terhadap kesehatan paru-paru. Sebotol alkohol yang anda konsumsi dapat menyebabkan sumbatan pada paru-paru yang akan menimbulkan gangguan pernapasan pada paru-paru yang menyebabkan terganggunya saluran pernapasan. Sebagai pengganti alkohol, anda dapat mengonsumsi jus buah untuk membantu membersihkan paru-paru anda secara alami.

  • Olahraga secara rutin:

Pada saat anda berolahraga, kinerja jantung akan meningkat sehingga jantung akan memberikan suplai oksigen ke dalam tubuh secara lebih optimal sehingga organ pernapasan juga bisa terasa lebih ringan. Anda bisa berolahraga selama 15-30 menit sebanyak 3x dalam seminggu untuk membuat organ pernapasan anda terasa lebih ringan dan bersih. Olahraga yang akan memicu jantung anda secara cepat adalah jogging, bermain sepeda dengan kecepatan sedang atau kecepatan yang cukup tinggi, zumba, dan lainnya.

Apabila anda merasa sistem pernapasan anda terganggu, anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis paru di Bethsaida Hospital untuk menemukan solusi terbaik bagi anda.

Narasumber: dr. Hesti Setiastuti S, Sp.P

Gangguan Kepribadian Skizotipal Yang Patut Diwaspadai

Meski sudah memasuki era digitalisasi namun ironisnya masih banyak di antara kita yang mempercayai hal-hal gaib atau mistis mulai dari kisah hantu, sihir yang dapat mengutuk orang, hingga mitos seperti alien. Hal ini cenderung terjadi pada masyarakat yang hidup di negara timur karena mayoritas orang-orang tersebut masih mempercayai hal-hal mistis.

Tetapi tahukah anda bahwa orang-orang yang sering menceritakan kejadian mistis yang terjadi di sekitar dia ini bisa menjadi salah satu gejala dari bentuk gangguan kepribadian?

Gangguan Kepribadian-Skizotipal

Skizotipal adalah salah satu gangguan kepribadian yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain akibat ketidaknyamanan untuk berinteraksi & pola pikir yang tidak dapat dimengerti oleh orang di sekitarnya. Biasanya orang dengan gangguan ini memiliki pemahaman yang eksentrik mengenai kejadian yang terjadi di keseharian hidupnya. Orang dengan kepribadian skizotipal ini sering terjebak dengan pemahamannya serta pikirannya sendiri. Sehingga hal ini dapat menimbulkan kepercayaan yang besar dengan ilmu-ilmu gaib serta takhayul yang beredar di sekitarnya.

Penyebab Gangguan Kepribadian-Skizotipal

Banyak hal  yang dapat mempengaruhi seseorang untuk mempunyai gangguan kepribadian skizotipal ini. Namun hal ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Budaya yang mempercayai hal-hal gaib atau mistis
  • Lingkungan yang berada di sekitarnya
  • Pola asuh orang tua
  • Faktor temperamental (emosi yang tidak dapat dikendalikan)
  • Gangguan perkembangan kepribadian.

Ciri-ciri Gangguan Kepribadian Skizotipal

Secara umum, orang dengan gangguan kepribadian skizotipal ini dapat terlihat dari ketidakmampuannya untuk menceritakan hal-hal yang bersifat normal tanpa melibatkan hal-hal mistis atau paranormal. Tetapi adapun beberapa gejala lainnya yang dipunyai oleh penderita gangguan kepribadian skizotipal:

  1. Mempunyai penampilan serta emosi yang tidak wajar
  2. Kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain secara berlebihan
  3. Mengabaikan norma sosial yang berlaku seperti etika dan sopan santun
  4. Mempunyai kepercayaan atau pandangan terhadap diri sendiri serta orang lain yang tidak wajar

Hubungan Antara Kepribadian Skizotipal Dengan Gangguan Kejiwaan

Orang dengan kepribadian skizotipal ini sering menjadi korban dari kebohongan & penipuan dari bisnis-bisnis gaib seperti santet, jin pelaris & tuyul yang diperparah dengan kepercayaan budaya timur akan keberhasilan dari metode magis ini. Biasanya orang dengan kepribadian skizotipal ini mencari bisnis-bisnis gaib ini sebagai jalan pintas untuk mencapai sesuatu hal secara instan. Seperti mengunjungi dukun untuk mendatangkan jin pelaris agar kekayaan yang dimilikinya berlimpah dengan cepat atau mengundang ahli magis untuk mengobati sebuah penyakit yang seharusnya ditangani secara bertahap oleh pihak medis.

Akibatnya, karena para dukun atau ahli ilmu magis ini tidak mempunyai kredibilitas atau jaminan akan metode yang dilakukannya dapat berhasil, maka hasilnya pun tidak dapat memecahkan masalah atau memenuhi ekspektasi yang diinginkan. Adapun kebiasaan dari bisnis-bisnis magis ini untuk menghasut para pelanggannya untuk memberikan hal-hal yang dipunyai dengan menjanjikan keberhasilan dari metode mereka. Apabila hal ini dipercaya & dilakukan secara terus-menerus, orang dengan gangguan kepribadian skizotipal ini akan mendapatkan masalah yang lebih dibanding dengan keadaan yang semula. Jikalau tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat memicu  gangguan kejiwaan seperti stres berlebihan atau depresi.

