Media Visit Bethsaida ke Detik.com

Pada 24 April 2015, Bethsaida Hospitals melakukan media visit ke www.detik.com dengan tema Mengupas Degenerative Spine. Hadir sebagai pembicara dr. Wienorman Gunawan, Sp.BS dan dr. Bina Ratna KF, MM (direktur Bethsaida Hospitals).

Seminar Awam di Lampung

Bethsaida Hospitals bersama dengan Komunitas Lampung menyelenggarakan Seminar Awam bertema “Menjaga Kesehatan Otak, Jantung dan Syaraf Tulang Belakang untuk Hidup yang Lebih Baik.” Dalam kegiatan ini, Bethsaida Hospitals mengajak  dr. Roslan Yusni, Sp. BS;  Dr. dr. Jacub Pandelaki Sp. Rad (k);  dan dr. Dasaad Mulijono. MBBS (Hons), FIHA, FIMSANZ, FRACGP, FRACP. Ph.D sebagai pembicara. Kegiatan yang berlangsung pada akhir Mei 2015 di Hotel Horison Bandar Lampung dihadiri oleh lebih dari 300 orang antusias kesehatan.

Donor Darah Ke-6

Dalam rangka membantu ketersediaan darah di Kota Tangerang, Bethsaida Hospitals bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang kembali menyelenggarakan aksi donor darah di lingkungan Gading Serpong dan sekitarnya. Kegiatan berlangsung di Lobby, Bethsaida Hospitals pada awal Juni 2015. Aksi sosial ini berhasil menyediakan 83 kantong darah tambahan bagi PMI Kota Tangerang. Lebih lanjut, Bethsaida Hospitals akan kembali menyelenggarakan aksi donor darah pada awal September 2015 mendatang.

Waspadai Kanker Kulit Melanoma

Melanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel melanosit yaitu sel yang memproduksi pigmen/ sel pemberi warna kulit. Melanoma termasuk golongan kanker yang berbahaya karena kanker ini mulai muncul dari kulit kemudian dapat menyebar ke organ tubuh lainnya. Pada umumnya gejala kanker kulit melanoma ini ditandai dengan kemunculan tahi lalat baru ataupun perubahan pada tahi lalat yang sudah ada. Melanoma dapat diobati sebelum menyebar ke organ tubuh lainnya, oleh karena itu, deteksi dan pengobatan dini melanoma sangat penting. Melanoma sangat mirip dengan tahi lalat biasa namun ada beberapa tanda untuk membedakannya, yaitu :

1. Memiliki lebih dari satu warna
2. Bentuknya tidak beraturan
3. Diameternya lebih besar dari 6 mm
4. Dapat di sertai rasa gatal dan mudah berdarah

Melanoma ini dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh namun bagian tubuh yang sering diidapi oleh melanoma adalah wajah, tangan, punggung dan kaki.

Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang tidak baik bagi tubuh oleh karena itu pada kebanyakan kasus melanoma disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebihan dimana paparan sinar matahari tersebut menyebabkan kulit terbakar (sunburn). Paparan sinar matahari secara berlebihan akan menimbulkan kerusakan kulit dan membuat kulit lebih mudah terserang kanker. Selain itu juga terdapat beberapa faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena melanoma yaitu sebagai berikut:

1. Adanya riwayat kanker kulit melanoma dalam keluarga
2. Memiliki banyak tahi lalat
3. Memiliki tahi lalat atipikal, yaitu tahi lalat yang besar, bentuknya tidak beraturan dan memiliki lebih dar satu warna
4. Individu berkulit putih, yang mudah terbakar sinar matahari dan sulit menjadi hitam
5. Mengalami kondisi yang dapat menurunkan kekebalan tubuh seperti HIV, Pasca Transplantasi Organ dan Leukimia
6. Mengonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan sistem kekebalan pada tubuh

Pada umunya melanoma ini dapat didiagnosa melalui proses biopsi. Biopsi adalah suatu operasi kecil yang bertujuan untuk mengangkat tahi lalat yang divurigai sebagai melanoma dan dilakukan pemeriksaan mikroskopis. Selain itu terdapat beberapa tes lanjutan jika kanker menyerang ke organ tubuh lainnya yaitu:

1. Tes darah
2. X-Ray
3. MRI Scan
4. CT Scan

Terdapat beberapa cara yang dapat anda terapkan untuk mencegah timbulnya penyakit kanker kulit melanoma yaitu sebagai berikut:

1. Memeriksa kondisi tahi lalat secara berkala. Apabila terjadi peubahan warna, bentuk dan ukuran pada tahi lalat yang sudah ada atau timbul tahi lalat baru dengan ciri-ciri melanoma seperti diatas, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit
2. Hindari sinar matahari ketika dipuncak terpanas yaitu dari jam 10.00-14.00 karena dapat merusak kulit
3. Gunakan pakaian tertutup dan topi lebar yang dapat melindungi anda dari paparan sinar matahari
4. Gunakan tabir surya atau body lotion dengan kadar SPF minimal 30

Satu-satunya cara pengobatan melanoma adalah melalui operasi. Pada umumnya jika melanoma masih berada pada tahap awal maka proses operasi ini dapat menyembuhkan penyakit tersebut namun jika penyakit melanoma ini sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka selain melalui jalur operasi pasien harus menjalani kemoterapi, radioterapi dan imunoterapi untuk memperlambat penyebaran kanker dan mengurangi gejala dari melanoma ini.

