Diabetes Mellitus Tipe 1 dan 2 – Penatalaksanaan

5 Pilar Utama Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 1 dan 2

Diabetes Mellitus Tipe 1 dan 2 memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif sehingga tidak memberikan komplikasi berbahaya pada penderitanya.

Untuk hasil yang maksimal, terdapat 5 langkah penting yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes mellitus tipe 1 dan 2. Langkah ini adalah pengelolaan non-farmakologis, yaitu edukasi,perencanaan makan,kegiatan jasmani atau olahraga.

Setelah itu baru penggunaan obat diabetes dan PGDM (Pemeriksaan Gula Darah Mandiri) agar kita mengetahui faktor-faktor risiko yang ada seperti faktor genetik, merokok,alkoholik dan penentuan IMT (Indeks Massa Tubuh)

Tujuan Pengelolaan Diabetes Mellitus

  • Pengelolaan diabetes mellitus jangka pendek adalah menghilangkan keluhan / gejala diabetes mellitus, mempertahankan rasa nyaman dan tetap sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup yang baik.
  • Sedangkan untuk jangka panjang adalah mencegah penyulit (makroangiopati, mikroangiopati serta neuropati).
  • Hingga Tujuan akhirnya adalah menurunkan morbiditas (tingkat kesakitan) dan mortalitas ( tingkat kematian) dari diabetes mellitus.

Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai tujuan pengelolaan ini, yaitu dengan memperbaiki gangguan metabolik pada pasien diabetes mellitus, seperti tekanan darah dan berat badan , kadar glukosa darah, lemak dan kelainan lain yang turut berpengaruh pada pecapaian tujuan jangka panjang di atas. Cara-cara memperbaiki kelainan ini harus tercermin pada langkah pengelolaan yang memerlukan kerjasama antara pasien dan tenaga kesehatan.

Pembahasan Pilar Utama Untuk Penanganan Yang Efektif

Edukasi

Edukasi diabetes adalah pendidikan dan pelatihan mengenai pengetahuan serta keterampilan diabetisi yang bertujuan menunjang perubahan perilaku. Dengan edukasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pasien akan penyakit diabetes yang dideritanya, seperti bagaimana mengelola penyakit dan komplikasi yang dapat terjadi bila pasien tidak mengelola penyakitnya dengan baik. Edukasi diperlukan untuk mencapai keadaan sehat yang optimal, serta penyesuaian keadaan psikologis dan kualitas hidup yang lebih baik sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian. Edukasi dapat dilakukan saat konsultasi dengan dokter, tim diabetes ( edukator, ahli gizi), bisa juga dilakukan per individu maupun kelompok seperti mengikuti seminar awam.

Perencanaan Makanan

Tujuan umum dari terapi gizi adalah membantu pasien diabetes memperbaiki kebiasaan gizinya dan ditujukan pada pengendalian gula darah, lemak serta hipertensi. Perencanaan makanan sebaiknya mengandung zat gizi yang cukup, artinya pengaturan porsi makan yang cukup sepanjang hari.  Ingat selalu 3J : Jumlah , Jenis , Jadwal.

Kegiatan Jasmani

Manfaat kegiatan jasmani (olahraga) pada pasien diabetes adalah pengaturan kadar gula darah, menurunkan berat badan dan lemak tubuh serta menjaga kebugaran. Pada saat berolahraga, resistensi insulin akan berkurang dan sensitivitas insulin meningkat. Respon seperti ini hanya terjadi saat berolahraga. Prinsip olahraga diabetes yaitu F.I.T.T :

  • Frekuensi : jumlah olahraga per minggu ( teratur 3-5 kali per minggu)
  • Intensitas : ringan dan sedang (60%-70% maximal heart race /MHR ). Cara menghitung (MHR): 220- umur.
  • Waktu : 30-60 menit
  • Jenis : aerobik ( jalan,jogging, berenang, bersepeda)

Pengelolaan Farmakologis

Pemilihan obat diabetes mellitus bersifat individual, artinya disesuaikan dengan kondisi metabolik pasien. Itu sebabnya, harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter perihal obat yang tepat, entah itu obat oral atau kombinasi obat oral dari cara kerja obat yang berbeda yang bisa juga kombinasi dengan insulin.

G.D.M (Pemeriksaan Gula Darah Mandiri)

PGDM bertujuan untuk menjaga kestabilan kadar gula darah, panduan dalam penggunaan obat-obatan maupun pola hidup dan pola makan penderita diabetes. Sebaiknya pemeriksaan tersebut dicatat/direkam dalam buku harian penderita diabetes.

 

Narasumber: dr. H. Latif Choibar Caropeboka, Sp.PD, KEMD, FINASIM

 

Mengetahui Bahaya Yang Disebabkan Oleh Perlemakan Hati

Perlemakan hati merupakan penumpukan lemak di hati. Lemak yang berlebihan ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Penyakit ini didefisikan bila lemak yang terdapat di hati melebih 5-10 persen dari berat hati.  Hati berfungsi untuk memproses semua yang kita makan dan minum, juga untuk menyaring zat zat berbahaya dari darah. Proses ini akan terganggu bila terdapat terlalu banyak lemak di hati.

Macam-macam Bentuk Penyakit

Terdapat 2 bentuk perlemakan hati yaitu penyakit perlemakan hati alkoholik dan penyakit perlemakan hati non alkoholik.