Bagaimana Penanganan Yang Efektif?

Perhatian yang khusus & pengobatan yang tepat sangat diperlukan untuk penderita dengan gangguan kepribadian skizotipal ini. Oleh karena itu konsultasi dengan tenaga medis profesional seperti psikolog atau psikiater dapat dianjurkan untuk meringankan serta merubah pola pikir orang-orang dengan kepribadian skizotipal ini. Dengan konsultasi yang efektif, kepribadian skizopital ini dapat mempunyai jalur pemikiran yang lebih jelas untuk sosial & dirinya sendiri.

Narasumber: dr. Guntara Hari Sp.KJ

Ibadah Puasa Untuk Penderita Diabetes

Persiapan Yang Perlu Dilakukan Sebelum Melakukan Ibadah Puasa

Bagi penderita diabetes yang ingin menjalankan ibadah puasa, tentu ada beberapa hal yang patut dijadikan perhatian agar dapat berjalan dengan lancar:

  • Persiapan diri dengan baik
  • Melakukan konsultasi mengenai jadwal makan & minum obat
  • Ikutilah saran dari Tim Diabetes (dokter, ahli gizi, perawat, edukator diabetes)
  • Tetaplah berkomunikasi dengan tim Diabetes anda

Pemantauan Kadar Gula Darah Saat Menjalankan Ibadah Puasa

Pemeriksaan gula darah sebaiknya dilakukan pada saat:

  • Saat sebelum tidur
  • Sebelum sahur
  • Dua jam sesudah sahur
  • Dua jam sesudah berbuka
  • Selain jadwal diatas, pemeriksaan gula darah sebaiknya dilakukan saat mengalami hipoglikemia
  • Jika tidak punya alat periksa gula maka ketahuilah gejala hiperglikemia & hipoglikemia

Komplikasi Yang Dapat Terjadi di Saat Ramadhan

Perlu diketahui bahwa ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi saat sedang menjalani ibadah puasa di saat Ramadhan

  • Hipoglikemi
  • Dehidrasi
  • Hiperglikemi
  • Ketoasidosis Diabetica
  • Trombosis ( Kekentalan Darah Meningkat)

Gejala Hipoglikemia & Hiperglikemia

Penting untuk diketahui oleh penderita diabetes mengenai apa saja tanda-tanda yang dapat dialami saat gula darah rendah (Hipoglikemia) & gula darah tinggi (Hiperglikemia)

       Gejala Hipoglikemia:
  • Mudah lapar
  • Sulit konsentrasi
  • Pusing
  • Gemetar
  • Keringat dingin
  • Jantung berdebar
  • Lelah
  • Mudah marah
  • Pucat
  • Kesemutan
       Gejala Hiperglikemia:
  • Penurunan berat badan
  • Sering merasa haus
  • Mulut terasa kering
  • Sering buang air kecil
  • Kulit gatal & kering
  • Mudah lelah
  • Penglihatan buram
  • Sakit kepala
  • Kesemutan
  • Susah konsentrasi

Mengingat komplikasi yang dapat terjadi, orang yang mengalami hipoglikemi selama 3 bulan terakhir, penderita hipoglikemi yang melakukan penyuntikan insulin, diabetesi yang sedang hamil, diabetesti yang tidak terkendali (Hiperglikemi), diabetesi dengan komplikasi akut/kerusakan organ berat (Gangguan ginjal berat dan cuci darah) & penderita diabetes tipe 1 tidak disarankan untuk melakukan puasa.

Sedangkan bagi penderita yang memiliki Diabetes tipe 2 namun gula darahnya terkendali dengan baik (HbA1C <7%) gd <180 mg/dl, sudah mengetahui perencanaan makan yang baik, telah mempelajari bagaimana penggunaan obat dengan dosis yang tepat dapat untuk menjalankan ibadah puasa.

Rekomendasi Perubahan Gaya Hidup Selama Puasa Saat Ramadhan

  1. Pertimbangkan memodifikasi waktu & intensitas aktivitas jasmani
  2. Pastikan asupan cairan yang cukup & Berikan 1000 mg waktu buka & 500 mg waktu sahur
  3. Pemakaian sulfonilurea 2X sehari – 1 Dosis saat buka & 1/2 dosis saat sahur
  4. Metaformin – 2/3 dosis saat buka & 1/3 dosis saat sahur
  5. DPP-4, TZDs, AGIs tidak perlu diubah
  6. Petimbangan perubahan insulin jangka pendek atau cepat menjadi insulin kerja menengah atau kerja panjang sesuai dengan dosis yang dianjutkan oleh dokter anda
  7. Sulfornilurea 1X/hari dapat diberikan sebelum berbuka puasa, sesuaikan dosis berdasarkan hasil pemeriksaan glikemi dan risiko hipoglikemi
  8. Konsulkan pemakaian dosis obat diabetes dengan dokter anda

 

Narasumber: dr. H. Latif Choibar Caropeboka, Sp.PD, KEMD, FINASIM

Terapi Rehabilitasi Medik Untuk Pasien Pasca Stroke

Pengertian Stroke & Pasca Stroke

Pasca stroke merupakan suatu tahap yang akan dijalani apabila pasien telah mengalami stroke sebelumnya. Stroke merupakan masalah yang besar dan serius. Sebagai penyebab kecacatan terbanyak kedua pada individu usia di atas 60 tahun, stroke menimbulkan beban psikososial serta biaya yang sangat besar.

