Mengenal Gejala Virus Corona Dari Hari ke Hari

Hingga saat ini masih banyak orang yang baru melakukan pemeriksaan deteksi dini saat mengalami gejala dari suatu penyakit seperti demam tinggi, batuk, pilek dan lainnya.

Kenali lebih awal mulai hari ke1 masuknya virus ke dalam tubuh, agar parahnya sakit bisa dicegah. Gejala demam tinggi baru muncul di hari ke 8, dimana virus sudah berhasil berkembang, merusak dan merasuk luas di dalam tubuh. Tingkatkan daya tahan tubuh sebelum virus berhasil menghancurkan kita.

Perhatikan keadaan diri kita sejak kemungkinan mulai terpapar, yaitu sebagai berikut :

Hari ke 1- 3 :
• Hanya seperti masuk angin ringan.
• Makan minum masih normal.
• Tenggorokan hanya sedikit sakit.

Hari ke 4 :
• Sakit kepala ringan.
• Badan sedikit anget, sekitar 36.5°C.
• Sakit tenggorokan ringan.
• Suara mulai serak.
• Selera makan mulai terganggu.
• Indera Perasa/Pengecap “hilang”
• Indera penciuman juga menghilang.
• Sedikit diare ringan.

Hari ke 5 :
• Sakit tenggorokan.
• Suara serak.
• Badan mulai terasa meriang.
• Temperatur sekitar 36.5 – 36.7 °C.
• Badan terasa lelah, cape, sakit.
• Jari² dan persendian terasa sakit.

Hari ke 6 :
• Mulai demam ringan sekitar 37°C.
• Batuk kering atau sedikit berlendir.
• Sesekali terasa susah bernapas.
• Sakit Tenggorokan ketika bicara.
• Sakit waktu makan dan menelan.
• Mual dan mungkin muntah.
• Ada diare.

Hari ke 7 :
• Demam agak tinggi 37.4 – 37.8 °C.
• Batuk lebih banyak dan berdahak.
• Napas pendek² dan tetap.
• Kepala sakit kepala dan berat.
• Nyeri² seluruh tubuh.
• Diare bertambah.

Hari ke 8 :
• Demam tinggi 38°C atau lebih.
• Sulit bernapas, dada terasa berat.
• Sakit kepala, punggung dan sendi².
• Batuk terus menerus.
• Sulit berbicara, seperti bisu.

Hari ke 9 :
• Semua gejala tidak berubah.
• Batuk bertambah parah.
• Demam tak menentu, tak teratur.
• Napas bertambah Sulit.
• Pencegahan sudah tak mungkin.
• Harus segera ditolong intensif.

Bila waspada di hari ke 1-3 tingkatkan daya tahan tubuh, minum vitamin² C, D, E serta sedia panadol (parasetamol), mungkin penyakit ini dapat dihalau untuk berakhir sebelum parah dan kesembuhan boleh didapatkan.

Gejala hari ke 1-3 sangat² ringan dan sering terabaikan tak terdeteksi.
Mungkin hari ke 4 baru mulai curiga. Cepat isolasi mandiri, banyak minum air hangat atau jamu²an juga boleh. Berjemur diri, banyak cuci tangan, cuci muka, ganti baju. Makan makanan yg bergizi dan minum vitamin².

Selamat bersikap dan waspada. Tetap tenang namun bijak. Hindari kemungkinan terpapar sebisa mungkin. Semoga berhasil “berperang” melawan covid dan semoga kita tetap sehat.

Terima kasih sudah membaca.