Penyakit perlemakan hati alkoholik terjadi akibat konsumsi alkohol yang terlalu banyak sehingga menimbulkan kerusakan di hati sehingga hati tidak dapat memecah lemak. Pantang alkohol dapat memperbaikin keadaan, tetapi bila konsumsi alkohol berlanjut, dapat terjadi jaringan parut di hati (sirosis hati).

Perlemakan hati non alkoholik terjadi akibat terjadi penumpukan lemak di sel hati pada orang orang yang sangat sedikit atau sama sekali tidak meminum alkohol. Penyakit ini semakin meningkat jumlahnya terutama di negara negara barat. Penyakit perlemakan hati non alkoholik dapat terjadi pada setiap kelompok usia, namun terutama pada usia 40 sampai 50 tahunan yang merupakan risiko tinggi terjadinya penyakit jantung akibat faktor risiko seperti kegemukan dan diabetes tipe 2. Keadaan ini juga berhubungan erat dengan sindrom metabolik yang meliputi penumpukan lemak perut, gangguan kemampuan menggunakan insulin, tekanan darah tinggi dan kadar trigliserid yang tinggi.

Gejala Yang Mungkin Dialami Oleh Penderita

Pada kebanyakan kasus, penyakit perlemakan hati nonalkoholik biasanya tanpa gejala, sehingga biasanya penyakit ini ditemukan bila terdapat gangguan fungsi hati atau jika hati tidak tampak seperti biasanya pada pemeriksaan USG.  Keluhan dapat berupa lelah, nyeri pada perut kanan atas dan pembesaran hati. Pada keadaan tertentu dapat terjadi peradangan di hati. Pada keadaan yang lebih lanjut terjadi jaringan parut di hati (sirosis) yang menimbulkan  penimbunan cairan di rongga perut, pembesaran limpa, mata dan badan menguning, penurunan kesadaran, gagal hati tahap akhir dan kanker hati

Deteksi Dini Yang Dapat Dilakukan

Pemeriksaan yang biasanya dikerjakan meliputi: darah lengkap, enzim hati dan fungsi hati lainnya, pemeriksaan virus hepatitis, gula darah, profil lipid. Pemeriksaan pencitraan meliputi USG, CT scan, transient elastography. Pada keadaan yang meragukan, dapat dilakukan biopsi hati berupa pengambilan sedikit jaringan dari hati untuk diperiksa di laboratorium apakah terdapat tanda peradangan atau jaringan parut.

Rekomendasi Terapi Yang Dapat Dilakukan

Langkah pertama adalah penurunan berat badan melalui kombinasi diet yang sehat dan olahraga. Penurunan berat badan juga memperbaiki kondisi kondisi yang berpengaruh pada penyakit perlemakan hati. Idealnya, dilakukan penurunan berat badan sampai 10 persen, tetapi perbaikan perbaikan pada faktor risiko dapat terlihat pada penurunan berat badan 3-5 persen.  Hindari konsumsi alkohol, kurangi konsumsi gula dan lemak jenuh. Kontrol kadar gula darah dan lemak darah. Kadang kadang disarankan pula untuk diberikan vaksinasi hepatitis A dan B untuk mencegah masuknya virus hepatitis A dan B yang akan memperburuk kerusakan hati. Pada kasus kasus sirosis mungkin diperlukan transplantasi hati. Obat obatan  sedang dalam penelitian lebih lanjut dengan hasil yang menjanjikan.

Upaya Pencegahan Penyakit Perlemakan Hati

  1. Pilih diet yang sehat. Pilih diet sehat yang berbasis tumbuhan yang kaya buah, sayur, gandum utuh dan lemak sehat.
  2. Pelihara berat badan yang ideal. Jika anda kelebihan berat badan atau obesitas, kurangi jumlah kalori yang dimakan setiap hari dan lakukan oleh raga. Jika berat anda ideal, berusahalah untuk mempertahankannya dengan memilih diet yang sehat dan olah raga
  3. Olah raga. Berusahalah berolah raga minimal 30 menit hampir setiap hari. Konsultasi ke dokter sebelumnya bila diperlukan.

 

Narasumber:  David Reinhard S, Sp.PD-KGEH

Mengenal & Mengatasi Bahaya Yang Diberikan Oleh Kanker Usus Besar

Apakah Sebenarnya Penyakit Kanker Usus Besar Itu?

Kanker usus besar (kolorektal) ini merupakan sebuah perubahan keganasan yang terjadi pada lapisan selaput lendir yang meliputi kolon & rektum. Di negara berkembang seperti di Asia Tenggara, kanker kolorektal ini cukup banyak penderitanya. Seperti di Indonesia, kanker ini menempati urutan ke-3 sebagai kanker yang paling sering ditemui setelah kanker payudara dan serviks.

Sudahkah Anda Mengenai Faktor-Faktor Resikonya?

Mengetahui jumlah penderitanya yang banyak, penting untuk kita ketahui terlebih dahulu faktor risiko yang dapat berkontribusi untuk meningkatkan kemungkin seseorang dapat terkena penyakit kanker usus besar. Faktor tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor yang bisa dikendalikan & yang tidak.
Faktor yang bisa dikendalikan adalah:

  • Pola diet rendah serat seperti buah & sayur
  • Pola diet yang banyak mengkonsumsi daging merah
  • Merokok
  • Mengkonsumsi alkohol
  • Kurangnya aktivitas fisik

Sedangkan faktor yang tidak bisa dikendalikan adalah:

  •  Usia diatas 50 tahun 
  •  Riwayat keluarga yang pernah menderita kasus kanker usus besar

Kapankah Sebaiknya Melakukan Konsultasi Kesehatan?