Solusi Bagi Pasien Pasca Stroke

Bagi pasien pasca stroke diperlukan intervensi rehabilitasi medik agar mereka mampu mandiri untuk mengurus dirinya sendiri dan melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari tanpa harus terus menjadi beban bagi keluarganya. Namun tidak semua pasien mendapat kesempatan melanjutkan program rehabilitasi stroke setelah pulang dari perawatan. Sebagian besar disebabkan karena tidak tersedianya fasilitas rehabilitasi medik di sekitar tempat tinggal pasien. Secara umum rehabilitasi stroke fase subakut dan kronis dapat ditangani melalui tatalaksana rehabilitasi medis sederhana yang tidak memerlukan peralatan canggih. Berfokus pada upaya untuk mencegah komplikasi immobilisasi yang dapat membawa dampak kepada perburukan kondisi dan mengembalikan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Diharapkan pasien dapat mencapai hidup yang lebih berkualitas. Pelayanan Kesehatan Primer sangat penting perannya.

Sindrome stroke

Patologi stroke dapat dibagi dalam 2 kategori yaitu hemoragik dan iskemia. Gejala klinis stroke bervariasi tergantung pada bagian otak yang sirkulasinya terganggu. Secara umum stroke memberikan gambaran klinis dengan pola yang khas, dengan variasi secara individual tergantung pada ukuran pembuluh darah, pola aliran atau luasnya disrupsi aliran darah ke otak.

Gangguan fungsi akibat stroke

Dalam rehaebilitasi medis, istilah fungsi merujuk pada kemampuan/ketrampilan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, aktivitas hiburan atau hobi, pekerjaan, interaksi sosial dan perilaku lain yang dibutuhkan. Aktivitas sehari-hari seseorang tentu sangat luas, individu yang satu berbeda dengan individu lain. Aktivitas sehari-hari yang perlu dinilai adalah kemampuan dasar dalam melakukan aktivitas perawatan diri sendiri yaitu makan-minum, mandi, berpakaian, berhias, menggunakan toilet, kontrol buang air kecil dan besar, berpindah tempat (transfer), mobilitas-jalan dan menggunakan tangga.

Proses Pemulihan setelah Stroke

Proses pemulihan setelah stroke dibedakan atas pemulihan neurologis (fungsi saraf otak) dan pemulihan fungsional (kemampuan melakukan aktivitas fungsional).

Pemulihan neurologis terjadi awal setelah stroke. Mekanisme yang mendasari adalah pulihnya fungsi sel otak pada area penumbra yang berada di sekitar area infark yang se- sungguhnya, pulihnya diaschisis dan atau terbukanya kembali sirkuit saraf yang sebelumnya tertutup atau tidak digunakan lagi. Kemampuan fungsional pulih sejalan dengan pemulihan neurologis yang terjadi.

Setelah lesi otak menetap, pemulihan fungsional masih dapat terus terjadi sampai batas-batas tertentu terutama dalam 3-6 bulan pertama setelah stroke. Hal itulah yang menjadi fokus utama rehabilitasi medis, yaitu untuk mengembalikan kemandirian pasien mencapai kemampuan fungsional yang optimal. Proses pemulihan fungsional terjadi berdasarkan pada proses reorganisasi atau plastisitas otak melalui:

A. Proses Substitusi
Proses ini sangat tergantung pada stimuli eksternal yang diberikan melalui terapi latihan menggunakan berbagai metode terapi. Pencapaian hasilnya sangat tergantung pada intaknya jaringan kognitif, visual dan proprioseptif, yang membantu terbentuknya proses belajar dan plastisitas otak.

b. Proses Kompensasi
Proses ini membantu menyeimbangkan keinginan aktivitas fungsional pasien dan kemampuan fungsi pasien yang masih ada. Hasil dicapai melalui latihan berulang-ulang untuk suatu fungsi tertentu, pemberian alat bantu dan atau ortosis, perubahan perilaku, atau perubahan lingkungan.

Intervensi Rehabilitasi Medis pada Stroke

Secara umum rehabilitasi pada stroke dibedakan dalam beberapa fase. Pembagian ini dalam rehabilitasi medis dipakai sebagai acuan untuk menentukan tujuan (goal) dan jenis intervensi rehabilitasi yang akan diberikan, yaitu:

  1. Stroke fase akut: 2 minggu pertama pasca serangan stroke

Pada fase ini kondisi hemodinamik pasien belum stabil, umumnya dalam perawatan di rumah sakit, bisa di ruang rawat biasa ataupun di unit stroke.