Referensi: Dr. H. Latif Choibar Caropeboka Sp.PD, KEMD, FINASIM

Gejala Penyakit Hipertiroid dan Penyebabnya

Tiroid merupakan kelenjar yang terdapat pada bagian tenggorokan dan seringkali diibaratkan bentuk seperti kupu-kupu yang melingkupi tenggorokan. Kelenjar tiroid tepatnya terletak pada bagian leher yang berperan sebagai penghasil hormon tiroid yang berfungsi untuk mengendalikan proses metabolisme, mengatur suhu tubuh, dan mengatur denyut jantung. Hipertiroid merupakan penyakit dimana kadar hormon tiroid diproduksi terlalu tinggi dalam tubuh sehingga hormon tersebut akan menimbulkan beberapa gejala penyakit hipertiroid.

Apa penyebab hipertiroid?

Menurut dr. Rochsismandoko, Sp.PD, KEMD, FINASIM, FACE dari Bethsaida Hospital,  hipertiroid dapat disebabkan oleh penyakit autoimun yang diturunkan secara genetik, efek samping obat, hingga konsumsi makanan yang mengandung yodium terlalu tinggi dengan frekuensi yang cukup sering. Makanan yang mengandung yodium tinggi misalnya adalah makanan laut, produk susu, dan telur.

Gejala penyakit hipertiroid

  • Metabolisme meningkat: jika metabolisme anda meningkat, artinya aliran darah anda juga akan meningkat sehingga membuat ginjal akan memproduksi lebih banyak urin dan anda akan menjadi lebih sering buang air kecil.
  • Cepat merasa lelah dan lemas padahal tidak melakukan aktivitas yang berat.
  • Seringkali kesulitan bernapas atau sesak napas padahal tidak memiliki riwayat asma yang akut.
  • Berat badan turun tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, padahal anda tidak melakukan diet sama sekali. Hal ini berhubungan dengan proses metabolisme yang cepat.
  • Kaki terlihat lebih bengkak.
  • Diare.
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Denyut jantung yang berubah menjadi sangat cepat pada saat-saat tertentu, padahal anda tidak melakukan aktivitas berat atau aktivitas yang memacu adrenalin.

Kapan anda harus periksa ke dokter?

Anda dapat memeriksakan diri anda ke dokter apabila anda sudah merasakan gejala dan tanda hipertiroid seperti yang disebutkan diatas dalam beberapa bulan atau jangka waktu yang cukup lama. Hipertiroid dapat menyebabkan komplikasi yang mematikan jika didiamkan saja. Anda dapat berkunjung ke Thyroid and Metabolic Center di Bethsaida Hospital. Anda juga dapat mendaftarkan diri anda pada promo deteksi dini yang tersedia.

Narasumber: dr. Rochsismandoko, Sp.PD, KEMD, FINASIM, FACE

Gejala Kanker Usus Besar dan Penanganannya

Gejala kanker usus besar seringkali disamakan dengan gejala wasir, padahal kedua penyakit tersebut memiliki perbedaam yang signifikan. Kanker usus besar merupakan suatu kondisi dimana adanya selaput lendir yang menyelimuti bagian kolon dan rektum. Anda harus mengenali gejala kanker usus besar agar dapat ditangani dengan segera, karena di Indonesia kanker usus besar merupakan kasus kanker yang paling sering dijumpai hingga menempati urutan ke-3 setelah kanker payudara dan kanker serviks.

Menurut dr. Eko Priatno, Sp. B (K)BD dari Bethsaida Hospital, terdapat dua faktor risiko yang menyebabkan kanker usus besar, yaitu faktor yang bisa dikendalikan oleh anda dan faktor yang tidak bisa dikendalikan oleh anda.

Faktor yang bisa dikendalikan:

  • Diet tinggi serat dengan mengonsumsi buah dan sayur
  • Tidak mengonsumsi daging merah terlalu banyak
  • Kurangi kebiasaan merokok
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Mengurangi aktivitas fisik yang terlalu berat

Faktor yang tidak bisa dikendalikan:

  • Usia lebih diatas 50 tahun
  • Riwayat keluarga yang pernah menderita kanker usus besar

Gejala kanker usus besar:

  • Buang air besar berdarah, tetapi seringkali dianggap sebagai wasir
  • Selalu diare atau sulit sekali untuk buang air besar
  • Berat badan menurun tanpa alasan jelas, padahal anda tidak sedang menjalankan program diet atau melakukan aktivitas berat
  • Bentuk feses kecil layaknya sebuah pensil
  • Setiap buang air besar anda merasa perut anda masih terasa ada isinya dan tidak terbuang secara sempurna
  • Anus sering terasa nyeri saat mengejan atau saat tidak mengejan

Apabila anda sudah mengalami gejala-gelaja seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya anda segera berkonsultasi ke Digestive Center di Bethsaida Hospital untuk mencegah situasi dan kondisi yang lebih buruk.

Berbagai opsi pemeriksaan

Terdapat berbagai opsi pemeriksaan yang bisa anda pilih untuk menegakan diagnose terhadap gejala-gejala kanker usus besar yang anda alami. Mulai dari pemeriksaan endoskopi, kolonoskopi, biopsi, dan CT Scan abdomen.

Cara mencegah kanker usus besar

Bagi anda yang sudah memiliki masalah pencernaan dan pernah merasakan gejala kanker usus besar seperti yang disebutkan, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan. Mulai dari berhenti merokok, mengonsumsi aspirin dengan dosis yang rendah setiap hari, mengonsumsi asam folat, buah-buah dan sayuran secara teratur untuk melancarkan pencernaan, serta lakukan olahraga secara rutin.

Jika anda ingin melakukan pemeriksaan atau sekedar berkonsultasi, anda dapat berkunjung ke Digestive Center Bethsaida Hospital.

Narasumber: dr. Eko Priatno, Sp. B (K)BD

Merawat Gigi Behel dengan Benar

Merawat gigi behel dengan benar berbeda dengan merawat gigi biasa yang tidak menggunakan behel atau kawat gigi. Behel atau kawat gigi merupakan teknik untuk merapikan susunan gigi seseorang agar telihat lebih terstruktur. Salah satu cara paling umum untuk merawat gigi adalah dengan menggosok gigi, sayangnya gigi behel lebih sulit dibersihkan dan dijangkau dibandingkan dengan gigi yang tidak menggunakan behel.

Jika gigi behel tidak dirawat dengan baik dan benar, hal tersebut akan menyebabkan gigi menjadi berlubang, gusi sariawan, perih dan iritasi. Menurut drg. Fauzia Adhiwidyanti, Sp.Ort dari Bethsaida Hospital Dental Center terdapat beberapa tips untuk merawat gigi behel dengan baik dan benar:

  1. Menggunakan dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi secara maksimal dan lebih presisi.
  2. Jaga kesehatan mulut dan gusi dengan obat kumut antiseptik untuk membantu menghilangkan sisa makanan yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.
  3. Selalu kumur mulut dengan air putih setelah selesai makan untuk menghindari sisa makanan yang terselip pada bracket.
  4. Tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan lengket seperti dodol dan permen karet. Karena makanan yang lengket akan mudah menempel pada behel dan membuat bracket rentan lepas.
  5. Hindari konsumsi makanan yang mengandung banyak tepung dan gula agar plak tidak menumpuk pada gigi.
  6. Usahakan untuk memilih sikat gigi dan pasta gigi khusus untuk perawatan behel.
  7. Rutin kontrol setiap bulan untuk mengganti bracket yang renggang.
  8. Potong makanan yang terlalu besar menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikunyah. Hal ini juga membantu agar bracket tidak mudah lepas.
  9. Menyikat gigi setiap hari minimal 2x sehari sesudah bangun tidur dan sebelum tidur.

Jika anda ingin berkonsultasi mengenai pemasangan behel atau sekedar berkonsultasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, anda bisa mengunjungi Bethsaida Hospital Dental Centersebagai one stop dental service.

