Deteksi Kelainan Pembuluh Darah

Digital Substraction Angiography (DSA) otak adalah pemeriksaan “golden standard” dari pembuluh darah untuk melihat aliran di pembuluh darah arteri sampai ke vena. Pemeriksaan berjalan secara langsung dan terus menerus melalui alat angiografi atau kateterisasi. Pesawat angiografi menggunakan sinar-x secara “real time atau continue” untuk memeriksa pembuluh darah yang telah disuntikkan kontras. Dengan demikian, masalah pembuluh darah dapat terlihat.

Ada pun tujuan dari DSA adalah untuk mendeteksi masalah pembuluh darah seperti:

  • Deteksi dini stroke
  • Penyempitan pembuluh darah.
  • Sumbatan pembuluh darah
  • Aneurisma. Aneurisma otak merupakan penyakit yang menyerang otak ditandai dengan tonjolan menyerupai balon pada pembuluh darah dalam otak.
  • Arterivenous Malformation atau AVM (AVM ditandai dengan adanya koneksi abnormal antara arteri dan vena. Kebanyakan kasus AVM terjadi karena bawaan sejak lahir dan dapat berkembang di mana saja di tubuh, tetapi paling sering terjadi di otak atau tulang belakang. AVM otak dapat berupa hubungan arteri dan vena yang abnormal yang dapat terjadi di bagian manapun pada otak.)

Selain dapat mendeteksi berbagai masalah pembuluh darah selain jantung, DSA juga dapat dilakukan untuk pengobatan masalah di atas.

Dimana Pasien akan menjalani tindakan DSA?

DSA dilakukan di ruang cath lab (Catheterization Laboratory). Tindakan akan berlangsung selama 30 – 60 menit dan pasien hanya akan menerima bius lokal pada area penusukan wire di sekitar paha. Oleh karenanya, pada saat menjalani tindakan pasien akan berada dalam kondisi sadar.

Lebih lanjut, pasien tanpa komplikasi hanya akan menjalani perawatan selama satu (1) hari setelah menerima tindakan DSA.

Manfaat DSA Otak

DSA otak mempunyai peran diagnosis dan pengobatan pada penderita tinnitus (telinga berdenging) seperti yang telah dilaporkan pada jurnal “Laryngoscope 110, November 2000”.  Manfaat DSA (Digital Substraction Angiography) otak yang paling penting adalah untuk deteksi dini stroke.

Sebanyak 650.000 penderita stroke terjadi setiap tahunnya di Eropa, artinya setiap 48 detik ada yang terkena serangan stroke dan stroke menjadi penyebab kematian ke-2 di dunia. Pada saat ini masyarakat sudah mulai mengerti tentang akibat stroke karena sumbatan pembuluh darah otak akan menyebabkan kelumpuhan yang menetap bila tidak diobati dengan segera, dari kepustakaan sekitar 30% menimbulkan kecacatan yang menetap. Batas waktu yang paling maksimal adalah 6 jam. Untuk pengobatan dengan penghancur sumbatan (trombolitik) melalui vena dan arteri dapat dilakukan sampai 4,5 jam.

Tindakan yang lain adalah mengambil sumbatan pembuluh darah di otak yang disebut “retrieval thrombus” dengan menggunakan alat kateter khusus. Semua itu sudah dapat dikerjakan di Bethsaida Hospitals Serpong Tangerang. Apabila batas waktu 6 jam terlewati maka kelumpuhan akan sulit diobati atau membutuhkan waktu yang lebih lama bahkan dapat menimbulkan cacat yang menetap atau kematian.

Manfaat DSA Otak

DSA otak mempunyai peran diagnosis dan pengobatan pada penderita tinnitus (telinga berdenging) seperti yang telah dilaporkan pada jurnal “Laryngoscope 110, November 2000”.  Manfaat DSA (Digital Substraction Angiography) otak yang paling penting adalah untuk deteksi dini stroke.

Sebanyak 650.000 penderita stroke terjadi setiap tahunnya di Eropa, artinya setiap 48 detik ada yang terkena serangan stroke dan stroke menjadi penyebab kematian ke-2 di dunia. Pada saat ini masyarakat sudah mulai mengerti tentang akibat stroke karena sumbatan pembuluh darah otak akan menyebabkan kelumpuhan yang menetap bila tidak diobati dengan segera, dari kepustakaan sekitar 30% menimbulkan kecacatan yang menetap. Batas waktu yang paling maksimal adalah 6 jam. Untuk pengobatan dengan penghancur sumbatan (trombolitik) melalui vena dan arteri dapat dilakukan sampai 4,5 jam.