  1. Stroke fase subakut: antara 2 minggu-6 bulan pasca stroke

Pada fase ini kondisi hemodinamik pasien umumnya sudah stabil dan diperbolehkan kembali ke rumah, kecuali bagi pasien yang memerlukan penanganan rehabilitasi yang intensif. Sebagian kecil (sekitar 10%) pasien pulang dengan gejala sisa yang sangat ringan, dan sebagian kecil lainnya (sekitar 10%) pasien pulang dengan gejala sisa yang sangat berat dan memerlukan perawatan orang lain sepenuhnya. Namun sekitar 80% pasien pulang dengan gejala sisa yang bervariasi beratnya dan sangat memerlukan intervensi rehabilitasi agar dapat kembali mencapai kemandirian yang optimal.

Pada fase subakut pasien diharapkan mulai kembali untuk belajar melakukan aktivitas dasar merawat diri dan berjalan. Dengan atau tanpa rehabilitasi, sistim saraf otak akan melakukan reorganisasi setelah stroke. Reorganisasi otak yang terbentuk tergantung sirkuit jaras otak yang pal- ing sering digunakan atau tidak digunakan. Melalui rehabilitasi, reorganisasi otak yang terbentuk diarahkan agar mencapai kemampuan fungsional optimal yang dapat dicapai oleh pasien, melalui sirkuit yang memungkinkan gerak yang lebih terarah dengan menggunakan energi/tenaga se-efisien mungkin. Hal tersebut dapat tercapai melalui terapi latihan yang terstruktur, dengan pengulangan secara kontinyu serta mempertimbangkan kinesiologi dan biomekanik gerak.

Prinsip-prinsip rehabilitasi stroke:

  1. Bergerak
  2. Terapi latihan gerak, sebaiknya latihan gerak fungsional.
  3. Jangan biarkan pasien melakukan kegiatan gerak yang abnormal
  4. Gerak fungsional dapat dilatih apabila stabilitas batang tubuh sudah tercapai
  5. Persiapkan pasien dalam kondisi prima
  6. Hasil terapi latihan yang diharapkan akan optimal bila ditunjang oleh kemampuan fungsi kognitif, persepsi dan semua modalitas sensoris yang utuh.

Intervensi rehabilitasi pada stroke fase subakut ditujukan untuk:

  1. Mencegah timbulnya komplikasi akibat tirah baring
  2. Menyiapkan/mempertahankan kondisi yang memung- kinkan pemulihan fungsional yang paling optimal
  3. Mengembalikan kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari
  4. Mengembalikan kebugaran fisik dan mental
  5. Stroke fase kronis: diatas 6 bulan pasca stroke

Rehabilitasi Stroke Fase Kronis

Program latihan untuk stroke fase kronis tidak banyak berbeda dengan fase sebelumnya. Hanya dalam fase ini sirkuit-sirkuit gerak/aktivitas sudah terbentuk, membuat pembentukan sirkuit baru menjadi lebih sulit dan lambat. Hasil latihan masih tetap dapat berkembang bila ditujukan untuk memperlancar sirkuit yang telah terbentuk sebelumnya, membuat gerakan semakin baik dan penggunaan tenaga semakin efisien. Latihan endurans dan penguatan otot secara bertahap terus ditingkatkan, sampai pasien dapat mencapai aktivitas aktif yang optimal.

Kesimpulan

Dampak gejala sisa akibat stroke sangat bervariasi dan kompleks. Rehabilitasi stroke memerlukan keterlibatan tenaga profesional dalam bentuk tim yang membahas secara berkesinambungan perkembangan hasil dan secara dinamis menetapkan intervensi yang tepat dan sesuai. Namun tidak semua pasien mudah mendapatkan pelayanan rehabilitasi spesialistik. Walaupun demikian banyak hal yang masih dapat dilakukan untuk membantu pasien dan keluarganya. Mencegah komplikasi sekunder dan mengembalikan kemandirian pasien dapat sekaligus meringankan beban psikososial dan ekonomi keluarga. Profesi dokter di pelayanan kesehatan primer yang menjadi ujung tombak di masyarakat memiliki peran yang sangat penting.

Sirkumsisi Electric Couter – Kenali Manfaatnya

Definisi Sirkumsisi

” Kenali metode sirkumsisi electric couter untuk kualitas hidup anak yang lebih baik

Sirkumsisi atau khitan atau sunat adalah prosedur yang biasa dilakukan dalam operasi. Prosedur ini sama tuanya dengan peradaban manusia, dimulai pada abad pertengahan. Sekitar 25-33% dari total populasi laki-laki di dunia disunat. Di AS, rata-rata satu juta bayi laki-laki yang baru lahir disunat setiap tahunnya. Tingkat sunat di AS setinggi 70%, sementara di Inggris itu adalah 6%. Di Nigeria, tingkat sunat diperkirakan 87%. Di Indonesia usia yang paling sering adalah 5-12 tahun.

Dalam laporan paling baru yang diterbitkan oleh American Academy of the Children menyimpulkan bahwa sirkumsisi bermanfaat bagi kesehatan dari bayi baru lahir. Banyak metode sirkumsisi yang digunakan saat ini, salah satunya dengan menggunakan metode klem.

