Batuk Terus Menerus, Apa Solusinya?

Pengertian Batuk Terus Menerus atau Kronis

Batuk terus menerus atau kronis  secara garis besar adalah batuk yang terjadi sebagai efek dari penyakit tertentu seperti asma, sinusitis, atau alergi. Batuk ini dinilai menjadi masalah paling sering sehingga menjadi alasan utama bagi banyak orang untuk berobat ke dokter.

Mekanisme Batuk

Pada dasarnya batuk adalah mekanisme refleks tubuh untuk membersihkan jalan napas dari sesuatu yang mengganggu jalan pernapasan seperti asap, debu, atau lendir. Batuk terjadi karena adanya rangsangan tertentu yang terjadi pada saluran pernapasan.

Ketika ada kotoran masuk ke dalam saluran pernapasan, reseptor akan mengalirkan lewat syaraf ke pusat batuk yang berada di otak dan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi melalui batuk. Ramuan alami seperti lemon dan madu diyakini dapat membantu meringankan batuk ringan.

Jenis-Jenis Batuk

Terdapat dua jenis batuk yakni :

  1. Batuk Kering : Batuk yang tidak disertai dahak dan saluran pernapasan terasa gatal sehingga menyebabkan batuk terjadi
  2. Batuk Berdahak : Batuk disertai dahak akibat terjadinya infeksi pada saluran pernapasan

Berdasarkan pengelompokkan waktu, batuk dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni batuk akut dan batuk kronis

  1. Batuk akut adalah batuk yang berlangsung kurang dari 14 hari
  2. Batuk kronis adalah batuk terus menerus yang terjadi sebagai efek dari penyakit tertentu seperti asma, sinusitis, atau alergi. Batuk kronik dinilai menjadi masalah paling sering sehingga menjadi alasan utama bagi banyak orang untuk berobat ke dokter

Penyebab Batuk Kronis

Penyebab batuk kronis secara umum

  1. Merokok .Adanya benda asing berupa asap yang masuk ke jalan napas sehingga menyebabkan batuk
  2. Batuk rejan (Pertusis) yakni Penyakit pernapasan karena infeksi bakteri Bordetella Pertussis
  3. Sinusitis dan postnasal drip juga dapat menyebabkan batuk kronis yang disertai dengan lendir. Diperlukan pemeriksaan khusus seperti CT scan untuk mendiagnosa penyebab batuk kronis ini. Seseorang yang terkena batuk karena penyebab ini sering mengeluh bahwa tenggorokannya gatal dan ada sesuatu yang menggelitik.
  4. Bronkitis atau pneumonia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, jamur atau virus. Pemberian antibiotik tidak akan berespon untuk kasus akibat virus. Pada pasien dengan asma, virus yang menginfeksi saluran pernapasan atas sering mengakibatkan batuk berkepanjangan, bahkan setelah infeksi ditangani sekalipun.
  5. Obat-obat tertentu seperti golongan ACE inhibitor, yang digunakan untuk pengobatan hipertensi, dapat menyebabkan batuk kronis

Dalam kasus batuk kronis, sangat penting untuk segera dilakukan pemeriksaan foto x-ray dada untuk memeriksa jenis benda asing yang masuk ke dalam paru-paru

Jika Anda mengalami batuk berkepanjangan melewati waktu dua minggu dan intensitasnya makin mengganggu, berat badan menurun, napas makin berat dan pendek, hilang gairah, lelah berkepanjangan, dan ketika ada bercak-bercak darah dari batuk, segeralah ke dokter.

 

Narasumber: dr. Hesti Setiastuti S, Sp.P

Diagnosis dan Tata Laksana Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir

Penjelasan Penderita Ginjal Kronik Tahap Akhir

Penyakit ginjal kronik (PGK) biasanya tidak menunjukkan gejala kecuali sudah pada stadium atau tahap akhir. Penyakit ginjal kronik yang dimaksud adalah kerusakan struktur ginjal yang permanen (3 bulan lebih), yang ditandai dengan kelainan anatomis atau adanya protein dalam urin. Protein dalam urin kadang tidak cukup hanya dideteksi dengan pemeriksaan urin biasa namun harus dengan pemeriksaan protein kuantitatif (urine albumin creatinine ratio). Sedangkan tahap akhir yang dimaksud adalah saat pasien sudah memerlukan terapi pengganti ginjal berupa transplantasi ginjal, hemodialisis, atau dialisis peritoneal.

Bagaimana Penanganan Yang Tepat?