Dasarnya penyakit kanker usus besar ini memberikan gejala:

  • Buang air besar berdarah yang sering dianggap sebagai wasir
  • Mengalami diare atau sulit untuk buang air besar
  • Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas
  • Buang air besar dengan feses kecil seperti pencil
  • Buang air besar terasa tidak puas
  • Mengalami nyeri pada anus

Biasanya, banyak sekali orang yang baru melakukan pemeriksaan kesehatan setelah penyakit yang dideritanya sudah dalam kondisi yang sulit untuk ditangani. Oleh karena itu, sebaiknya anda melakukan konsultasi sedini mungkin apabila mengalami:

  • Buang air besar berdarah
  • Perubahan pola buang air besar seperti diare berkepanjangan atau buang air besar tidak teratur
  • Sensasi tidak puas setelah buang air besar
  • Nyeri perut / kembung disertai mual, muntah
  • Berat badan turun

Apa Solusi Yang Dapat Diberikan?

Biasanya setelah menceritakan keluhan yang dialami oleh anda. Dokter yang mencurigai hal ini sebagai tanda-tanda dari kanker usus besar akan melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan untuk penegakan diagnosis seperti:

  • Pemeriksaan colok dubur
  • Kolonoskopi
  • Biopsi
  • CT Scan abdomen dan thorax

Apabila memang setelah melakukan pemeriksaan anda dipastikan memiliki kanker usus besar, maka penanganan yang terbaik adalah dengan melakukan operasi dengan tujuan untuk mengangkat kanker beserta jaringan limfatik sekitarnya sehingga anda dapat mencapai kondisi bebas tumor setelah operasi.

Apa Saja Upaya Pencegahan Yang Dapat Dilakukan?

Bagi anda yang tidak mempunyai gejala ataupun permasalahan pada pencernaan disarankan untuk melakukan upaya pencegahan agar dapat terhindar dari ancaman kanker usus besar seperti:

  •  Berhenti merokok.
  •  Konsumsi aspirin dosis rendah tiap hari
  •  Konsumsi asam folat
  •  Olahraga teratur
  •  Banyak konsumsi buah-buahan dan sayur

Selain itu, melakukan pendeteksian dini adalah hal yang baik untuk dilakukan bagi anda yang sudah berusia 50 tahun tanpa riwayat keluarga menderita kanker & berusia 40 tahun dengan keluarga yang mempunyai riwayat kanker usus besar. Pendeteksian dini ini berupa:

  •  Pemeriksaan darah samar feses tiap tahun dikombinasi dengan flexible sigmoidoskopi tiap 5 tahun
  •  Kolonoskopi tiap 10 tahun

Narasumber: dr. Eko Priatno, Sp. B (K)BD

Mata Minus Pada Anak Akibat Penggunaan Gadget

Mata Minus Pada Anak 

Gadget merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari manusia pada abad ke 21. Hal ini sudah dianggap sebuah hal yang lumrah keberadaannya.

Penggunaannya bervariasi pada masing-masing individu, namun ada satu hal yang menjadi kekhawatiran orang tua yaitu pengaruh gadget.

Terutama  pada perkembangan mata anak khususnya pertambahan minus dan silinder.

Bagi sebagian orang mendengarkan bahwa terdapat minus dan atau silinder pada mata anak mereka adalah sebuah hal yang ditakuti.

Bahkan pada sebuah kasus ekstrim ada yang menganggapnya sebagai dosa atau kegagalan orang tua dalam membesarkan anak.

Apalagi semakin kemari tampaknya semakin bertambah jumlah anak-anak yang menggunakan kacamata serta tenggelam dalam keseruannya bermain gadget.  Tidak heran bila banyak orang tua yang menjadi khawatir.

 

Mengetahui Perubahan Mata Pada Anak

Namun selain hal tersebut, ada baiknya mengetahui bahwa minus dan silinder merupakan bagian normal dari pertumbuhan mata anak dan termasuk dalam hal ini mata plus anak.

Ketiga hal tersebut (minus, silinder, dan plus) dalam kalangan medis disebut sebagai kelainan refraksi.  Dalam batas tertentu masih dianggap dalam batasan normal.

Mata anak banyak mengalami perubahan bentuk dan ukuran, yang dimulai dari semenjak dalam kandungan, setelah lahir, dan dalam masa pertumbuhan anak anak.

Perubahan bentuk dan ukuran dari bola mata dan bagian-bagiannya inilah yang akan menimbulkan kelainan refraksi tersebut.

 

Solusi Dari Mata Minus Pada Anak

Untuk mengetahui apakah pada mata anak anda sudah terdapat kelainan refraksi, silahkan bawa buah hati kesayangan anda ke dokter mata terdekat.

Salah satu indikasi paling mudah bagi orang untuk mencurigai adanya kelainan refraksi adalah adanya tanda tanda usaha untuk memaksa memfokuskan mata.

Hal yang mungkin dilakukan adalah seperti sering memincingkan mata untuk melihat jauh, memposisikan diri lebih dekat dari jarak wajar untuk menonton TV, gangguan belajar di sekolah, dan bisa juga dari kebiasaan mengedip yang terlihat tidak wajar.

Dari pemeriksaan akan diketahui berapa besar ukuran minus atau plus atau silinder dan atau kombinasi minus silinder atau kombinasi plus silinder pada mata buah hati anda.

Dari pemeriksaan juga dapat diketahui apakah terdapat kondisi mata malas / amblyopia, dan dapat diperkirakan bagaimana kira kira pertambahan minus atau silinder dari anak tersebut kedepannya untuk kasus tertentu.