Manfaat Sirkumsisi

Manfaat spesifik termasuk mengurangi risiko mendapatkan infeksi saluran kemih, Human Immunoductency Virus (HIV) dan beberapa infeksi menular seksual lainnya, dan kanker penis. Secara khusus, bukti yang menghubungkan sunat laki-laki dengan penurunan penularan HIV telah menyebabkan masyarakat global merekomendasikan program penanganan massal sebagai strategi pencegahan HIV .

Sekitar 25-33% dari total populasi laki-laki di dunia disunat. Di AS, rata-rata satu juta bayi laki-laki yang baru lahir disunat setiap tahunnya. Tingkat sunat di AS setinggi 70%, sementara di Inggris itu adalah 6%. Di Nigeria, tingkat sunat diperkirakan 87%.2 Secara medis tidak ada batasan umur untuk melakukan sirkumsisi. Di Indonesia usia yang paling sering adalah 5-12 tahun dan banyaknya anak laki-laki untuk melakukan sirkumsisi adalah 85 % (8,7 juta). Angka kejadian sirkumsisi pada pria dipengaruhi oleh pola geografis yang berbeda. Di Asia Tenggara dan pulau Pasifik memiliki prevalensi 27% tersebar di Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Filipina. Tiga belas negara berkembang seperti di Afrika Utara dan Timur Tengah memiliki prevalensi sebesar 14% dan 28 negara Afrika Sub-Sahara memiliki prevalensi sebesar 45%.

Metode Sirkumsisi Electric Couter

Secara medis dokter memiliki beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko perdarahan pada pasien, diantaranya menggunakan CO2, laser, lem jaringan, epinephrine, nitrat silver, thrombin, dilakukan penjahitan dan penggunaan electro surgery.

Diathermy atau dengan kata lain merubah energy elektromagnetik menjadi tenaga panas untuk tindakan sirkumsisi sebenarnya masih menjadi kontroversi. Electro surgery (diathermy) pada sirkumsisi ditujukan untuk mencapai kondisi sunat yang hemostasis (menghentikan/ minimal perdarahan). Metode ini telah digunakan puluhan tahun lamanya, dan telah disempurnakan oleh Bovie dari universitas Harvard pada tahun 1926. Dimana saat itu dibuat unit electro surgery yang memproduksi arus frekuensi tinggi yang selanjutnya dihantarakan ke sebuah loop pemotong (elektroda) dan digunakan untuk pemotongan jaringan, koagulasi dan pengeringan.

Teknik electro surgery di masyarakat kita sering juga disebut laser atau popular dengan sunat laser padahal bukan, karena tidak menggunakan energy laser dan hanya menggunakan energy panas dari arus listrik frekuensi tinggi. Beberapa tenaga medis juga sering menyebutnya sebagai electro cauter (EC). 

Tahapannya adalah preputium ditarik keluar distal kemudian tabung dari klem dimasukkan sedemikian rupa sehingga bagian proksimal dari tabung dari klem berada pada korona glandis. Couter digunakan untuk menghilangkan preputium berlebihan. Gland penis sudah terlindungi dengan aman oleh tabung dari klem sehingga tidak akan cedera oleh cauter yang digunakan.

Nutrisi Pada Anak Yang Harus Diperhatikan

Pentingnya Mengetahui Nutrisi Pada Anak

Nutrisi pada anak sangat penting untuk diperhatikan karena mereka masih berada dalam masa perkembangan dan petumbuhan. Anak bisa berisiko malnutrisi jika kekurangan selera makan dalam waktu lama, hanya mengonsumsi makanan tertentu, atau tidak mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Angka Kecukupan Gizi (AKG) dibuat berdasarkan penelitian terkini untuk kesehatan anak yang optimal. AKG dimaksudkan untuk mempertahankan kesehatan dalam jangka panjang dengan mengurangi risiko terjadinya penyakit kronis dan memcegah kekurangan nutrisi.

Energi

Keperluan energi tergantung pada laju metabolisme basal, kecepatan pertumbuhan, dan aktivitas. Energi dari makanan harus mencukupi untuk pertumbuhan dan aktivitas. Komposisi energi yang dianjurkan adalah 45% hingga 65% dari karbohidrat, 10% hingga 30 % dari protein, dan 25%  hingga 35% dari lemak. Kebutuhan energi total pada anak meningkat sesuai usia anak, berkisar 1000 kkal hinga 2000 kkal.

Protein

Keperluan protein berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak, mulai dari 1,1 gram/kilogram berat badan pada masa balita, hingga 0,95 gram/kilogram berat badan pada remaja. Kekurangan protein biasanya terjadi pada anak yang menderita berbagai alergi makanan, anak pemilih makanan, dan tidak tersedianya makanan. Protein bisa diperoleh dari daging, ayam, ikan, telur, susu, keju, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan lain-lain.

Vitamin dan Mineral

Berbagai vitamin dan mineral dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan asupan vitamin dan mineral dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan penyakit akibat kekurangan mikronutrien. Besi, kalsium, seng, dan vitamin D adalah mikronutrien yang perlu diperhatikan dalam pemberian nutrisi untuk anak.