Tindakan yang lain adalah mengambil sumbatan pembuluh darah di otak yang disebut “retrieval thrombus” dengan menggunakan alat kateter khusus. Semua itu sudah dapat dikerjakan di Bethsaida Hospitals Serpong Tangerang. Apabila batas waktu 6 jam terlewati maka kelumpuhan akan sulit diobati atau membutuhkan waktu yang lebih lama bahkan dapat menimbulkan cacat yang menetap atau kematian.

Kesemutan, Bisa Merupakan Tanda Penyakit Saraf Serius

Kesemutan, setiap orang pasti pernah mengalaminya. Entah sehabis bangun tidur, sehabis duduk, atau sedang menonton televisi. Walau merupakan suatu hal yang sehari-hari, tetapi ada kesemutan yang merupakan tanda penyakit serius, bahkan yang dapat berakhir dengan kematian.

Sebelum membahas lebih lanjut, kesemutan yang menjadi tanda penyakit serius, ada baiknya dibahas dulu definisi kesemutan. Kesemutan adalah suatu kondisi yang abnormal disaat seseorang merasakan sensasi seperti terbakar, baal, geli, gatal dan seperti ada yang menjalar di kulit pada tubuhnya.  Istilah medis dari kesemutan adalah paresthesia. Lokasi paling sering terjadinya kesemutan biasanya pada lengan atau tungkai,tetapi  juga bisa terjadi pada bagian tubuh lainnya. Jadi kesemutan mencakup gejala-gejala yang lebih luas daripada yang dipikirkan oleh awam selama ini.

Kesemutan merupakan tanda syaraf tidak bekerja dengan benar. Kesemutan dapat berlangsung sementara, misalnya pada saat kita melipatkan kaki dalam waktu yang lama ataupun ketika tidur dengan posisi tangan menopang  kepala.  Kesemutan tersebut akan berangsur-angsur hilang jika kita mulai menggerakkan bagian tubuh yang kesemutan tersebut. Hal tersebut disebabkan syaraf tidak bekerja dengan benar yang mungkin akibat tekanan atau sirkulasi yang terganggu sementara.

Kita harus mewaspadai kesemutan yang terjadi secara kronis atau terus menerus dan tidak mudah hilang, karena dapat merupakan tanda dari penyakit saraf atau adanya kerusakan saraf. Bisa saja kesemutan yang kita anggap sepele itu merupakan awal penyakit yang serius seperti stroke,  tumor dan penyakit saraf lainnya.  Pada beberapa kasus kesemutan merupakan gejala awal dari penyakit yang mengancam nyawa dan sebaiknya dievaluasi dengan segera di unit gawat darurat. Tulisan ini akan membahas penyakit-penyakit serius yang umum ditemukan di masyarakat.

Stroke, tumor otak dan penyakit otak lainnya

    Kesemutan yang terjadi secara tiba-tiba pada sebelah badan harus segera diwaspadai. Hal tersebut bisa saja merupakan gejala dari stroke. Apalagi kalau gejala kesemutan tersebut juga disertai dengan kelemahan tangan dan tungkai atau mulut mencong. Bila kecurigaan kearah stroke semakin jelas, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit. Periode emas untuk pengobatan stroke adalah 3 jam, artinya sebisa mungkin pasien dibawa ke rumah sakit dalam waktu 3 jam terhitung dar pasien merasakan gejala. Bila periode 3 jam tersebut terlewati, kondisi dan pemulihan pasca stroke bisa jadi tidak optimal. Walaupun sudah lebih dari 3 jam, tidak berarti pasien tidak perlu segera dibawa ke rumah sakit. Semakin lama pengobatan tertunda, semakin banyak sel otak yang rusak, dan semakin sulit pemulihan pasca strokenya.

    Kesemutan sebelah badan disertai muntah dan sakit kepala yang hebat bisa merupakan tanda perdarahan atau tumor otak. Kalau tumor otak, biasanya gejala terjadi perlahan-lahan dan semakin lama semakin berat. Bila tanda-tanda yang muncul mengarah ke perdarahan otak atau tumor otak,  pemeriksaan lebih lanjut seperti CT-Scan, MRI dan sebagainya harus dilakukan. Dokter spesialis saraf akan memilih pemeriksaan yang tepat sehingga biaya untuk pemeriksaan yang tidak perlu dapat dihindari. Setelah diagnosis diketahui, tatalaksana dengan obat ataupun dengan pembedahan harus dilakukan.