 

Penyebab Terjadinya Mata Minus Pada Anak

Banyak hal yang dapat mempengaruhi terbentuknya kelainan refraksi tersebut dan salah satunya adalah penggunaan gadget.

Sampai sekarang memang belum ada waktu spesifik secara pasti untuk membatasi seberapa lama gadget itu aman digunakan dan seberapa intensif penggunaannya.

Namun rekomendasi yang diberikan oleh perkumpulan medis dan paramedis di Amerika merekomendasikan untuk tidak mengizinkan anak menonton TV, Telepon genggam, Tablet, dan Komputer serta sejenisnya hingga lewat dari usia 2 tahun.

Tidak bisa dikatakan bahwa gadget adalah sesuatu yang sangat menakutkan dan pelarangan penggunaan yang mutlak pada anak adalah suatu keharusan.

Yang perlu diketahui adalah kondisi kelainan refraksi mata anak terkini dan tajam penglihatan matanya, serta kebiasaan penggunaan gadgetnya.

Dari sini akan dapat ditentukan bagaimana seharusnya anak tersebut menggunakan gadget dan kegiatan atau apa yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi pengaruh gadget tersebut.

Narasumber: dr. Artha Latief, Sp.M

Terapi Kanker Paru-Paru

Pembukaan dari Perjalanan Terapi Kanker Paru-Paru

 Atasi permasalahan sistem pernapasan anda dengan terapi kanker paru-paru”

Pembukaan

Huk huk huk,  terdengar suara batuk dari seorang laki-laki yang tiada henti. Laki-laki tersebut berusaha mengobati dirinya dengan obat-obatan warung.

Karena batuk yang tiada henti dia berobat ke seorang dokter. Dokter tersebut menyarankan dilakukan foto toraks dan dari hasil foto tersebut dokter menyatakan TBC Paru.

Pasien berobat rutin meminum bermacam obat TBC. Setelah 3 bulan meminum obat tersebut ternyata tidak ada perubahan bahkan terjadi batuk darah yang banyak.

Gejala tersebut merupakan gejala khas awal antara kanker paru atau TBC paru.  Kanker paru adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh dengan luar biasa cepat, menyebabkan tumor terbentuk.

Biasanya gejala penyebaran kanker paru lebih dominan dibandingkan dengan gejala tumor primernya.

Pengobatan

Pasien mencari alternatif lain untuk berobat ke dokter ahli paru, kemudian dokter meminta untuk membuat CT-Scan toraks. Ternyata hasilnya menunjukkan adanya massa yang berada di paru atas kanannya.

Selain itu tampak pula anak sebar berupa nodule-nodule di paru sebelah kirinya. Hal ini menunjukkan tumor kanannya sudah menyebar ke sebelah kiri. Inilah yang sering dialami oleh penderita kanker paru yang terlambat diobati.

Terapi Kanker Paru-Paru

Terapi kanker paru-paru dapat dilakukan pembedahan apabila masih stadium dini, sedangkan radiasi/penyinaran  dapat dilakukan sesudah operasi maupun paliatif untuk mengurangi rasa nyerinya.

Pada kasus yang lebih lanjut dapat diberikan obat kemoterapi yang dimasukkan melalui pembuluh vena dengan berbagai macam pilihan komposisi sesuai dengan jenis sel kankernya. Pengobatan ini tidak banyak disukai pasien karena efek samping berupa mual, muntah, rambut rontok dan gangguan pada sel darah.

Dengan berkembangnya metode pengobatan kanker paru, pada Kanker Paru Jenis Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK), telah ditemukan obat tablet dari generasi pertama hingga generasi ke tiga, yang dikenal dengan Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI) sebagai terapi target.

KPKBSK adalah jenis kanker paru yang terbanyak (85%). Dari jenis ini yang terbanyak adalah adenokarsinoma. Untuk mendapatkan terapi ini, harus melalui uji mutasi EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor). Apabila uji EGFR ini positif  baru dapat menggunakan terapi target tersebut. Terapi ini sudah bisa dilakukan di Bethsaida Hospitals.

Imunoterapi merupakan terapi kanker paru yang terkini yang sudah dapat dilakukan di Indonesia di beberapa rumah sakit besar khusus yang menangani kanker paru. Terapi ini dikenal dengan sebutan anti PD1/PDL1, yang mana dapat diketahui dengan menjalani biopsi jaringan terlebih dahulu.

Terapi ini masih termasuk terapi yang mahal. Pada beberapa uji klinik dapat digunakan kombinasi antara kemoterapi dan imunoterapi bahkan diberikan dengan 2 jenis imunoterapi yang berbeda.

Pemilihan obat-obat kanker paru haruslah efektif, efek samping minimal, spesifik tumor, aman dan harga terjangkau sesuai dengan stadium kanker. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman sekitar dapat membantu mental Anda untuk mengatasi rasa sakit akibat kanker.

Narasumber: dr. A. Mulawarman Jayusman Sp. P (K) Onk

Mengatasi Nyeri Punggung Dengan RedCord

Bagaimana Cara Untuk Mengatasi Nyeri Punggung?

Bagaimana sebenarnya cara untuk mengatasi nyeri punggung? Nyeri punggung hingga saat ini masih banyak diderita oleh kebanyakan orang. Untuk dapat mengatasi nyeri punggung ini wajib untuk diketahui jenis, penyebab dan gejala dari nyeri punggung itu sendiri.