Narasumber: drg. Fauzia Adhiwidyanti, Sp.Ort

Cegah Penyebaran Virus Corona di Transportasi Umum

Waspadai Penyebaran Virus Corona

Penyebaran Virus corona harus diwaspadai oleh semua orang terutama bagi mereka yang sering menggunakan transportasi umum. Karena besar kemungkinan kita untuk bersentuhan dengan orang yang tidak diketahui kebersihannya.

Mengingat jumlah korban dari virus corona ini semakin meningkat, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama disaat menggunakan transportasi umum.

Hal ini disebabkan karena penularan virus corona ini lebih tinggi disaat masyarakat mengendarai kereta, bus atau pesawat dibandingkan dengan kendaraan pribadi.

Tetapi anda tidak perlu khawatir atau panik, karena ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan bagi anda yang kesehariannya menggunakan transportasi umum.

Langkah Pencegahan jika Menggunakan Kereta atau Bus

Apabila anda adalah pengguna transportasi umum seperti KRL Commuter Line atau Transjakarta, berikut ini adalah langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan corona virus:

  1. Menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.
  2. Jangan lupa untuk melakukan langkah mencuci tangan yang benar beberapa kali dalam sehari terutama di saat tangan terlihat kotor
  3. Apabila anda sedang sakit, kenakanlah masker untuk mencegah penyebaran virus di area sekitar transportasi umum
  4. Hindari penggunaan transportasi umum disaat kondisi sedang penuh dan sesak. Karena keterbatasan ruang gerak dan tingginya kemungkinan untuk bersentuhan dengan lebih banyak orang bisa menyebabkan penularan bakteri atau virus.
  5. Apabila anda menyentuh tiang, pegangan di transportasi umum segera mencuci tangan dengan sanitizer
  6. Gunakanlah pinggul, siku atau punggung untuk menggeser pintu atau apapun di transportasi publik
  7. Tutuplah hidung dan mulut disaat batuk atau bersin dengan menggunakan lekukan siku atau tisu. Lalu buanglah tisu ke tempat sampah yang tertutup
  8. Waspada peletakan barang atau tas apabila ditaruh di lantai ataupun di tempat yang tersedia. Segera lakukan pembersihan barang atau tas dengan lap disinfektan atau tisu basah antiseptik.
  9. Hindari mengosumsi makanan di transportasi umum karena ada kemungkinan kontaminasi terjadi dari tangan ke mulut
  10. Hindari penggunaan perangkat elektronik seperti handphone disaat tangan atau jari anda menyentuh tiang atau pegangan bus.

Lalu Bagaimana Langkah Pencegahan apabila Menggunakan Pesawat?

Sebenarnya risiko terinfeksi virus corona di pesawat terbang tergolong lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan transportasi umum seperti kereta atau bus.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, udara di pesawat berganti sepenuhnya setiap 2-3 menit. Kedua, udara di pesawat dibersihkan dengan filter udara dengan efesiensi tinggi.

Jadi penularan virus corona bisa terjadi bukan dari udara akan tetapi dari penumpang yang sudah terjangkit dengan virus corona tersebut.

Mengingat satu pesawat bisa terbang beberapa kali dalam sehari, tentu kuman dan virus yang dibawa oleh seseorang dapat mencemari isi pesawat.

Menurut WHO area risiko tertinggi untuk terkena kontaminasi virus ini ada di dua baris depan, belakang atau samping orang yang telah terinfeksi.

Pencegahan Penyebaran Corona Virus di Pesawat

Karena itu pastikan anda mencuci tangan secara rutin, membersihkan gagang tangan dan meja apabila memungkinkan, bersin dan batuk di dalam tisu.

Jika anda mencurigai penumpang yang duduk di sekitar anda mengalami gejala dari corona virus, berbicaralah dengan kru pesawat terbang agar minta dipindahkan atau memberikan pengertian terhadap orang tersebut untuk menggunakan masker. 

Pada akhirnya perlu kita ingatkan bahwa semua orang berisiko untuk terkena Corona Virus. Jika anda mengalami gejala dari Corona Virus maka sebaiknya anda langsung berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Paru untuk dilakukan pemeriksaan lanjut.