Besi

Anak berusia 1 tahun hingga 3 tahun berisiko kekurangan zat besi, yang dapat menyebabkan terjadinya anemia. Pertumbuhan yang baik ditandai oleh meningkatnya kadar darah merah anak. AKG zat besi adalah 8mg hingga 20mg. Besi banyak terdapat dalam kerang, daging, hati, kedelai, bayam, kacang merah, sarden, labu, tomat, dan lain – lain.

Kalsium

Kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang anak. Kebutuhan kalsium tergantung pada kecepatan penyerapan saluran cerna, asupan protein, vitamin D, dan fosfor. AKG kalsium adalah 650mg hingga 1200mg. Kalsium bisa didapat dari susu, yogurt, keju, tahu, tempe, almond, wijen, hazelnut, sarden, salmon, kerang, udang, okra, kol, kale, brokoli, jeruk, susu kedelai, rumput laut, dan lain-lain.

Seng

Seng diperlukan untuk pertumbuhan anak. Kekurangan seng dapat berakibat terhambatnya pertumbuhan, berkurangnya selera makan, berkurangnya kemampuan pengecapan, dan gangguan penyembuhan luka. AKG seng adalah 3mg hingga 11mg.  Seng terdapat dalam kerang, daging, sereal, kacang-kacangan, ayam, yogurt, oatmeal, keju, susu, kacang polong, dan lain-lain.

Vitamin D

Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium, dan dapat mencegah berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, dan diabetes. Vitamin Dcdapat terbentuk di kulit setelah terpapar sinar matahari & banyak terdapat dalam minyak hati ikan cod, salmon, jamur, tuna, susu, yogurt, margarine, ikan sarden, hati, telur, sereal, keju, dan lain-lain.

Narasumber: Dr. M. Ingrid Budiman, Sp.GK

Nutrisi Tepat untuk Hati Sehat

Hati merupakan organ yang memegang peranan penting dalam tubuh. Hati berperan dalam lebih dari 500 proses dalam tubuh. Fungsi hati antara lain untuk metabolisme karbohidrat, protein, lemak; penyimpanan dan pengaktifan vitamin dan mineral; pembentukan dan pengaturan cairan empedu; dan menghilangkan racun dalam darah. Hati yang sehat memiliki kemampuan untuk memperbaharui sel – selnya yang rusak.

Hati menyimpan vitamin – vitamin larut lemak seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K; serta mikronutrien lain yaitu vitamin B12 , seng, besi, tembaga, dan mangan. Hati membentuk protein yang berguna untuk pengangkutan vitamin A, besi, seng, dan tembaga dalam darah. Vitamin A dan vitamin D diubah menjadi bentuk aktifnya di hati. Sel – sel hati mengurai racun seperti amonia, obat, alkohol, polutan, pestisida, herbisida, dan racun lain dalam tubuh yang kemudian dibuang melalui ginjal.

Kesehatan hati harus dijaga karena banyaknya fungsi yang dijalankan. Penyakit hati yang sering dijumpai antara lain hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E. Pencegahan terhadap penyakit hepatitis A dan hepatitis E adalah dengan melindungi makanan dan minuman dari kemungkinan terpapar oleh virus – virus tersebut. Sedangkan pencegahan untuk hepatitis B, hepatitis C, dan hepatitis D antara lain dengan menghindari cairan tubuh dan darah orang yang terkena penyakit tersebut.

Asupan kalori yang berlebihan, obat – obatan, penyakit bawaan, diabetes, dan obesitas dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di hati. Jika penumpukan ini terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama, sel – sel hati menjadi rusak dan terjadilah penyakit hati kronis. Penurunan berat badan dan vitamin E diperlukan untuk mencegah perburukan perlemakan hati.

Kebutuhan energi orang dewasa adalah sekitar 2100 kalori untuk pria dan 1700 kalori untuk wanita. Kebutuhan energi tergantung pada jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan umur. Kebutuhan karbohidrat harian berkisar antara 250 gram hingga 350 gram, protein 50 gram hingga 70 gram, dan lemak 40 gram hingga 60 gram.

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari – hari yang mengandung jenis dan jumlah zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, bahan baku pangan, aktivitas fisik,perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahanakan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Perilaku konsumsi pangan gizi seimbang dapat terganggu oleh pola kegiatan seperti waktu kerja yang ketat, waktu di rumah yang singkat, peningkatan risiko terpapar polusi dan makanan yang tidak aman, ketersediaan berbagai makanan siap saji dan siap olah, dan ketidaktahuan tetang gizi. Selain itu, kecenderungan beraktivitas ringan atau santai juga turut berpengaruh dalam status gizi. Perlu perhatian terhadap perilaku gizi seimbang untuk mencapai pola hidup sehat, aktif, dan produktif.

Konsumsi alkohol dapat menyebabkan rusaknya sel – sel hati. Setelah masuk kedalam tubuh, alkohol diubah menjadi acetaldehyde yang dapat mengubah struktur dan fungsi sel. Konsumsi alkohol dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme vitamin – vitamin di hati. Selain itu, terjadi juga perlemakan hati, yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit hati kronis apabila berlangsung dalam  jangka waktu yang lama.