Semua manusia memiliki risiko penyakit ginjal kronik, dan memang angkanya meningkat terus sehingga disarankan pemeriksaan urin (bukan hanya darah) pada mereka yang berisiko. Risiko PGK tahap akhir dimiliki mereka dengan diabetes, hipertensi, batu saluran kemih, asam urat tinggi, glomerulonephritis, kurang minum air putih (sering dehidrasi), atau banyak mengonsumsi obat-obatan atau herbal. Bagi anak muda dengan peradangan ginjal (glomerulonephritis), kelainan anatomi ginjal, dan dengan keturunan penyakit ginjal perlu melakukan pemeriksaan ginjal berkala karena PGK tahap akhir tidak hanya dapat menimpa orang tua namun dapat terjadi juga pada anak muda bahkan anak kecil sehingga skrining perlu dilakukan. Biasanya yang sering terlewat adalah mereka yang tidak menjalani USG fetomaternal saat kehamilan sehingga saat anaknya ada kelainan ginjal diketahuinya sudah terlambat, atau bagi mereka yang tidak pernah menjalani pemeriksaan urin sama sekali. Sebaiknya saat usia 18 tahun dilakukan pemeriksaan urin agar bila ada kelainan dapat didiagnosis sebelum ginjal mengalami PGK tahap akhir.

Kriteria Penderita Penyakit Ginjal Kronik Tahap Akhir

Diagnosis PGK tahap akhir yaitu bila dengan pengamatan dalam 3 bulan tidak ada perbaikan kreatinin (fungsi ginjal) walaupun sudah mendapat terapi terbaik, fungsi ginjal sangat rendah (kurang dari 15 ml/men/1,73 m2), tidak ada obstruksi atau masalah lain yang bisa dioperasi atau diperbaiki dalam USG saluran kemih. Sedangkan terapinya adalah terapi pengganti ginjal yang disebutkan di atas yang dilakukan secara kronis/ terus-menerus. BIla ada terapi lain yang ditawarkan diluar transplantasi ginjal, hemodialisis, atau dialisis peritoneal untuk PGK tahap akhir, terapi itu biasanya masih dalam tahap penelitian, seperti terapi sel punca atau terapi sel, yang hasilnya belum memuaskan sampai saat ini. Perlu diingat bahwa terapi pengganti ginjal dimaksudkan sebagai pemanjang umur dan peningkatan kualitas hidup dan bukan akhir dari segalanya. Pasien dengan terapi pengganti ginjal dapat memiliki umur yang panjang dan berkualitas, dapat memiliki anak, dan bekerja seperti biasa. Terapi pengganti ginjal yang terbaik tentu adalah transplantasi ginjal yang saat ini sudah ditanggung sebagian besar biayanya oleh pemerintah dan mudah-mudahan dengan edukasi yang baik, semakin banyak orang yang berani mendonorkan ginjalnya, setidaknya bagi keluarganya sendiri yang memerlukan. Perlu diketahui bahwa setiap calon donor ginjal diskrining dahulu secara ketat agar dapat dipastikan sehat seumur hidupnya dengan satu ginjal.

Narasumber: Dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD, KGH, FINASIM

Sudahkah Anda Mengenal Gejala Demam Tifoid Pada Orang Dewasa

Mengenali Gejala Demam Tifoid & Informasi Seputarnya Untuk Kualitas Hidup Yang Lebih Baik

Sebelum mengenal Gejala Demam tifoid/tifus (typhoid fever) sebaiknya kita mulai dengan mengetahui apa sebenarnya Demam Tifoid itu. Pada dasarnya Demam Tifoid ini adalah penyakit infeksi yang menyeluruh di seluruh tubuh (sistemik) akibat bakteri Salmonella Enterica Serovar Typhi (S. Thyphi).

Bakteri ini menginfeksi sekitar 21 juta orang setahun dan menyebabkan kematian hingga 200.000 orang di seluruh dunia. Data di daerah urban di Asia Tenggara menunjukkan demam kasus demam tifoid 100-200 per 100.000 penduduk. Demam Tifoid merupakan penyakit endemis di Indonesia, artinya dapat ditemukan sepanjang tahun. Kasus demam tifoid di Indonesia lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda.

Setiap demam tifoid selalu terjadi manifestasi demam tetapi tidak semua demam harus didiagnosis tifus. Deteksi dan diagnosis demam tifoid relatif tidak mudah karena manifestasi klinis awal tidak khas dan menyerupai berbagai penyakit. Pemeriksaan laboratorium kadang tidak sensitif sehingga sering mengalami bias untuk mendeteksi demam tifoid.

Penyebab Demam Tifoid

Bakteri S. Thyphi yang disebarkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh air seni atau tinja orang yang terinfeksi. Biasanya dari kerang, udang air tawar, buah-buahan, sayuran mentah, susu dan produk susu yang terkontaminasi. Selain itu, lalat berperan sebagai penyebar bakteri ke makanan dan minuman.

Gejala Demam Tifoid

Demam tinggi kelelahan, sakit perut, sakit kepala, penurunan nafsu makan dan perdarahan saluran cerna.