Referensi:

  • BBC Reality Check: Coronavirus: What’s the risk of flying or taking the train?
  • National Center for Immunization and Respiratory Diseases (NCIRD), Division of Viral Diseases: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/travelers/faqs.html
  • WHO:how to protect yourself when travelling during the coronavirus (COVID-2019) outbreak.https://www.youtube.com/watch?time_continue=3&v=0KBvReECRrI&feature=emb_logo

Cara Meningkatkan Produksi ASI dengan Ampuh

Apakah ibu sering mencari cara meningkatkan produksi ASI? Ternyata  ada cara yang sangat ampuh dan mudah untuk meningkatkan produksi ASI. Pada umumnya, seorang ibu yang baru melahirkan memiliki kekhawatiran bahwa ASI yang dimilikinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak. Nyatanya, banyak atau kurangnya produksi ASI tergantung pada pola pikir dan percaya diri sang ibu.

Faktor internal:

Menurut konsultan laktasi dr. Lidya Suryany Holiwono dari Bethsaida Hospital, cara meningkatkan produksi ASI yang paling ampuh adalah dengan memiliki pola pikir positif dan percaya diri memiliki peran paling dominan bagi produksi ASI. Seorang ibu yang percaya diri dan optimis bahwa ASI nya mampu mencukupi anak, maka pasti produksi ASI ibu tersebut akan cukup. Rasa percaya diri ibu dapat didukung oleh orang-orang terdekat, seperti ayah, ibu, suami, sahabat, konsultan laktasi yang dapat memberikan dukungan dan saran tepat yang sesuai dengan kondisi tubuh ibu, dan komunitas yang sedang menjalani situasi yang serupa.

Faktor eksternal:

Faktor lain yang dapat memengaruhi meningkatnya produksi ASI adalah dengan melakukan pijat oksitosin. Pijat oksitosin dapat dilakukan oleh bidan-bidan yang terlatih dan dapat disimak oleh orang terdekat yang paling dicintai oleh ibu agar bisa dipraktekkan sendiri di rumah. Selain itu, suplemen peningkat ASI bisa dikonsumsi untuk memberikan pola pikir optimis pada ibu bahwa produksi ASI pasti akan meningkat akibat pertolongan suplemen ASI. Tetapi, seiring berjalannya waktu suplemen peningkat ASI tidak perlu dikonsumsi oleh ibu.

Sebagai pengganti suplemen ASI, ibu bisa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air. Karena pada dasarnya, 90% kandungan ASI berasal dari air. Minum bayak air mineral sudah pasti menjadi keharusan, tetapi asupan air juga bisa ditambahkan melalui makanan, seperti sup sayur-mayur dan buah semangka.

Tidak perlu khawatir lagi mengenai produksi ASI yang kurang untuk anak, karena kekhawatiran hanya akan membuat produksi ASI ibu menjadi terhambat. Bethsaida Hospital juga menyediakan wadah bagi ibu yang baru melahirkan maupun ibu menyusui untuk langsung berkonsultasi dengan konselor ASI di Bethsaida Hospital agar perjalanan menyusui seorang ibu menjadi lebih baik.

Narasumber: dr. Lidya Suryany Holiwono

Center of Excellence Bethsaida Hospital

Bethsaida Hospitals menyediakan Center of Excellence sebagai layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat dengan komitmen dan ketulusan sebagai saluran berkat dan kasih Tuhan pada sesama lingkungan. Bethsaida Hospitals memiliki 8 center yang disebut sebagai Center of Excellence dimana kami menyediakan fasilitas dan pelayanan medis terbaik untuk berbagai macam gejala kesehatan.