Ada gula, ada semut

Penderita kencing manis sering mengeluh kesemutan yang biasanya berawal pada ujung-ujung jari kaki yang lama kelamaan akan mengenai kedua tangan. Ini disebabkan pada penderita kencing manis terjadi hambatan pada mikrosirkulasi darah yang nantinya akan meyebabkan kerusakan saraf dan muncullah gejala kesemutan tersebut. Apabila kesemutan ini didiamkan saja lama kelamaan akan semakin berat dan dapat menimbulkan kelumpuhan.
Selain  anda mengontrol gula darah dengan baik anda juga  seebaiknya  konsultasi ke dokter spesialis saraf, sehingga dapat diketahui seberapa besar kerusakan saraf tersebut dengan melakukan pemeriksaan kecepatan hantar saraf.


Waspada saraf kejepit

    Saraf kejepit baik ditangan maupun di tungkai juga dapat menyebabkan keluhan kesemutan. Saraf kejepit yang paling sering terjadi pada tangan adalah sindrom terowongan karpal. Pada sindroma ini tangan anda awalnya akan merasa kebas,kesemutan maupun nyeri pada  pergelangan tangan. Kesemutan  terutama pada ibu jari, jari telunjuk, jari tengah dan setengah dari jari manis. Apabila tidak terdeteksi dengan cepat, makan lama kelamaan tangan anda akan mengalami kelemahan dan akan mulai menjatuhkan barang pada saat anda menggemgam sesuatu. Dokter spesialis saraf akan memeriksakan kecepatan hantar saraf pada pergelangan tangan anda sehingga diketahui seberapa berat kerusakan yang anda alami dan akan ditangani sesuai dengan beratnya kerusakan saraf yang anda alami.
Saraf kejepit pada tulang belakang  juga sering menimbulkan kesemutan, dimana biasanya dirasakan menjalar dari pinggang sampai ke paha  maupun ke ujung kaki. Saraf kejepit ini apabila didiamkan maka akan dapat juga menimbulkan kelemahan. Sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter spesialis saraf dan dokter anda akan menyarankan anda untuk melakukan MRI disertai pemeriksaan kecepatan hantar saraf.

Penutup

Sebenarnya, masih banyak penyakit serius yang dapat dikenali dari kesemutan, namun dalam kesempatan ini tidak bisa dibahas semua. Setiap kita mengalami kesemutan, wajib hukumnya untuk mengenali apakah disebabkan penyakit berbahaya atau tidak. Kesemutan yang bertahan lama atau sering muncul dapat merupakan tanda suatu kerusakan syaraf. Sebelum kerusakan syaraf semakin berat atau menjadi permanen, konsultasi ke dokter spesialis syaraf harus dilakukan secepatnya.

Management Stroke Akut

Definisi Stroke
Definisi menurut WHO adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak.

Dengan kata lain stroke merupakan manifestasi keadaan pembuluh darah otak yang tidak lancar. Ketidaklancaran tersebut dapat disebabkan oleh sumbatan bekuan darah, penyempitan pembuluh darah, maupun pecahnya pembuluh darah, semua itu menyebabkan kurangnya pasokan darah yang memadai ke otak.

Klasifikasi stroke
Stroke dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik (perdarahan). Pada stroke iskemik, gangguan fungsi otak disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otak karena proses penyempitan maupun sumbatan.

Pada stroke perdarahan dapat terjadi di dalam jaringan otak, maupun di dalam ruang subaraknoid. Tiga faktor yang menjadi penyebab utama stroke hemoragik, yaitu: (1) kelainan struktur dari pembuluh darah otak, (2) faktor hipertensi, dan (3) faktor pembekuan.