Komplikasi Yang Bisa Dialami

BAB berdarah/hitam (perdarahan usus), timbul lubang pada usus sehingga memerlukan operasi (perforasi usus), peradangan otot jantung (miokarditis), peradangan hati (hepatitis), peradangan dinding dalam ruang jantung dan katup (endokarditis), pneumonia, peradangan pankreas (pankreatitis), infeksi ginjal atau kandung kemih, infeksi pada otak dan selaput otak (meningoensefalitis) dan kematian dalam waktu satu bulan onset. Komplikasi lain yang pernah dilaporkan adalah halusinasi dan psikosis paranoid (komplikasi neuropsikiatri).

Pemeriksaan Kesehatan yang Tepat

Demam tifoid didiagnosis melalui riwayat penyakit demam yang lebih tinggi pada sore hari dan menetap. Riwayat perjalanan ke negara endemis mendukung diagnosis demam tifoid. Pemeriksaan darah yang paling dianjurkan adalah pembiakan cairan tubuh (kultur), untuk mengetahui kuman penyebab demam dan antibiotik yang peka serta kebal (resisten). Namun, pemeriksaan ini memerlukan waktu cukup lama (5-7 hari), fasilitas yang memadai dan biaya yang cukup tinggi. Karena biayanya yang terjangkau, dinegara berkembang, masih banyak menggunakan tes widal, walaupun hasilnya kurang spesifik dan akurat. Serta pemeriksaan penunjang lainnya adalah IgM Salmonella dan Tubex yang diperiksakan sesuai indikasinya.

Pengobatan

Pengobatan demam tifoid terdiri dari tirah baring, nutrisi, cairan, antibiotika dan pencegahan komplikasi. Pemberian antibiotik sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menekan kematian. Pada tahun 1990 mulai timbul bakteri
S. Thyphi yang kebal berbagai antibiotik Multidrug Resistent (MDR). Berbagai faktor penyebab MDR adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat indikasi (over-used) dan tidak sesuai aturan (tidak dihabiskan).

Pencegahan

Upaya pencegahan demam tifoid yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terdiri dari program vaksinasi tifoid pada wisatawan yang berkunjung ke negara endemis, pelatihan petugas medis untuk diagnosis dan pengobatan serta peningkatan kualitas air dan sanitasi. Langkah-langkah yang wajib dilakukan masyarakat adalah membudayakan cuci tangan, meningkatkan kebersihan makanan dan minuman, menutup tempat pembuangan sampah dan memperhatikan sumber air bersih.

Vaksinasi dianjurkan untuk mencegah demam tifoid bagi semua kelompok usia. Dua jenis vaksin tifoid yaitu ViCPS ( Vi capsular polysaccharide, jenis vaksin yang inaktif) dan vaksin oral (vaksin hidup yang dilemahkan). Kelompok risiko tinggi seperti lansia, wanita hamil dan imunokompromais (daya tahan tubuh rendah) dianjurkan untuk vaksinasi tifoid yang inaktif bila tidak ada kontraindikasi. Vaksin inaktif direkomendasikan bagi subjek sehat berusia lebih dari 2 tahun dan diberikan secara injeksi via otot (intramuskular). Vaksinasi inaktif memerlukan booster setiap 2 tahun bagi subjek berisiko. Semua vaksinasi tifoid memberikan proteksi 50-80%.

Pada setiap individu yang mengalami demam lebih dari 3 hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan menjalani pemeriksaan sesuai indikasi. Penderita demam tifoid direkomendasikan mengonsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter (hingga tuntas), untuk mencegah komplikasi dan timbulnya bakteri multiresisten (MDR).

 

Narasumber:  Dr. Yunita Maslim, Sp.PD

Bahaya Yang Ditimbulkan Oleh Gangguan Tidur Sleep Apnea

Apa Itu Gangguan Tidur Sleep Apnea?

Apakah anda pernah mendengar gangguan tidur Sleep Apnea? Ini merupakan salah satu kondisi gangguan tidur yang serius akibat dari kondisi pernapasan yang terganggu. Beberapa indikasi dari Sleep Apnea ini adalah mendengur atau ngorok yang disebabkan oleh penyempitan rongga saluran pernapasan, napas yang terengah-engah, tersedak serta berhenti napas dalam waktu yang melebihi 10 detik. Hal ini dapat berulang dalam satu waktu sehingga menyebabkan penurunan level atau kadar oksigen di dalam tubuh. Dengan demikian jantung akan terpicu untuk bekerja lebih keras.

Tingkatan Gangguan Tidur Sleep Apnea

Berdasarkan tingkat keseriusan gangguan Sleep Apnea ini dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu ringan, sedang dan berat. Tingkatan ini dapat berubah dengan cepat sesuai dengan kondisi pasien seperti berat badan gemuk, riwayat penyakit (hipertensi, riwayat penyakit jantung, paska stroke). Tingkatan dari gangguan ini juga dapat berkembang dengan cepat, jadi apabila anda memiliki Sleep Apnea yang masih dikategorikan ringan namun tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat maka ada kemungkinan saat anda melakukan pemeriksaan di tahun depan kategori Sleep Apnea anda dapat berubah menjadi berat. Sleep Apnea ini pun dapat menyebabkan masalah pada aktivitas rutin seperti saat berkendara, bekerja, bersekolah.