Neuro Radiology Center

Neuro Radiology Center didukung oleh dokter spesialis radiologi intervensi yang mampu menerapkan teknik meminimilkan invasif. Neuro Radiology Center juga didukung oleh peralatan medis yang canggih seperti Magnetic Imaging/MRI 1,5 Tesla dan Multi Source CT Scan yang mampu mendeteksi gangguan pada otak.

Cardiac center

Menghadirkan pelayanan kesehatan promotif, preventif dan kuratif sehingga pasien dapat menjalankan pemeriksaan dan pengobatan secara maksimal. Didukung dengan fasilitas lengkap seperti elektrokardiogram, treadmill¸stress-echo, vascular Doppler, holter monitoring (EKG 24 jam) dan ABPM yang dapat mengukur tekanan darah selama 24 jam.

Hyperbaric Center

Terapi hiperbarik ditujukan untuk memberikan 100% oksigen murni pada pasien yang berada dalam ruangan dengan tekanan tinggi yang telah terbukti secara klinis. Serupa dengan prinsip dasar fisika, bahwa dengan menghirup oksigen dalam ruangan bertekanan tinggi akan meningkatkan kelarutan oksigen dalam darah plasma sehingga tubuh menjadi lebih cepat dirangsang untuk membentuk sel-sel dan jaringan baru.

Digestive Center

Digestive Center menghadirkan penanganan berbagai masalah pencernaan seperti gastroenterologi, hepatologi, dan endoskopi yang berfokus pada berbagai organ pencernaan seperti lambung, usus kecil dan besar, pakreas, kantong empedu, dan lain-lainnya.

Dental Center

Bethsaida Hospitals Dental Center BHDC) merupakan one stop dental service yang menyediakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut berstandar tinggi dengan menyediakan tim professional dokter dan perawat. Kelengkapan BHDC dibuktikan dengan teknologi canggih dan bahan berkualitas yang disediakan.

Aesthetic Center


Aesthetic Center membantu mengoptimalkan kecantikan alami dan membawa percaya diri bagi pasien. Berbagai treatment yang ditawarkan oleh Aesthetic Center adalah facial cosmetic surgery/non surgery, body contouring, dan dermatology treatments yang langsung dikerjakan oleh dokter dan perawat yang kompeten.

Orthopedic Center

Bethsaida Hospitals Orthopedic Center memberikan pelayanan terpadu dan komprehensif pada pasien dengan gangguan atau kelainan tulang. Dengan menggunakan metode arthroscopy, pembedahan  dapat ditampilkan untuk menampilkan dan mendiagnosa masalah yang terjadi pada tulang.

Diabetes Center

Diabetes Center menyediakan dokter spesialis untuk mengontrol gejala diabetes dan meminimalkan risiko komplikasi dengan memberikan perawatan menyeluruh dan terpadu kepada pasien karena diabetes merupakan penyakit kompleks yang dapat mempengaruhi banyak organ dan sistem.

Kunjungi Center of Excellence yang terdapat di Bethsaida Hospital, Gading Serpong demi kesehatan yang lebih baik. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi page berikut: https://www.bethsaidahospitals.com/premium-services/

Low Back Pain dan Cara Mengatasinya

Nyeri tulang belakang bawah atau low back pain adalah nyeri yang dirasakan pada punggung bagian bawah dan dapat memengaruhi pinggang secara bersamaan. Rasa tidak nyaman bisa anda rasakan pada sudut terbawah punggung hingga bagian lipat bokong bawah yang disebut sebagai lumbal atau lumbo-sakral. LBP atau low back pain boleh terdengar sepele seperti nyeri punggung atau pinggang biasa, tetapi LBP dapat menurunkan produktivitas kerja seseorang hingga menyebabkan disabilitas.