Ada 2 macam dari nyeri punggung yaitu nyeri punggung akut yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung selama kurang dari 6 minggu sementara nyeri punggung kronis berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Bila nyeri punggung kronis tidak ditangani dengan baik maka dapat menyebabkan depresi, kecemasan, gangguan mood, serta mencetus penyakit kronis lainnya seperti darah tinggi dan kencing manis yang akhirnya mengganggu kualitas hidup dan tidak jarang seseorang harus merubah profesinya karena kondisi ini. Secara statistik kejadian ini juga cukup banyak, mencapai 60%.

Mekanisme Nyeri Yang Terjadi Dalam Tubuh

Nyeri pada anggota gerak pada prinsipnya terjadi ketika prinsip: “the right muscle in the right amount at the right time” tidak terpenuhi. Ada sensor otot -proprioseptif, muscle spindle- yang tidak bekerja sehingga otot-otot tertentu tidak dapat bekerja seperti seharusnya. Sebagai contoh, pada saat kita ingin menggapai sesuatu, sepersekian detik sebelumnya otot perut kita bernama transversus abdomen akan kontraksi terlebih dahulu sebelum tangan kita menggapai sesuatu. Mekanisme stabilitas tulang belakang yang mendahului gerakan fungsional -feedforward- ini sangat krusial. Bila transversus abdomen yang termasuk salah satu dari otot lapis dalam/intrinsik/core kita tidak dapat bekerja di waktu yang tepat dengan kekuatan yang cukup bisa saja hanya muncul rasa tidak nyaman. Namun bila beban yang harus diangkat atau timing yang dilakukan oleh tubuh kita di luar kapasitas kita, akan timbul nyeri. Terjadi karena ada otot lain harus bekerja ekstra keras untuk mengompensasi otot yang bermasalah. Kondisi ini kita sebut sebagai gangguan kontrol motorik.

Penanganan Nyeri Punggung Kronik

Ketika baru pertama kali terjadi nyeri dan sudah mendapatkan penanganan yang baik, nyeri akan hilang. Namun gangguan kontrol motorik tersebut biasanya menetap. Hal ini berisiko menyebabkan terjadinya nyeri berulang dan bahkan bisa bertahun-tahun tidak membaik. Gangguan ini dicetuskan oleh pola hidup yang tidak aktif, monoton, cara kerja yang tidak ergonomis dan trauma.

Untuk menangani kondisi ini, diperlukan pemeriksaan fisik untuk mencari otot mana yang tidak bekerja dengan optimal. Selama otot yang disfungsi ini dibiarkan tidak bekerja, otot lain akan terus bekerja ekstra keras sebagai kompensasinya. Otot kompensator ini adalah proteksi tubuh kita terhadap kelemahan otot.

Tidak jarang pasien datang mengaku sudah mendapat pijat atau konsumsi pereda nyeri berulang-ulang, namun tidak pernah memperbaiki otot yang lemah. Seperti rumah dengan genteng bocor namun hanya memperbaiki plafon yang rusak, tidak mencari sumber bocornya.

Otot yang lemah tersebut, selanjutnya harus diperkuat, diperbaiki respons dan diintegrasikan dengan gerakan fungsional. Oleh karena banyaknya kejadian kasus nyeri punggung bawah kronis serta akibat yang fatal apabila tidak diberikan penanganan yang tepat, maka Bethsaida Hospitals menyediakan cara untuk mengatasi nyeri punggung ini dengan metode terapi fisik Redcord. Metode ini berasal dari Norwegia yang telah didukung oleh banyak penelitian klinis dari seluruh dunia. Kelebihan dari metode ini dibandingkan dengan yang lain adalah dapat memperbaiki kontrol dan koordinasi otot secara bertahap, tanpa nyeri. Apabila metode ini dijalankan secara rutin, pola gerak yang benar dapat terekam kembali oleh tubuh kita. Dengan kehadiran Redcord diharapkan dapat membantu para penderita nyeri punggung kronis untuk beraktifitas dengan normal.

Narasumber: dr. Raymond Posuma, Sp.KFR

Restorasi Gigi Dengan CAD/CAM Dentistry

CAD/CAM Dentistry adalah salah satu bidang dalam kedokteran gigi terutama dalam pembuatan restorasi gigi. Restorasi gigi ini meliputi Inlay, Onlay, Overlay, Veneer hingga Crown dan Bridge (mahkota jembatan) mengunakan CAD/CAM (computer aided design/ computer aided manufacturing) untuk meningkatkan ketepatan rancangan dan hasil pembuatan.

Beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi sangat mempengaruhi praktik kedokteran gigi. Salah satu teknologi yang paling berkembang adalah penggunaan computer-aided manufacturing (CAD/CAM). Teknologi ini memanfaatkan perangkat pemindaian tiga dimensi (3D) untuk hasil yang lebih akurat, cepat, tepat perawatan & nyaman untuk pasien. Hal ini juga memudahkan pembuatan dan memudahkan pada saat proses pemasangan restorasi.

CAD/CAM dalam kedokteran gigi didefinisikan sebagai proses merancang dan membuat perangkat kedokteran gigi dengan bantuan perangkat lunak komputer, seperti konservasi gigi, gigi tiruan, implan gigi dan perawatan merapihkan gigi dengan aligner (tanpa kawat gigi).