Gejala & Tanda-Tanda Sleep Apnea

Gejala yang dapat dialami oleh seseorang yang berisiko untuk terkena Sleep Apnea ini adalah

  • Merasa masih lelah saat bangun pagi meski jumlah waktu tidur sudah cukup (5-8 jam)
  • Merasa masih membutuhkan waktu untuk tidur disaat bangun pagi meski waktu tidur sudah cukup (5-8jam)
  • Ketiduran saat menyetir atau berkendara walau tidak lama(microsleep)
  • Cepat mengantuk saat berkendara atau menyetir walau hanya sebentar

Sleep Apnea ini dapat dialami oleh siapa saja. Hal ini bisa terjadi pada usia mulai dari anak-anak hingga dewasa & lansia, perempuan ataupun laki-laki. Tetapi Adapun beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena Sleep Apnea seperti:

  • Orang gemuk yang memiliki Body Mass Index (BMI) lebih dari 25
  • Lingkar leher yang lebih dari 40cm
  • Riwayat hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes
  • Penyakit kronis lain seperti pasien dengan penyakit ginjal yang sudah melakukan cuci darah, pasien dengan gastritis kronis atau maag kronis yang lebih dari 1 tahun

Bagaimana Cara Mengatasi Sleep Apnea?

Lalu bagaimana cara mengetahui dengan tepat bahwa anda memang memiliki gangguan tidur Sleep Apnea? Tentu hal ini memerlukan pemeriksaan kesehatan yang tepat seperti Sleep Test. Sleep test adalah sebuah alat untuk melakukan diagnosa yang dipasang pada pasien saat mau tidur dan dilepaskan kembali saat pasien bangun tidur. Alat ini dapat melakukan pemeriksaan dan analisa apabila pasien sudah tertidur selama minimal 4 jam.Alat sleep test ini tidak akan mengganggu kualitas tidur karena anda tetap dapat bergerak secara bebas seperti tidur berbaring ke sisi kiri atau kanan ataupun ke kamar mandi atau WC karena alat ini bersifat portable atau bisa dibawa kemana-mana.

Narasumber: dr. Radite Nusasenjaya, MKK, Sp.OK

Solusi Restorasi Rahang Tidak Bergigi

Mengetahui Solusi Dari Rahang Tidak Bergigi

Rahang tidak bergigi yang diakibatkan oleh kehilangan gigi sangatlah umum di kalangan orang dewasa, terutama seiring bertambahnya usia. Lebih dari 5% populasi di dunia kehilangan semua gigi atas dan bawahnya. Mereka hidup dengan ketidaknyamanan dan kerepotan dengan menggunakan gigi palsu. Lalu bagaimanakah solusi atas permasalahan tersebut?

Konsep “All on Four or All On Six Implant System” 

“All on Four or All on Six Implant System” adalah solusi dari rahang tidak bergigi ini. Pada dasarnya hal ini adalah suatu konsep perawatan yang menggantikan satu lengkungan penuh gigi atau rahang. Hal ini dilakukan dengan menggunakan empat atau enam implan gigi sebagai penahan struktur atau fondasinya. Hal yang menarik dari konsep perawatan ini adalah Anda tidak perlu mengganti satu gigi yang hilang dengan satu implant. Yang anda butuhkan adalah empat atau enam implan yang dipasangkan pada rahang atas dan empat pada rahang bawah untuk mengembalikan fungsi dan senyum penuh Anda.

3 Komponen Penting Untuk Hasil Yang Maksimal

Untuk hasil yang maksimal ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Perencanaan perawatan

Perencanaan perawatan ini memiliki fungsi untuk menentukan apakah tindakan ini tepat untuk Anda dengan mempertimbangkan kondisi mulut serta memperhitungkan pembuatan mahkota. Semua ini direncanakan untuk mengembalikan fungsi dan yang berikutnya adalah meningkatkan kualitas penampilan dari senyum seseorang, “A reason to smile again”.

  1. Sarana dan prasarana

Suatu keharusan bagi penyedia layanan perawatan ini untuk memiliki fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan. Fasilitas seperti CBCT atau minimal 2D digital Panoramic x-ray, alat dan instrumen implantologi khusus,standar sterilisasi yang sangat baik seperti penggunaan autoclave B+ sesuai standar dunia karena ketidaksterilan alat dapat menggagalkan kesuksesan perawatan.

  1. Kualifikasi dan kerjasama tim

Keberhasilan perawatan tidak hanya ditentukan oleh dokter tapi kerjasama tim yang baik sangat dibutuhkan. Dimulai dari perawat, teknisi laboratorium gigi dan yang terpenting adalah pasien itu sendiri. Tanpa pemeliharaan dan penjagaan yang baik dari segi kebersihan dan penatalaksanaan paska operasi yang baik maka keberhasilan perawatan pun akan terganggu.