Buruknya lagi, LBP tidak memandang wanita atau pria maupun usia produktif atau lansia. Perempuan dan laki-laki pada usia muda produktif hingga lansia memiliki potensi untuk menderita low back pain, tetapi LBP dialami oleh orang berusia 30-50 tahun. Anda bisa dikatakan menderita LBP apabila adanya kerusakan pada saraf tulang, tulang, maupun diskus setelah dilakukan rontgen, CT Scan, dan MRI. Bethsaida Hospital juga menyediakan fasilitas yang dapat memastikan apakah anda menderita LBP atau tidak. Menurut dr. Puspasari, Sp.S, terdapat dua kategori jenis LBP, yaitu akut dan kronik.

Berikut adalah perbedaan diantara kedua kategori jenis LBP tersebut:

  1. Akut

Low back pain yang dialami secara akut lebih mudah dikenali. Pasalnya, LBP akut hanya akan menyerang secara tiba-tiba dalam durasi waktu yang tidak lama. Biasanya, low back pain hanya akan terasa selama beberapa hari, paling lama hingga berminggu-minggu. LBP akut cenderung disebabkan oleh luka traumatik seperti kecelakaan yang pernah terjadi dan melibatkan bagian punggung. Pasalnya, kecelakaan yang melibatkan bagian punggung dapat merusak jaringan, otot, ligamen, hingga tendon yang terdapat pada bagian tersebut.

2. Kronik

LBP kronik bisa dirasakan melalui rasa sakit yang sudah dirasakan selama lebih dari 6 bulan atau dapat dirasakan secara berulang-ulang dan muncul secara tiba-tiba. Biasanya LBP kronik dapat terjadi akibat penyakit tumor.

Risiko-risiko yang dapat meningkatkan LBP

Ada beberapa risiko yang dapat meningkatkan risiko LBP, hal-hal tersebut adalah:

  • Obesitas
  • Jarang berolahraga
  • Tidak melakukan stretching
  • Postur tubuh yang salah dan terlalu lama membungkuk saat bekerja.

Cara Pencegahan Low Back Pain

Low Back Pain dapat dicegah dengan mempertahankan postur tubuh yang benar selama beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan duduk dan berdiri dengan tegap agar punggung tidak terasa nyeri. Dipadukan dengan olahraga dan pola makan yang sehat, maka risiko LBP akan menjadi semakin kecil.

Alternatif untuk Mengatasi Low Back Pain

Terdapat 2 alternatif untuk mengatasi low back pain:

  1. Rehabilitasi Medik: Rehabilitasi medik ditujukan bagi penderita LBP yang masih bisa diatasi dengan program rehabilitasi yang mampu memulihkan kekuatan otot punggung bagian bawah sehingga seiring berjalannya waktu anda dapat terbebas dari LBP. Untuk rehabilitasi medik di Bethsaida Hospital, kami memiliki sling exercise yang dapat membantu menguatkan kembali otot-otot punggung bagian belakang sehingga anda aka merasa lebih bugar dan lebih kuat.
  2. Operasi: Operasi akan dilakukan apabila LBP terasa sangat parah dan nyeri setiap hari, sementara pengobatan yang sudah berjalan tidak menolong sama sekali. Konsultasikan dengan dokter bedah saraf di Bethsaida Hospital untuk mengetahui pengobatan LBP yang diperlukan untuk anda.

Jika anda berada di sekitar Gading Serpong atau are JABODETABEK, Bethsaida Hospital dapat menjadi pilihan anda untuk pengobatan LBP karena fasilitas lengkap yang kami miliki.

Sumber: dr. Puspasari, Sp.S

Kegiatan Dokter Cilik dan Hospital Tour

Kegiatan Dokter Cilik dan Hospital Tour merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Bethsaida Hospital sebagai salah satu kepeduliannya terhadap kesehatan setiap individu, terlebih lagi anak-anak. Dengan kegiatan yang diadakan, Bethsaida Hospital berharap anak-anak tidak memiliki persepsi yang menakutkan terhadap rumah sakit.