Untuk mencegah dan membantu memperbaiki kerusakan sel – sel hati yang telah terjadi, tubuh memerlukan berbagai senyawa antioksidan. Antioksidan terdapat di dalam makanan, terutama dalam buah dan sayur. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan antara lain vitamin A, vitamin C, dan vitamin E.; dan mineral yang berperan sebagai antioksidan antara lain selenium, tambaga, seng, mangan, dan besi.

Vitamin A dan vitamin E berperan dalam mempertahankan dinding sel, sedangkan vitamin C berperan dalam mempertahankan kondisi cairan di dalam sel. Mangan, tembaga, dan seng berperan dalam mengubah senyawa yang beracun menjadi senyawa yang lebih sederhana. Selenium dan besi melanjutkan proses tersebut dengan mengubah senyawa sederhana menjadi air sehingga tidak beracun bagi tubuh.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) secara umum menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, yang terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 ½ porsi atau 2 ½ gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah, (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang atau 1 ½ potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Bagi orang Indonesia dianjurkan konsumsi sayuran dan buah – buahan 300 gram  hingga 400 gram per orang per hari bagi anak balita dan anak usia sekolah, dan 400 gram hingga 600 gram per orang per hari bagi remaja dan orang dewasa. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi sayuran dan buah-buahan tersebut adalah porsi sayur.

Narasumber:

Menjaga Kesehatan Hati Dengan Nutrisi Yang Tepat

Apa Sebenarnya Fungsi Hati?

Menjaga kesehatan hati merupakan hal penting untuk dilakukan agar fungsi tubuh dapat berjalan secara optimal. Hati berperan dalam lebih dari 500 proses dalam tubuh. Fungsi hati antara lain untuk metabolisme karbohidrat, protein, lemak; penyimpanan dan pengaktifan vitamin dan mineral; pembentukan dan pengaturan cairan empedu; dan menghilangkan racun dalam darah. Hati yang sehat memiliki kemampuan untuk memperbaharui sel – selnya yang rusak.

Dengan menjaga kesehatan hati, organ ini dapat menyimpan vitamin – vitamin larut lemak seperti vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K; serta mikronutrien lain yaitu vitamin B12 , seng, besi, tembaga, dan mangan. Hati membentuk protein yang berguna untuk pengangkutan vitamin A, besi, seng, dan tembaga dalam darah. Vitamin A dan vitamin D diubah menjadi bentuk aktifnya di hati. Sel – sel hati mengurai racun seperti amonia, obat, alkohol, polutan, pestisida, herbisida, dan racun lain dalam tubuh yang kemudian dibuang melalui ginjal.

Waspadai Penyakit Yang Dapat Menyerang Organ Hati

Kesehatan hati harus dijaga karena banyaknya fungsi yang dijalankan. Penyakit hati yang sering dijumpai antara lain hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis E. Pencegahan terhadap penyakit hepatitis A dan hepatitis E adalah dengan melindungi makanan dan minuman dari kemungkinan terpapar oleh virus – virus tersebut. Sedangkan pencegahan untuk hepatitis B, hepatitis C, dan hepatitis D antara lain dengan menghindari cairan tubuh dan darah orang yang terkena penyakit tersebut.

Asupan kalori yang berlebihan, obat – obatan, penyakit bawaan, diabetes, dan obesitas dapat menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di hati. Jika penumpukan ini terjadi terus menerus dalam jangka waktu lama, sel – sel hati menjadi rusak dan terjadilah penyakit hati kronis. Penurunan berat badan dan vitamin E diperlukan untuk mencegah perburukan perlemakan hati.

Mengetahui Kebutuhan Gizi Untuk Diet Yang Seimbang

Kebutuhan energi orang dewasa adalah sekitar 2100 kalori untuk pria dan 1700 kalori untuk wanita. Kebutuhan energi tergantung pada jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan umur. Kebutuhan karbohidrat harian berkisar antara 250 gram hingga 350 gram, protein 50 gram hingga 70 gram, dan lemak 40 gram hingga 60 gram.

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari – hari yang mengandung jenis dan jumlah zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, bahan baku pangan, aktivitas fisik,perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahanakan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

Perilaku konsumsi pangan gizi seimbang dapat terganggu oleh pola kegiatan seperti waktu kerja yang ketat, waktu di rumah yang singkat, peningkatan risiko terpapar polusi dan makanan yang tidak aman, ketersediaan berbagai makanan siap saji dan siap olah, dan ketidaktahuan tetang gizi. Selain itu, kecenderungan beraktivitas ringan atau santai juga turut berpengaruh dalam status gizi. Perlu perhatian terhadap perilaku gizi seimbang untuk mencapai pola hidup sehat, aktif, dan produktif.