Di BHDC (Bethsaida Hospital Dental Center) pemasangan implant akan berhasil sekitar 3-6 bulan jikalau ada kasus khusus bisa mencapai 9 bulan.

BHDC memiliki pendekatan “all-inclusive” karena memiliki fasilitas dan tim yang memadai serta telah menjadi pilihan bagi orang-orang yang kehilangan sebagian besar gigi mereka.  Anda bisa mendapatkan senyum baru yang bercahaya hanya dalam satu hari.

Narasumber:  Drg. Tb. Iman Wahyu Kusumadirja,  DDS., PGDip.ALD., PGDip.CRD., PGDip.Impl., MM., CDIS., FALD, FWCLI

Apa Itu Kolesterol, HDL, dan LDL

Apa Sebenarnya Kolesterol Itu?

Kolesterol adalah salah satu turunan lemak yang beredar dalam darah kita. Tubuh memang membutuhkan kolesterol tetapi dalam jumlah terbatas. Sebenarnya tubuh sudah memproduksi kolesterol. Selain dari sel-sel tubuh, hati juga menghasilkan sekitar 1 gram kolesterol setiap harinya.

Tubuh juga mendapatkan kolesterol dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari, terutama dari kuning telur, kerang-kerangan (udang, kepiting, dll), jeroan (usus, babat, hati, limpa, otak, ginjal, jantung, dll), serta makanan yang berasal dari susu (mentega, keju, dll).

Kadar kolesterol dalam darah yang dianggap normal adalah tidak lebih dari 200 mg/dl. Seperti minyak di air, kolesterol yang seperti lilin itu tidak larut dalam air. Jadi, agar bisa diangkut maka harus digabungkan dulu dengan molekul lemak dan protein, dimana paket ini disebut sebagai lipoprotein, yang merupakan kendaraan alami untuk membawa kolesterol keseluruh tubuh.

Apa Itu Lipoprotein  & Apa Saja Kandungannya ?

Sebagian besar inti lipoprotein mengandung kolesterol dan trigliserida yang dibungkus protein dan lemak pada bagian luarnya. Jenis-jenis lipoprotein ini memiliki bentuk, fungsi, kandungan jumlah kolesterol, trigliserida, protein yang berbeda-beda dan biasanya diklasifikasikan berdasarkan basis kepadatan dan kekompakannya.

Pengertian LDL

Salah satu yang terpenting adalah lipoprotein berkerapatan rendah atau LDL (Low Density Lipoprotein). LDL terdiri atas lemak dan sedikit protein. LDL bertugas mengangkut 60-80% kolesterol tubuh ke dalam darah. Setelah “berkeliling” dalam darah selama beberapa hari dan sudah terbentuk, LDL akan diserap oleh sel-sel tubuh sebagai bahan pembuat hormon dan sel-sel tubuh.

Tapi karena tidak semua diperlukan, maka kelebihan kolesterol itu akan dibuang dalam darah. Buangan inilah kemudian akan menumpuk pada dinding pembuluh darah, yang menyebabkan timbulnya radang dan menghasilkan plak.

Karena itulah LDL biasa disebut sebagai “kolesterol jahat” karena berperan dalam proses penimbunan lemak pada pembuluh darah. Masalahnya, LDL itu merupakan kemasan kimiawi yang tidak stabil sehingga mudah buyar. Begitu ia memasuki dinding arteri dan buyar, kolesterol yang tidak terpakai akan lepas dan menumpuk pada pembuluh darah yang rentan.

Pengertian HDL

Sedangkan HDL, dikenal sebagai “kolesterol baik”. Terdiri atas protein dan sedikit lemak, HDL membentuk paket yang stabil. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, membuat kolesterol pada HDL juga tidak mudah menggumpal. Lebih jauh, HDL ikut membantu memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh LDL. HDL berlaku seperti “pembersih”, mengangkut LDL yang bertebaran di dinding arteri dan membawanya kembali ke hati untuk dibuang. Karena HDL mencegah terjadinya penimbunan pada dinding arteri, maka semakin tinggi kadar HDL akan semakin baik, karena dianggap sebagai pelindung jantung.

Narasumber: Dr. dr. Raja Adil C. Siregar, MM, Sp.JP(K), FIHA, FICA, FESC, FACC, FAPSIC, FSCAI

Gangguan Kepribadian Skizotipal Yang Patut Diwaspadai

Meski sudah memasuki era digitalisasi namun ironisnya masih banyak di antara kita yang mempercayai hal-hal gaib atau mistis mulai dari kisah hantu, sihir yang dapat mengutuk orang, hingga mitos seperti alien. Hal ini cenderung terjadi pada masyarakat yang hidup di negara timur karena mayoritas orang-orang tersebut masih mempercayai hal-hal mistis.

Tetapi tahukah anda bahwa orang-orang yang sering menceritakan kejadian mistis yang terjadi di sekitar dia ini bisa menjadi salah satu gejala dari bentuk gangguan kepribadian?