Untuk mewujudkan hal tersebut, hal pertama yang akan dilakukan adalah mengikuti kegiatan Hospital Tour untuk memberikan gambaran pada anak-anak terhadap fasilitas dan aktivitas yang berada di dalam Bethsaida Hospital. Dimulai dari Dental Center, Hyperbaric Centre, Radiology Centre, dan pengenalan Ambulan sebagai destinasi terakhir Hospital Tour.

Seusai Hospital Tour, kegiatan Dokter Cilik dan Hospital Tour dimulai dengan mengedukasi anak-anak agar membangkitkan semangat mereka untuk memiliki gaya hidup sehat dan bersih yang bisa diterapkan setiap hari. Hal ini tentunya dilakukan dengan cara yang mudah, seperti mencuci tangan yang benar, menggosok gigi dengan benar, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kesehatan. Tak hanya itu, anak-anak dapat menjadi dokter cilik sungguhan dengan meracik obat mainan, cara menggunakan stetoskop, dan termometer yang diajarkan secara langsung oleh salah satu tenaga kerja profesional Bethsaida Hospital. 

Kegiatan Dokter Cilik dan Hospital Tour akan terus diadakan secara berkelanjutan oleh Bethsaida Hospital di Gading Serpong untuk menumbuhkan anak-anak yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan demi mencapai kehidupan yang lebih sehat.

Medical Check Up untuk Dewasa dan Anak

Medical check up atau yang biasa disingkat sebagai MCU merupakan istilah yang sering di dengar oleh telinga. Pada dasarnya, MCU merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan untuk mendeteksi adanya penyakit ataupun gangguan kesehatan sejak dini sebelum gangguan kesehatan tersebut berkembang di kemudian hari.

Bukan hanya orang dewasa yang bisa melakukan MCU, tetapi anak usia dibawah 5 tahun juga bisa melakukan MCU. Dengan mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri dan anak, anda dapat melakukan antisipasi terhadap gangguan kesehatan yang ditemukan. Apabila terdapat masalah kesehatan yang berpotensi untuk memicu penyakit serius, pencegahan sudah bisa dilakukan sejak dini.

Lantas, apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan MCU? Ada beberapa hal yang harus anda persiapkan sebelum medical check up di Bethsaida Hospital

Sebelum medical check up:

  • Puasa selama 10-12 jam: puasa dilakukan agar hasil MCU menjadi lebih akurat, hasil tidak hanya berdasarkan makanan atau minuman yang baru saja dikonsumsi selama beberapa jam yang lalu.
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan dalam bentuk apapun: jauhi obat-obat flu atau obat ringan lainnya dalam bentuk tablet maupun sirup agar hasil tes darah menjadi lebih akurat.
  • Tidak melakukan aktivitas berat: tidak melakukan olahraga yang terlalu berat atau melelahkan.
  • Tidur yang cukup, minimal 7-8 jam karena kecukupan tidur berkaitan dengan tekanan darah
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Tidak sedang mengalami menstruasi bagi wanita

Hal-hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi dilakukan juga oleh anak-anak yang ingin melakukan MCU. Untuk MCU anak dibawah usia 5 tahun, sedikit berbeda dengan MCU orang dewasa. Di Bethsaida Hospital, anak-anak biasanya akan dilakukan check up tertantu, seperti:

Untuk anak usia 0-1 tahun, pemeriksaan yang akan dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan fisik dokter anak, mata, dan THT
  • Laboratorium untuk pengambilan hematologi dan urin
  • Khusus, seperti Mantoux, G6PD, panel diabetes, dan lain-lainnya

Untuk anak usia 1-5 tahun, pemeriksaan yang akan dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan fisik dokter  anak, mata, dan gigi
  • Laboratorium untuk pengambilan hematologi, urin, dan feses
  • Khusus, seperti Mantoux, panel diabetes, dan lain-lainnya
  • Tes psikologi

Pilihlah paket MCU yang sesuai dengan kebutuhan anda di Bethsaida Hospital.

Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat mengunjungi page berikut: https://www.bethsaidahospitals.com/medical-check-up/