Upaya Pencegahan Yang Harus Diketahui Untuk Menjaga Kesehatan Hati

Untuk menjaga fungsi hati agar tetap sehat maka anda perlu menghindari konsumsi alkohol yang dapat menyebabkan rusaknya sel – sel hati. Setelah masuk kedalam tubuh, alkohol diubah menjadi acetaldehyde yang dapat mengubah struktur dan fungsi sel. Konsumsi alkohol dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme vitamin – vitamin di hati. Selain itu, terjadi juga perlemakan hati, yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit hati kronis apabila berlangsung dalam  jangka waktu yang lama

Peran Vitamin Untuk Kesehatan Tubuh

Untuk mencegah dan membantu memperbaiki kerusakan sel – sel hati yang telah terjadi, tubuh memerlukan berbagai senyawa antioksidan. Antioksidan terdapat di dalam makanan, terutama dalam buah dan sayur. Vitamin yang berperan sebagai antioksidan antara lain vitamin A, vitamin C, dan vitamin E.; dan mineral yang berperan sebagai antioksidan antara lain selenium, tambaga, seng, mangan, dan besi.

Vitamin A dan vitamin E berperan dalam mempertahankan dinding sel, sedangkan vitamin C berperan dalam mempertahankan kondisi cairan di dalam sel. Mangan, tembaga, dan seng berperan dalam mengubah senyawa yang beracun menjadi senyawa yang lebih sederhana. Selenium dan besi melanjutkan proses tersebut dengan mengubah senyawa sederhana menjadi air sehingga tidak beracun bagi tubuh.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) secara umum menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, yang terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 ½ porsi atau 2 ½ gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah, (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang atau 1 ½ potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Bagi orang Indonesia dianjurkan konsumsi sayuran dan buah – buahan 300 gram  hingga 400 gram per orang per hari bagi anak balita dan anak usia sekolah, dan 400 gram hingga 600 gram per orang per hari bagi remaja dan orang dewasa. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi sayuran dan buah-buahan tersebut adalah porsi sayur.

Narasumber: Dr. M. Ingrid Budiman, Sp.GK

Penularan HIV AIDS: Fakta dan Mitos

HIV AIDS merupakan penyakit menular yang bisa diderita oleh pria maupun wanita. HIV (Human Immunodeficiency Virus) mampu menyerang sistem imun tubuh semua orang dari segala usia. Ada beberapa fakta dan mitos penularan HIV/AIDS yang dapat membantu anda untuk menjadi lebih cermat dalam menghadapi Orang Dengan HIV/AIDS atau yang biasa disingkat sebagai ODHA.

Fakta penularan HIV AIDS:

  1. Melalui darah: HIV AIDS dapat menular melalui darah. Pada kasusnya, HIV AIDS bisa menular melalui darah dengan penggunaan jarum suntik yang digunakan bersama-sama, misalnya dengan menggunakan jarum suntik saat membuat tato atau dengan menggunakan NAPZA suntik. Selain penggunaan jarum, HIV AIDS juga bisa tertular apabila anda bercumbu dengan pasangan yang mengidap HIV apabila ada luka terbuka pada mulut pasangan anda. Terakhir, HIV bisa ditularkan melalui penerimaan donor darah dari penderita HIV.
  2. Hubungan seks: Berhubungan seks tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan akan meningkatkan kemungkinan bagi seseorang untuk  terkena maupun tertular HIV AIDS. Karena saat berhubungan seks, cairan vagina dan sperma akan tertukar.
  3. Air Susu Ibu: Seorang ibu dengan HIV AIDS bisa menularkan anaknya melalui ASI. ASI yang dikonsumsi dapat memengaruhi tingkat penularan pada anak sebesar 25-30%.

Mitos penularan HIV/AIDS:

  1. Melalui udara: HIV tidak bisa ditularkan melalui udara. Meskipun anda berada satu ruangan dengan ODHA dan menghirup udara yang sama, anda tidak akan tertular.
  2. Melalui keringat: meskipun keringat merupakan salah satu cairan tubuh selain cairan vagina dan sperma, tetapi jika anda secara tidak sengaja bersentuhan dengan ODHA yang sedang berkeringat atau setelah berolahraga di gym anda tidak akan tertular HIV.
  3. Saat bercumbu: bercumbu akan membuat anda dan orang lain bertukar cairan, tetapi anda tidak akan tertular HIV. Kecuali, jika mulut orang tersebut memiliki luka terbuka dan berdarah.
  4. Berjabat tangan: berjabat tangan dengan ODHA tidak akan membuat anda tertular HIV.
  5. Berpelukan: berpelukan secara dekat atau intim dengan ODHA juga tidak akan membuat anda tertular HIV karena anda tidak bertukar cairan apapun.
  6. Melalui peralatan makan: HIV tidak menular melalui air liur meskipun anda bertukar sendok, garpu, hingga sedotan dengan ODHA.

Cara mencegah HIV AIDS:

  1. Tidak melakukan seks bebas: hanya berhubungan intim dengan 1 orang saja dapat mencegah risiko anda untuk terkena HIV AIDS.
  2. Menggunakan pengaman: menggunakan pengaman saat berhubungan seks seperti kondom pria atau kondom wanita untuk mencegah cairan vagina dan cairan sperma tertukar.

Jadi, hanya melalui darah, ASI, dan cairan sperma dan vagina HIV AIDS bisa tertular. Maka tidak ada alas an bagi anda untuk merasa gelisah berada dekat dengan ODHA. Jika anda ingin melakukan tes untuk memastikan kesehatan anda, anda bisa langsung berkunjung ke Bethsaida Hospital untuk memastikan kesehatan anda.