Gangguan Kepribadian-Skizotipal

Skizotipal adalah salah satu gangguan kepribadian yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain akibat ketidaknyamanan untuk berinteraksi & pola pikir yang tidak dapat dimengerti oleh orang di sekitarnya. Biasanya orang dengan gangguan ini memiliki pemahaman yang eksentrik mengenai kejadian yang terjadi di keseharian hidupnya. Orang dengan kepribadian skizotipal ini sering terjebak dengan pemahamannya serta pikirannya sendiri. Sehingga hal ini dapat menimbulkan kepercayaan yang besar dengan ilmu-ilmu gaib serta takhayul yang beredar di sekitarnya.

Penyebab Gangguan Kepribadian-Skizotipal

Banyak hal  yang dapat mempengaruhi seseorang untuk mempunyai gangguan kepribadian skizotipal ini. Namun hal ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Budaya yang mempercayai hal-hal gaib atau mistis
  • Lingkungan yang berada di sekitarnya
  • Pola asuh orang tua
  • Faktor temperamental (emosi yang tidak dapat dikendalikan)
  • Gangguan perkembangan kepribadian.

Ciri-ciri Gangguan Kepribadian Skizotipal

Secara umum, orang dengan gangguan kepribadian skizotipal ini dapat terlihat dari ketidakmampuannya untuk menceritakan hal-hal yang bersifat normal tanpa melibatkan hal-hal mistis atau paranormal. Tetapi adapun beberapa gejala lainnya yang dipunyai oleh penderita gangguan kepribadian skizotipal:

  1. Mempunyai penampilan serta emosi yang tidak wajar
  2. Kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain secara berlebihan
  3. Mengabaikan norma sosial yang berlaku seperti etika dan sopan santun
  4. Mempunyai kepercayaan atau pandangan terhadap diri sendiri serta orang lain yang tidak wajar

Hubungan Antara Kepribadian Skizotipal Dengan Gangguan Kejiwaan

Orang dengan kepribadian skizotipal ini sering menjadi korban dari kebohongan & penipuan dari bisnis-bisnis gaib seperti santet, jin pelaris & tuyul yang diperparah dengan kepercayaan budaya timur akan keberhasilan dari metode magis ini. Biasanya orang dengan kepribadian skizotipal ini mencari bisnis-bisnis gaib ini sebagai jalan pintas untuk mencapai sesuatu hal secara instan. Seperti mengunjungi dukun untuk mendatangkan jin pelaris agar kekayaan yang dimilikinya berlimpah dengan cepat atau mengundang ahli magis untuk mengobati sebuah penyakit yang seharusnya ditangani secara bertahap oleh pihak medis.

Akibatnya, karena para dukun atau ahli ilmu magis ini tidak mempunyai kredibilitas atau jaminan akan metode yang dilakukannya dapat berhasil, maka hasilnya pun tidak dapat memecahkan masalah atau memenuhi ekspektasi yang diinginkan. Adapun kebiasaan dari bisnis-bisnis magis ini untuk menghasut para pelanggannya untuk memberikan hal-hal yang dipunyai dengan menjanjikan keberhasilan dari metode mereka. Apabila hal ini dipercaya & dilakukan secara terus-menerus, orang dengan gangguan kepribadian skizotipal ini akan mendapatkan masalah yang lebih dibanding dengan keadaan yang semula. Jikalau tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat memicu  gangguan kejiwaan seperti stres berlebihan atau depresi.

Bagaimana Penanganan Yang Efektif?

Perhatian yang khusus & pengobatan yang tepat sangat diperlukan untuk penderita dengan gangguan kepribadian skizotipal ini. Oleh karena itu konsultasi dengan tenaga medis profesional seperti psikolog atau psikiater dapat dianjurkan untuk meringankan serta merubah pola pikir orang-orang dengan kepribadian skizotipal ini. Dengan konsultasi yang efektif, kepribadian skizopital ini dapat mempunyai jalur pemikiran yang lebih jelas untuk sosial & dirinya sendiri.

Narasumber: dr. Guntara Hari Sp.KJ

Restorasi Gigi Dengan CAD/CAM Dentistry

CAD/CAM Dentistry adalah salah satu bidang dalam kedokteran gigi terutama dalam pembuatan restorasi gigi. Restorasi gigi ini meliputi Inlay, Onlay, Overlay, Veneer hingga Crown dan Bridge (mahkota jembatan) mengunakan CAD/CAM (computer aided design/ computer aided manufacturing) untuk meningkatkan ketepatan rancangan dan hasil pembuatan.

Beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi sangat mempengaruhi praktik kedokteran gigi. Salah satu teknologi yang paling berkembang adalah penggunaan computer-aided manufacturing (CAD/CAM). Teknologi ini memanfaatkan perangkat pemindaian tiga dimensi (3D) untuk hasil yang lebih akurat, cepat, tepat perawatan & nyaman untuk pasien. Hal ini juga memudahkan pembuatan dan memudahkan pada saat proses pemasangan restorasi.