Perbedaan Restorasi Gigi yang Dibuat Dengan CAD/CAM dan Konvensional

Dibandingkan restorasi gigi konvensional proses pengerjaan CAD/CAM memang memakan lebih banyak waktu dalam setiap kunjungan dan biaya investasi yang tergolong besar. Namun tetap saja penggunaan teknologi CAD/CAM sangat menguntungkan bagi pasien yang memiliki mobilitas tinggi dengan keterbatasan waktu dan lokasi tempat tinggal yang jauh. Pada kasus gigi vital apabila menggunakan restorasi konvensional maka paling tidak harus dibuatkan mahkota gigi sementara selama kurang lebih lima hingga tujuh hari kerja karena itu adalah waktu yang diperlukan untuk membuat restorasi akhir termasuk waktu antar jemput model ataupun cetakan rahang pasien, sedangkan penggunaan CAD/CAM memungkinkan pasien untuk memperoleh hasil dalam tempo satu hingga dua jam saja (tergantung bahan yang digunakan).

Proses Pengerjaan

Restorasi CAD/CAM dibuat menggunakan blok ceramic padat atau resin composite yang warnanya disesuaikan mendekati dengan warna gigi asli. Sebelum melakukan pemindaian gigi dengan pemindai 3D, perawatan lengkap tetap harus dilakukan sebelum memutuskan untuk membuat restorasi akhir. Dokter harus dapat menentukan bahan apa yang paling tepat untuk digunakan disetiap rencana perawatan pasien. Setelah blok terbentuk sesuai yang direncanakan maka dilakukan pemolesan, pewarnaan dan pemberian lapisan mengkilap serta licin untuk memperoleh hasil sesuai dengan rencana perawatan. Terakhir adalah tahap pemasangan atau insersi di mulut pasien dan merekatkannya dengan sementasi khusus maupun bahan adhesive. Dokter akan menjadwalkan kunjungan selanjutnya untuk observasi paska insersi.

Estetik dan Kontrol

Estetik juga merupakan salah satu perhatian penting. Teknologi CAD/CAM menawarkan restorasi dengan estetik yang sangat baik, kekuatan dan durabilitas yang dapat menyaingi prosedur konvensional, serta memudahkan dokter gigi dalam mengerjakan berbagai kasus yang rumit.
Teknologi chairside CAD/CAM memungkinkan dokter gigi untuk melakukan perawatan dan membuat restorasi dalam satu kunjungan. Hal ini dapat mengurangi biaya fabrikasi eksternal, mengurangi biaya bahan yang berhubungan dengan pencetakan, dan mengurangi waktu kunjungan pasien.

Narasumber: Drg. Tb. Iman Wahyu Kusumadirja PGDip.ALD(UK), PGDip.CRD(UK), PGDip.CD(ITA), MM, CDIS. AFWCLI, FALD.

Pentingnya Vaksin Typhoid Untuk Mencegah Tipes

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Penyakit Typhoid

Vaksin Typhoid adalah salah satu cara untuk mencegah infeksi penyakit typhoid pada seseorang. Namun sebenarnya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai penyakit typhoid ini. Penyakit typhoid adalah sebuah infeksi akut yang menyerang saluran cerna yang disebabkan oleh kuman Salmonella Thypii. Sumber penularan dari penyakit typhoid ini ialah dari makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh kuman tersebut.

Gejala Yang Ditimbulkan Oleh Penyakit Typhoid

Gejala yang dirasakan dapat timbul tiba-tiba atau berangsur yaitu 10-14 hari. Untuk minggu pertama gejala umum yang dialami oleh penderita adalah:

  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot
  • Mual & muntah
  • Kehilangan nafsu makan,
  • Diare maupun konstipasi

Pada minggu pertama ini, apabila gejala yang dialami diatas sudah 3 hari berturut-turut dan tidak kunjung sembuh maka sebaiknya segera berkunjung ke pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan sebelum gejala yang lebih buruk dialami.

Apabila gejala ini tidak segera ditangani, di dalam minggu kedua akan terdapat gejala dan temuan pemeriksaan fisik yang biasanya lebih khas seperti lidah yg khas (kotor di tengah, tepi dan ujung lidah kemerahan, dan tremor), nadi melambat, organ hati, limpa teraba membesar. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menimbulkan kematian.

Seberapa Penting Seseorang Harus Mendapatkan Vaksin Typhoid?

Prinsip pencegahan yang paling penting yaitu mengobati penderita demam tifoid sampai tuntas supaya tidak menjadi pembawa kuman / karier. Hal yang tidak kalah pentingnya yaitu penyediaan air bersih, jarak septic tank dengan sumber air >10m, menjaga makanan dan minuman yang sehat, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terutama sebelum makan, dan jangan lupa untuk vaksinasi tifoid.

Efektivitas vaksin thypoid berperan cukup tinggi dalam mencegah infeksi thypoid yakni 50-80%. Meskipun telah melakukan vaksinasi, seseorang tetap harus menjaga kebersihan lingkungan dan terutama memakan makanan dan minuman yang sehat dan terjamin kebersihannya. Indonesia termasuk wilayah endemis thypoid, artinya setiap tahun kejadian thypoid masih tinggi.

Siapa yg dianjurkan menerima Vaksin Typhoid?

Vaksin thypoid sangat dianjurkan terutama untuk anak usia sekolah, dewasa muda, petugas kuliner (yang berhubungan dengan makanan dan minuman), termasuk wisatawan yang berlibur ke daerah endemis.

Vaksin thypoid tidak boleh diberikan kepada orang yang memiliki reaksi alergi berat pada riwayat pemberian vaksin thypoid sebelumnya, ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang menjalani therapy antibiotik, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah (HIV / AIDS), dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh atau menderita kanker, atau dalam pengobatan kanker.