Gejala Stroke
Apabila anda mempunyai salah satu gejala dibawah ini, hubungi UGD Bethsaida maupun layanan emergensi lainnya. Gejala yang terjadi seperti :

  • Mulut mencong: waspadai apabila anda maupun lawan bicara anda memiliki gejala tersebut, ini mungkin saja anda terkena gejala awal dari stroke.
  • Lidah kelu, pelo maupun cadel: jangan anggap remeh apabila tiba-tiba lidah anda menjadi kelu maupun cadel, cepat mencari pertolongan emergensi.
  • Kelemahan badan, kesemutan, baal yang terutama terjadi pada salah satu bagian sisi tubuh. Kelemahan ini bisa saja menjadi komplit tiba-tiba, tetapi dapat dimulai dengan kelemahan pada tangan maupun pada kaki terlebih dahulu yang lama kelamaan memberat. Apabila sudah terjadi sedikit kelemahan jangan anggap ringan masalah ini.
  • Gangguan penglihatan secara tiba-tiba
  • Tiba-tiba anda atau lawan bicara anda kebingungan, perubahan kepribadian maupun tidak dapat melakukan perintah maupun tugas sederhana.
  • Gangguan pola jalan maupun gangguan keseimbangan dimana anda merasa seperti berada diatas kapal dan selalu merasa ingin jatuh.
  • Tiba-tiba sakit kepala hebat yang berbeda dari sakit kepala sebelumnya.

Gejala bisa bervariasi tergantung jenis stroke yang menyebabkannya (sumbatan maupun perdarahan), dimana lokasi stroke dan seberapa berat stroke tersebut.
Stroke biasanya terjadi tiba-tiba tapi dapat terjadi dalam beberapa jam. Sebagai contoh yang telah disebutkan tadi pada awalnya anda hanya mengalami kelemahan ringan tetapi lama lama akan berkembang dimana anda tidak bisa menggerakkan kaki dan lengan sama sekali.

Penanganan Stroke Akut
Salah satu komponen  penting dalam penanggulangan stroke adalah upaya penanganan stroke secepatnya. Paradigma lama memandang terapi stroke akut dengan cara pandang “wait and see”, sehingga penderita yang mengalami serangan stroke dibawa ke rumah sakit hanya jika gejala stroke memberat. Paradigma ini harus kita rubah karena penanganan terbaik adalah datang ke UGD terdekat karena berpacu dengan waktu.

Penanganan terbaik stroke sumbatan adalah 3 jam setelah keluhan awal dirasakan. Apabila stroke perdarahan pengananan harus secepatnya.

Tujuan dari penganan stroke akut adalah dengan menstabilisasi pasien dan mengevaluasi pemeriksaan penunjang termasuk MRI ataupun CT scan dan lab. Keputusan penanganan  akan dibuat setelah melihat keseluruhan kondisi dan hasil pemeriksaan penunjang.

Rehabilitasi Stroke
Stroke adalah salah satu penyebab utama disabillitas dan kematian.  Empat puluh persen pasien memiliki gangguan fungsional sementara 15-30% menderita disabilitas berat. Rehabilitasi efektif yang dilakukan sejak awal dapat meningkatkan proses pemulihan dan meminimalisasi disabilitas fungsional. Kemajuan fungsional juga berkontribusi terhadap kepuasan pasien dan mengurangi potensi biaya perawatan lebih lanjut.

Pada fase akut, komplikasi stroke yang akan menghambat kemampuan fungsional harus dicegah.
Kelainan tersebut misalnya:

  • Gangguan menelan yang dapat menimbulkan komplikasi pneumonia
  • Gangguan gerak sehingga dapat menimbulkan luka
  • Kekakuan sendi

Stimulasi dini dapat juga dilakukan untuk memunculkan reaksi motorik sedini mungkin. Stimulasi dini berupa latihan pasif maupun aktif yang dilakukan oleh fisioterapis, terapi wicara maupun terapi okupasi yang dilakukan di bawah supervise dokter yang berwenang (dokter spesialis rehabilitasi medis)

Bethsaida Menghadirkan Pelayanan DSA

Stroke adalah gangguan fungsi neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah, dan terjadi secara mendadak (dalam beberapa detik) atau setidak-tidaknya secara cepat (dalam beberapa jam) dengan gejala-gejala dan tanda-tanda yang sesuai dengan daerah otak yang terganggu.  Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia.  Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita stroke terbesar di Asia, tercatat satu dari tujuh orang yang meninggal di Indonesia diakibatkan oleh Stroke. Pada tahun 2014, Stroke merupakan salah satu pos pembiayaan terbesar bagi anggaran pembiayaan jaminan kesehatan sosial pemerintah Indonesia.