CAD/CAM dalam kedokteran gigi didefinisikan sebagai proses merancang dan membuat perangkat kedokteran gigi dengan bantuan perangkat lunak komputer, seperti konservasi gigi, gigi tiruan, implan gigi dan perawatan merapihkan gigi dengan aligner (tanpa kawat gigi).

Perbedaan Restorasi Gigi yang Dibuat Dengan CAD/CAM dan Konvensional

Dibandingkan restorasi gigi konvensional proses pengerjaan CAD/CAM memang memakan lebih banyak waktu dalam setiap kunjungan dan biaya investasi yang tergolong besar. Namun tetap saja penggunaan teknologi CAD/CAM sangat menguntungkan bagi pasien yang memiliki mobilitas tinggi dengan keterbatasan waktu dan lokasi tempat tinggal yang jauh. Pada kasus gigi vital apabila menggunakan restorasi konvensional maka paling tidak harus dibuatkan mahkota gigi sementara selama kurang lebih lima hingga tujuh hari kerja karena itu adalah waktu yang diperlukan untuk membuat restorasi akhir termasuk waktu antar jemput model ataupun cetakan rahang pasien, sedangkan penggunaan CAD/CAM memungkinkan pasien untuk memperoleh hasil dalam tempo satu hingga dua jam saja (tergantung bahan yang digunakan).

Proses Pengerjaan

Restorasi CAD/CAM dibuat menggunakan blok ceramic padat atau resin composite yang warnanya disesuaikan mendekati dengan warna gigi asli. Sebelum melakukan pemindaian gigi dengan pemindai 3D, perawatan lengkap tetap harus dilakukan sebelum memutuskan untuk membuat restorasi akhir. Dokter harus dapat menentukan bahan apa yang paling tepat untuk digunakan disetiap rencana perawatan pasien. Setelah blok terbentuk sesuai yang direncanakan maka dilakukan pemolesan, pewarnaan dan pemberian lapisan mengkilap serta licin untuk memperoleh hasil sesuai dengan rencana perawatan. Terakhir adalah tahap pemasangan atau insersi di mulut pasien dan merekatkannya dengan sementasi khusus maupun bahan adhesive. Dokter akan menjadwalkan kunjungan selanjutnya untuk observasi paska insersi.

Estetik dan Kontrol

Estetik juga merupakan salah satu perhatian penting. Teknologi CAD/CAM menawarkan restorasi dengan estetik yang sangat baik, kekuatan dan durabilitas yang dapat menyaingi prosedur konvensional, serta memudahkan dokter gigi dalam mengerjakan berbagai kasus yang rumit.
Teknologi chairside CAD/CAM memungkinkan dokter gigi untuk melakukan perawatan dan membuat restorasi dalam satu kunjungan. Hal ini dapat mengurangi biaya fabrikasi eksternal, mengurangi biaya bahan yang berhubungan dengan pencetakan, dan mengurangi waktu kunjungan pasien.

Narasumber: Drg. Tb. Iman Wahyu Kusumadirja PGDip.ALD(UK), PGDip.CRD(UK), PGDip.CD(ITA), MM, CDIS. AFWCLI, FALD.

Mengatasi Nyeri Punggung Bawah dengan Akupunktur Medik

Akupunktur merupakan terapi tertua dan memiliki akar dalam pengobatan Tiongkok kuno. Akupunktur memiliki peran untuk mengurangi hingga menghilangkan berbagai nyeri yang dialami oleh tubuh. Seperti salah satunya adalah nyeri punggung bawah dengan cara memperbaiki mikrosirkulasi darah, pembuluh darah, saraf pada jaringan yang ada gangguan.

Apa itu Low Back Pain?

Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan dunia dan penyebab utama disabilitas yang mempengaruhi pekerjaan dan kesehatan. Rasa nyeri punggung bawah kerap kali menjalar hingga kaki, juga disertai kesemutan dan baal sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan menjadi penghambat aktivitas, terutama jika berlangsung sepanjang hari.

Ada berbagai macam penyebab LBP, seperti cedera daerah punggung, ketegangan atau kram otot, kelainan tulang belakang yang dapat menyebabkan saraf kejepit. Selain itu beberapa faktor resiko dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya LBP, seperti usia, pekerjaan fisik berat, kehamilan, dan obesitas.

Terapi farmakologis atau obat-obatan kerap digunakan dalam menangani keluhan LBP, namun kerap kali keluhan akan terus muncul dan penderita akan tergantung pada obat-obatan demi menghilangkan nyerinya. Oleh karena itu terapi farmakologis ini dilakukan sinergis dengan non-farmakologis untuk mendapatkan hasil optimal. Terapi non-farmakologis yang dapat dilakukan pada LBP adalah rehabilitasi dan akupunktur.

Bagaimana Akupunktur Dapat Mengatasi Permasalahan Punggung?