Cara Pemberian Vaksin Typhoid

Bentuk sediaan vaksin thypoid ada yang oral adapula berupa suntikan. Yang beredar di Indonesia saat ini yakni sediaan berupa suntikan. Vaksin thypoid sudah dapat diberikan sejak anak usia >2 tahun sampai dewasa, dengan anjuran melakukan booster setiap tiga tahun sekali.

Resiko Pemberian Vaksin Typhoid

Umumnya, efek samping yang ditimbulkan setelah vaksin diberikan tidak terlalu serius. Namun hal ini tentu bisa berbeda-beda tergantung dengan respon masing-masing tubuh. Umumnya ruam, nyeri di daerah bekas suntikan, demam, sakit kepala, bahkan alergi. Namun masalah yang timbul akibat vaksin thypoid sangat jarang terjadi.

Mengingat pentingnya vaksin typhoid ini, Bethsaida Hospitals mempersembahkan sebuah penawaran khusus kepada anda yang ingin melakukan vaksinasi. Dapatkan Penawaran khusus yang terbatas ini dengan menghubungi kami di 021-2930-9999 ext 213 atau untuk mempercepat akses pembelian anda dapat mengakses di e-commerce kami di link berikut ini Shop.Bethsaida.co.id

Promo Vaksin Typhoid 

Harga Promo: Rp 215.000

Syarat & Ketentuan:

  • Promo berlaku dari 25 September – 31 Desember 2018
  • Hanya berlaku untuk pasien Rawat Jalan & tidak bisa digabungkan dengan promo lainnya
  • Promo dilaksanakan di MCU dan pendaftaran minimal 1 hari sebelumnya
  • Vaksin Flu & Typhoid minimal untuk usia 4 tahun s/d dewasa

 

Narasumber: dr Evaline Pasak

 

Mengetahui Cara Untuk Mengatasi Rambut Rontok Parah

Mengenal Lebih Dekat Mengenai Kerontokan Rambut

Kerontokan rambut masih dapat dianggap normal bila tidak lebih dari 50-100 helai per hari. Hal ini merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut dan nantinya akan tumbuh rambut yang baru untuk menggantikannya. Namun, bila lebih dari jumlah tersebut dan terlihat kebotakan atau penipisan rambut yang nyata, ada beberapa hal yang dapat menyebabkannya, antara lain: faktor keturunan, hormonal, masalah medis, stres, dan obat-obatan. Oleh karena itu penting untuk diketahui bagaimana cara mengatasi rambut rontok agar kepercayaan diri dapat didapatkan kembali serta kesehatan rambut dapat terjaga dengan baik

Penyebab Kerontokan Rambut

Penyebab tersering kerontokan rambut adalah faktor keturunan, hal ini paling sering ditemui pada pria. Umumnya kerontokan rambut terjadi secara perlahan-lahan dan dengan pola tertentu (male and female pattern hair loss) yaitu, batas rambut meninggi (receding hairline) dan botak pada pria, serta penipisan rambut pada wanita.

Perubahan dan ketidakseimbangan hormonal dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.

Kondisi perubahan hormonal ini sering terjadi setelah melahirkan, keguguran, menjelang menopause, setelah menghentikan penggunaan pil KB, serta gangguan kelenjar tiroid.

Kejadian yang menimbulkan stres fisik seperti demam, penyakit kanker, setelah menjalani operasi, ataupun stres emosional juga berpengaruh pada kerontokan rambut. Penyakit kulit kepala seperti psoriasis, dermatitis seboroik, dan infeksi jamur juga menyebabkan rambut rontok.

Faktor lain penyebab kerontokan adalah keadaan gizi seseorang, misalnya kekurangan zat besi, penurunan berat badan yang cepat setelah diet ketat, kurang gizi, atau konsumsi vitamin A berlebihan.

Obat-obatan yang dapat menyebabkan kerontokan rambut antara lain obat kanker, obat untuk menurunkan tekanan darah, obat jantung, obat penurun kolesterol, obat pengencer darah.

Cara menata rambut yang berlebihan seperti mengikat rambut terlalu erat, proses pengeringan, mewarnai, meluruskan, dan mengeriting rambut juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Cara Mengatasi Rambut Rontok

Untuk mengatasi kerontokan rambut kita harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Untuk masalah hormonal seperti kehamilan dan setelah melahirkan, kerontokan rambut akan berkurang dengan sendirinya setelah 6 bulan – 1 tahun.

Bila ada penyakit yang mendasari kerontokan rambut seperti gangguan tiroid, penyakit kulit kepala, gangguan gizi, harus diatasi terlebih dahulu.

Penggunaan obat-obatan yang dicurigai sebagai penyebab kerontokan rambut harus dihentikan. Pengobatan kerontokan rambut ditujukan untuk merangsang pertumbuhan rambut baru, memperlambat atau menyembunyikan kerontokan rambut. Dapat digunakan obat-obatan seperti minoksidil, finasteride untuk laki-laki; treatment seperti laser, platelet rich plasma (PRP), derma stamp, transplantasi rambut; atau pertimbangkan penggunaan wig atau rambut palsu. Semakin awal kerontokan rambut diobati semakin tinggi angka keberhasilan terapi. Hasil terapi biasanya terlihat setelah 3-6 bulan.