Stroke dapat disebabkan antara lain karena hipertensi, kelainan jantung, usia, kelainan pembuluh darah, obesitas dan gaya hidup yang kurang baik seperti kurang olah raga, pola makan yang tidak seimbang, merokok, dan konsumsi alkohol yang berlebihan.  Menurut dr. Bina Ratna K.F., M.M., Direktur Bethsaida Hospitals “Selain menyebabkan kematian, stroke juga dapat menyebabkan kecacatan yang dapat menimbulkan permasalahan ekonomi berkepanjangan akibat upaya pengobatan.  Untuk itulah kita seringkali menyarankan untuk mengambil tindakan pencegahan penyakit stroke.”

Meskipun termasuk ke dalam jenis penyakit yang berbahaya, stroke masih dapat dicegah. Stroke sebetulnya dapat dikenali dan dicegah lebih dini. Meski dapat terjadi secara tiba – tiba, stroke sebetulnya memiliki gejala awal seperti nyeri kepala hebat, mati rasa pada wajah, tangan, atau kaki, kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan,  memiliki masalah penglihatan pada satu atau kedua mata, mengalami kesulitan berjalan, pusing, gangguan menelan serta kehilangan keseimbangan atau koordinasi secara tiba- tiba.  Jangan meremehkan gejala-gejala tersebut, walau terlihat biasa namun dapat berakibat fatal apabila terlambat ditangani.

Untuk mendeteksi kelainan pembuluh darah, Bethsaida Hospitals menghadirkan pelayanan Digital Substraction Angiography atau DSA sebagai upaya untuk membantu masyarakat Indonesia.  Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp. Rad (K), dokter spesialis radiologi intervensi Bethsaida Hospitals mengatakan “DSA otak merupakan pemeriksaan “golden standard” dari pembuluh darah otak untuk melihat aliran di pembuluh darah arteri sampai ke jaringan lalu ke vena secara langsung dan terus menerus melalui alat angiografi atau kateterisasi.  Alat angiografi menggunakan sinar-x secara “real time atau terus menerus” untuk memantau pembuluh darah yang diperiksa setelah disuntikkan kontras, sehingga pembuluh darah akan terlihat. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk hampir semua pembuluh darah di dalam tubuh kita.”

DSA otak dapat sebagai alat diagnostik yang berfungsi untuk melihat kelainan pembuluh darah otak seperti penyempitan, sumbatan, aneurisma dan AVM pada arteri dan vena yang dapat dilanjutkan sebagai alat terapi untuk mengobati kelainan – kelainan tersebut.  “Dengan menghadirkan pelayanan  DSA ke dalam sentra layanan unggulan, Bethsaida Hospitals berharap dapat membantu masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam menangani stroke,” tutup dr. Bina Ratna.

 

Mengenal Lebih Jauh Tentang Stroke

Stroke, yang merupakan salah satu dari Penyakit Pembuluh Darah Otak (Cerebrovascular disease/CVD), merupakan salah satu keadaan gawat darurat di bidang neurologi, yang perlu penanganan cepat dan tepat. Insiden stroke di negara maju cenderung menurun karena usaha prevensi primer yang berhasil terutama dalam hal pencegahan terhadap hipertensi. Akan tetapi di negara berkembang insiden ini justru meningkat akibat pengaruh urbanisasi, perubahan gaya hidup, dan bertambahnya umur harapan hidup. Insiden stroke pada daerah perkotaan di Indonesia diperkirakan 5 kali lebih besar daripada insiden di daerah pedesaan. Stroke merupakan masalah utama dalam kesehatan masyarakat, menempati peringkat tiga teratas sebagai penyebab kematian di kebanyakan negara. Stroke menyerang 500.000 orang tiap tahunnya, dan mengakibatkan 150.000 kematian. Stroke menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa.

Definisi stroke menurut WHO Task Force in Stroke and other

Gangguan disfungsi neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah, dan terjadi secara mendadak (dalam beberapa detik) atau setidak-tidaknya secara cepat (dalam beberapa jam) dengan gejala-gejala dan tanda-tanda yang sesuai dengan daerah fokal otak yang terganggu.