Akupunktur dapat merelaksasi otot daerah punggung dan pinggang melalui refleks kutaneosomatik; dan meningkatkan pelepasan endorfin sehingga dapat menurunkan peradangan pada daerah punggung dan pinggang sehingga dapat membantu mengatasi saraf kejepit.

Titik akupunktur umumnya distimulasi dengan penusukkan jarum halus, selain itu dapat distimulasi dengan panas, penekanan, listrik. Dengan terapi teratur, diharapkan terdapat pengurangan keluhan nyeri yang signifikan.

 

Narasumber: dr. Febyana Anggraeni Tjahjar, Sp.Ak

Mengenal & Mengatasi Bahaya Yang Diberikan Oleh Kanker Usus Besar

Apakah Sebenarnya Penyakit Kanker Usus Besar Itu?

Kanker usus besar (kolorektal) ini merupakan sebuah perubahan keganasan yang terjadi pada lapisan selaput lendir yang meliputi kolon & rektum. Di negara berkembang seperti di Asia Tenggara, kanker kolorektal ini cukup banyak penderitanya. Seperti di Indonesia, kanker ini menempati urutan ke-3 sebagai kanker yang paling sering ditemui setelah kanker payudara dan serviks.

Sudahkah Anda Mengenai Faktor-Faktor Resikonya?

Mengetahui jumlah penderitanya yang banyak, penting untuk kita ketahui terlebih dahulu faktor risiko yang dapat berkontribusi untuk meningkatkan kemungkin seseorang dapat terkena penyakit kanker usus besar. Faktor tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor yang bisa dikendalikan & yang tidak.
Faktor yang bisa dikendalikan adalah:

  • Pola diet rendah serat seperti buah & sayur
  • Pola diet yang banyak mengkonsumsi daging merah
  • Merokok
  • Mengkonsumsi alkohol
  • Kurangnya aktivitas fisik

Sedangkan faktor yang tidak bisa dikendalikan adalah:

  •  Usia diatas 50 tahun 
  •  Riwayat keluarga yang pernah menderita kasus kanker usus besar

Kapankah Sebaiknya Melakukan Konsultasi Kesehatan?

Dasarnya penyakit kanker usus besar ini memberikan gejala:

  • Buang air besar berdarah yang sering dianggap sebagai wasir
  • Mengalami diare atau sulit untuk buang air besar
  • Berat badan menurun tanpa alasan yang jelas
  • Buang air besar dengan feses kecil seperti pencil
  • Buang air besar terasa tidak puas
  • Mengalami nyeri pada anus

Biasanya, banyak sekali orang yang baru melakukan pemeriksaan kesehatan setelah penyakit yang dideritanya sudah dalam kondisi yang sulit untuk ditangani. Oleh karena itu, sebaiknya anda melakukan konsultasi sedini mungkin apabila mengalami:

  • Buang air besar berdarah
  • Perubahan pola buang air besar seperti diare berkepanjangan atau buang air besar tidak teratur
  • Sensasi tidak puas setelah buang air besar
  • Nyeri perut / kembung disertai mual, muntah
  • Berat badan turun

Apa Solusi Yang Dapat Diberikan?

Biasanya setelah menceritakan keluhan yang dialami oleh anda. Dokter yang mencurigai hal ini sebagai tanda-tanda dari kanker usus besar akan melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan untuk penegakan diagnosis seperti:

  • Pemeriksaan colok dubur
  • Kolonoskopi
  • Biopsi
  • CT Scan abdomen dan thorax

Apabila memang setelah melakukan pemeriksaan anda dipastikan memiliki kanker usus besar, maka penanganan yang terbaik adalah dengan melakukan operasi dengan tujuan untuk mengangkat kanker beserta jaringan limfatik sekitarnya sehingga anda dapat mencapai kondisi bebas tumor setelah operasi.

Apa Saja Upaya Pencegahan Yang Dapat Dilakukan?

Bagi anda yang tidak mempunyai gejala ataupun permasalahan pada pencernaan disarankan untuk melakukan upaya pencegahan agar dapat terhindar dari ancaman kanker usus besar seperti:

  •  Berhenti merokok.
  •  Konsumsi aspirin dosis rendah tiap hari
  •  Konsumsi asam folat
  •  Olahraga teratur
  •  Banyak konsumsi buah-buahan dan sayur

Selain itu, melakukan pendeteksian dini adalah hal yang baik untuk dilakukan bagi anda yang sudah berusia 50 tahun tanpa riwayat keluarga menderita kanker & berusia 40 tahun dengan keluarga yang mempunyai riwayat kanker usus besar. Pendeteksian dini ini berupa:

  •  Pemeriksaan darah samar feses tiap tahun dikombinasi dengan flexible sigmoidoskopi tiap 5 tahun
  •  Kolonoskopi tiap 10 tahun

Narasumber: dr. Eko Priatno, Sp. B (K)BD