Pada keadaan rambut rontok, gunakan sampo yang lembut, dan gunakan sisir rambut yang bergigi jarang. Pilihlah sampo khusus untuk rambut rontok atau sampo bayi. Setelah mandi keringkan rambut dengan cara ditepuk-tepuk dengan menggunakan handuk lembut, dan biarkan mengering alami tanpa menggunakan pengering rambut. Hindari juga mencuci rambut terlalu sering karena hal ini dapat mengurangi minyak alami pada rambut sehingga rambut menjadi kering dan rapuh. Bagi sebagian besar tipe rambut, mencuci rambut setiap 2 hari sekali sudah cukup.

Untuk memiliki rambut yang sehat dan mencegah kerontokan rambut dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Pemberian multivitamin yang mengandung vitamin C, vitamin E, zinc, biotin, selenium, omega 3, dapat membantu mengurangi kerontokan rambut dan mempercepat pertumbuhan rambut yang baru. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekurangan zat besi maka diperlukan tambahan zat besi (Fe).

Stres emosional, termasuk stres pada pekerjaan dapat menyebabkan ataupun memperparah kerontokan rambut. Cobalah untuk mengatasi penyebab stres, tidur dengan waktu yang cukup sekitar 7-8 jam, dan sering berolahraga.

Narasumber:  dr. Inneke Halim, Sp.KK

 

Cegah dan Atasi Sakit Tulang Belakang Bawah

“Mari Bersama Kita Cegah dan Atasi Sakit Tulang Belakang Bawah!”

Apa Sebenarnya Sakit Tulang Belakang Bawah (Low Back Pain)?

Sakit Tulang Belakang Bawah (Low Back Pain) adalah nyeri yang dirasakan daerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri lokal maupun nyeri radikuler atau keduanya. Nyeri ini terasa diantara sudut iga terbawa sampai lipat bokong bawah yaitu di daerah lumbal atau lumbo-sakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri kearah tungkai dan kaki.

LBP termasuk salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi serta dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja dan disabilitas. Keluhan LBP dapat menyerang siapa saja, baik usia muda maupun lansia. LBP lebih sering terjadi pada orang berumur 30-50 tahun karena rentang umur tersebut merupakan rentang umur produktif, sehingga orang-orang tersebut lebih aktif melakukan aktivitas atau pekerjaan. Wanita sedikit lebih rentan terkena daripada laki-laki.

 

Kategori Jenis Dari Low Back Pain

LBP Dibedakan Menjadi Dua, yaitu:

  • Akut

LBP aku menimbulkan rasa nyeri yang menyerang secara tiba-tiba, rentang waktunya hanya sebentar, antara beberapa hari sampai beberapa minggu. Rasa nyeri ini dapat hilang atau sembuh. Akut LBP dapat disebabkan karena luka traumatik seperti kecelakaan mobil atau terjatuh, rasa nyeri dapat hilang sesaat kemudian. Kejadian tersebut selain dapat merusak jaringan, juga dapat melukai otot, ligamen dan tendon. Pada kecelakaan yang lebih serius, fraktur tulang pada daerah lumbal dan spinal dapat masih sembuh sendiri. Penatalaksanaan awal nyeri pinggang akut terfokus pada istirahat dan pemakaian analgesik.

  • Kronik

LBP kronik menyebabkan rasa nyeri yang menyerang lebih dari 6 bulan atau rasa nyeri yang berulang-ulang atau kambuh kembali. Fase ini biasanya berbahaya dan sembuh pada waktu yang lama. LBP kronik dapat terjadi karena osteoarthritis, rheumatoidarthritis, proses degenerasi discus intervertebralis dan penyakit tumor.

Faktor – Faktor Risiko

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko LBP. Beberapa penyebabnya termasuk hal sepele, seperti obesitas, kurangnya olahraga, lama duduk atau istirahat, postur kerja yang tidak tepat, bekerja dalam postur tubuh yang sama atau membungkuk di tempat kerja dalam jangka waktu lama.

Upaya Pencegahan Agar Terhindari Dari Low Back Pain

Mempertahankan postur tubuh yang benar di tempat kerja dan selama aktivitas sehari-hari, olahraga teratur dan diet seimbang dapat membantu mencegah terjadinya nyeri punggung bawah. Pencegahan LBP sebaiknya dilakukan dari usia muda karena kebiasaan sehari-hari dapat meningkatkan faktor terjadinya LBP di usia tua.

Penegakan Diagnosa Untuk Low Back Pain

Dokter akan meminta foto rontgen, CT Scan maupun MRI untuk melihat adanya kerusakan pada tulang maupun diskus, atau kerusakan lain pada saraf tulang belakang. Nyeri yang ringan biasanya akan membaik dengan obat-obatan penghilang nyeri yang dapat dibeli bebas. Salep penghilang nyeri juga berguna untuk nyeri otot. Apabila obat-obatan tidak dapat mengurangi gejala Anda, dokter akan merekomendasikan suntikan pada tulang belakang anda yang disebut nerve root block.

Pengobatan Yang Efektif Untuk Menangani Low Back Pain 

Operasi

Apabila LBP sudah berlangsung lama dan mengganggu aktivitas anda sehari-hari, sementara pengobatan diatas tidak memberikan hasil yang signifikan, maka kemungkinan besar dokter akan menyarankan operasi. Tindakan operasi diambil dengan melihat penyebab LBP itu sendiri. Dokter bedah akan menghilangkan diskus yang menonjol tersebut dan melebarkan jarak pada saraf spinal.

Rehab Medik

Apabila nyeri pinggang membuat Anda tidak aktif pada waktu yang lama, program rehabilitasi akan membantu menguatkan kembali otot Anda dan membantu Anda untuk kembali ke aktifitas normal.

 

Narasumber:  dr. Puspasari, Sp.S