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya stroke, antara lain :

  • Hipertensi
  • Kelainan jantung
  • Merokok
  • Diabetes Mellitus
  • Peminum alkohol
  • Usia
  • Kolesterol
  • Jenis kelamin
  • Penggunaan obat-obatan terlarang
  • Kelainan pembuluh darah (aneurisma, malformasi arteri vena)
  • Obesitas dan kurang olah raga

Secara garis besar, stroke dapat diklasifikasikan menjadi :

  1. Stroke iskemik/infark (sumbatan pada pembuluh darah otak)
  2. Stroke perdarahan

Terdapat beberapa gejala stroke yang biasanya dialami oleh penderita, antara lain :

  1. Penurunan kesadaran (pasien menjadi tampak mengantuk atau tidak sadar)
  2. Nyeri kepala hebat
  3. Muntah
  4. Kejang
  5. Gangguan motorik (kelemahan sebelah anggota gerak)
  6. Gangguan sensorik (baal atau kesemutan sebelah anggota gerak)
  7. Gangguan penglihatan (gelap satu mata atau kedua mata, pandangan ganda)
  8. Pusing berputar disertai gangguan keseimbangan
  9. Bicara menjadi pelo/cadel atau pasien menjadi sulit untuk diajak berkomunikasi
  10. Mulut menjadi mencong/tertarik ke salah satu sisi

Mengingat semakin meningkatnya angka harapan hidup dan perubahan pola hidup masyarakat, angka kejadian stroke pun akan semakin meningkat. Penting bagi setiap orang untuk dapat mengetahui stroke lebih baik, terutama faktor resiko dan gejala-gejala yang terjadi sehingga dapat segera atur jadwal konsultasi di rumah sakit dengan dokter spesialis syaraf, karena penangan stroke masuk dalam ranah neurologi. Stroke perlu mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Remember TIME IS BRAIN…

 

Apa itu “Brain Washing” dan DSA otak ?

Sebutan “Brain Washing” akhir-akhir ini menjadi pembicaraan yang menarik selain di kalangan masyarakat umum tetapi juga di kalangan medis atau spesialis kedokteran.

Dalam bidang medis yang dimaksud “Brain Washing” adalah hampir sama dengan istilah DSA (Digital Substraction Angiography) otak. Jadi penamaan “Brain Washing” sebetulnya kurang begitu tepat untuk istilah kedokteran. Secara umum kita tahu istilah “Brain Washing” atau cuci otak hanya dipakai dalam dunia spionase maksudnya agar sandera dapat menerima dokrin yang ingin di-“jejal”-kan ke dalam pikirannya.

Pada tulisan ini kami akan menjelaskan apa itu DSA (Digital Substraction Angiography) otak dan juga manfaat DSA otak. Pemeriksaan ini dikerjakan dengan menggunakan pesawat angiografi radiologi, sehingga harus dikerjakan oleh spesialis radiologi yang memang sudah mengerti betul tentang proteksi radiasi untuk keamanan pasien. Pesawat angiografi menggunakan sinar-x secara “real time atau continue” untuk memantau pembuluh darah yang diperiksa setelah disuntikkan kontras, sehingga pembuluh darah akan terlihat dari fase arteri, fase jaringan sampai fase vena.

Tujuan DSA otak adalah untuk melihat kelainan pembuluh darah di otak seperti aneurisma (pelebaran pembuluh darah), AVM (Artery Venous Malformation), stenosis (penyempitan), AVF (Artery Venous Fistule) dan tumor yang banyak mengandung pembuluh darah (meningioma). Selain menentukan kelainan pembuluh darah, pemeriksaan DSA otak dapat dilanjutkan dengan pengobatan kelainan-kelainan tersebut. Pengobatan aneurisma dengan “coiling”, AVM dengan embolisasi mengunakan “glue”, stenosis akan dilebarkan dengan “balloon”, serta embolisasi AVF dan meningioma.

Pemeriksaan awal yang diperlukan untuk DSA (Digital Substraction Angiography) otak adalah MRI, MRA (Magnetic Resonance Angiography) dan MRV (Magnetic Resonance Venography). Dari pemeriksaan ini kita dapat mengetahui kelainan pembuluh darah. Apabila ditemukan kelainan yang mencurigakan maka akan dilanjutkan dengan DSA otak.

Detail pembuluh darah otak serta dapat mengatasi kelainan yang ada dapat dilihat dengan pemeriksaan DSA otak. Keadaan sakit kepala yang sulit diobati atau menahun, tinnitus dan hipertensi yang disebabkan penyempitan pembuluh vena otak dapat diketahui penyebabnya dan dilanjutkan dengan pengobatan melalui pemeriksaan DSA otak.

Idiopathic Intracranial Hypertension (IIH) adalah keadaan hipertensi (kenaikan tensi darah) yang disebabkan penyempitan pembuluh darah  vena di otak. Pengobatan dengan memperlebar penyempitan tersebut dinyatakan berhasil mengatasi IIH, seperti yang dilaporkan pada American Journal Neuroradiology, September 2011.