Narasumber: dr. Inneke Halim, Sp.KK (dokter spesialis kulit dan kelamin Bethsaida Hospitals)

Hari Pelanggan Nasional 2015

Dalam rangka hari pelanggan yang di peringati setiap tanggal 4 September, Bethsaida Hospitals bekerjasama dengan Bank BCA Cabang Summarecon Mal Serpong mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis yang bertempat di Bank BCA tersebut.

Pemeriksaan yang di lakukan antara lain pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan asam urat dan konsultasi dengan dokter. Kegiatan yang di fasilitasi oleh Bethsaida Hospitals ini ditujukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengapresiasi setiap pelanggan Bank BCA.

Antusiasme pun terlihat dari jumlah pelanggan yang mengikuti pemeriksaan tersebut, dimana hampir 100 orang baik pria maupun wanita dengan bersemangat mengikuti pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter dari Bethsaida Hospitals.

Waspadai Pre-eklampsia Pada Kehamilan!

Pre-eklampsia merupakan salah satu penyebab kematian pada kehamilan atau keracunan yang terjadi pada wanita hamil. Pre-eklampsia yang sering disebut sebagai toksemia adalah suatu kondisi dimana seorang wanita hamil mengalami tekanan darah tinggi dan adanya proteinuria positif pada saat kehamilan. Proteinuria adalah kandungan protein dalam urin. Pre-eklampsia ini dapat mencegah plasenta untuk mendapatkan atau mensuplai darah yang cukup kepada janin. Jika plasenta tidak mendapatkan darah yang cukup maka secara otomatis janin juga tidak mendapatkan pasokan nutrisi yang memadai dan hal tersebutlah yang memicu bayi lahir prematur/lahir dengan berat badan yang rendah.

Terdapat dua jenis pre-eklampsia yaitu:

1. Pre-eklampsia ringan, ketika :

  • Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg (hipertensi)
  • Adanya proteinuria positif/berlebih
  • Sering mengami pusing/sakit kepala
  • Sering mengalami agitasi dan kebingungan
  • Perubahan status mental
  • Output urin berkurang
  • Sering mual dan muntah
  • Sering mengalami nyeri dibagian atas perut
  • Mengalami sesak nafas
  • Berat badan tiba-tiba naik
  • Terjadi pembengkakan pada bagian wajah atau tangan

2. Pre-eklampsia berat terjadi, ketika :

  • Tekanan darah melebihi 160 sistolik atau 110 diastolik (Hipertensi)
  • Perubahan visual atau penglihatan jadi kabur
  • Sakit kepala secara berulang
  • Kesulitan bernafas akibat kelebihan cairan di paru-paru
  • Sakit perut pada bagian atas perut
  • Penurunan output urin
  • Trombosit rendah secara signifikan
  • Disfungsi janin dan hati atau air ketuban yang terlalu sedikit
  • Gangguan penglihatan sehingga pandangan menjadi kabur (Waspadai HELLP Syndrome – dari singkatan hemolysis, elevated liver enzyme, low platelets yang artinya adalah hemolisis dan peningkatan fungsi hepar, trombositopenia)

Penyebab terjadinya pre-eklampsia ini masih tidak diketahui secara pasti namun ada beberapa ahli yang menyatakan bahwa terdapat beberapa hal yang dapat memicu timbulnya pre-eklampsia yaitu sebagai berikut:

  • Gangguan aliran darah ke plasenta atau uterus
  • Kerusakan pada pembuluh darah plasenta
  • Gizi buruk
  • Penyakit autoimun
  • Kandungan lemak yang tinggi pada tubuh
  • Pengaruh genetik

Terdapat beberapa faktor resiko seorang wanita hamil dapat terkena pre-eklampsia yaitu sebagai berikut:

  • Kehamilan pertama
  • Jika ibu yang hamil lebih mudah dari 18 tahun atau lebih tua 40 tahun
  • Berhubungan dengan jarak antara dua kehamilan
  • Status ekonomi yang rendah (faktor ekonomi)
  • Terdapat riwayat tekanan darah tinggi kronis, diabetes, gangguan ginjal, migrain
  • Terdapat riwayat pre-eklampsia pada keluarga (faktor genetik)
  • Wanita dengan lemak yang berlebih/melebihi rata-rata

Pada umumnya wanita yang menderita pre-eklampsia ini akan disarankan untuk melakukan berbagai pemeriksaan, diantaranya:

Studi menyeluruh tentang riwayat kesehatan. Pemeriksaan tersebut meliputi :

  • Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan
  • Memeriksa ada atau tidaknyanya pembengkakan (Edema),
  • Mengukur tekanan darah secara berkala,
  • Melakukan pemeriksaan laboratorium (Protein Urin, Fungsi Hati, Jumlah Trombosit, dsb)
  • USG untuk memeriksa usia dan kondisi janin

Narasumber: dr. M.H. Roy Sianturi, Sp.OG (Dokter Spesialis Kandungan & Kebidanan Bethsaida Hospitals)

Cegah Komedo Membandel

Tinggal di wilayah tropis, membuat masyarakat Indonesia harus berhadapan dengan masalah komedo karena meski terlihat remeh dan sepele, komedo dirasa sering mengganggu penampilan. Komedo dapat terjadi karena tersumbatnya pori – pori wajah. Komedo dapat dibagi menjadi dua kategori, komedo terbuka yang dikenal dengan sebutan blackheads karena berwarna hitam dan komedo tertutup yang dikenal dengan sebutan whiteheads karena berwarna putih.

 

Produksi minyak berlebih merupakan salah satu penyebab dominan timbulnya komedo, oleh karenanya, mencegah terjadinya komedo, produksi kelenjar minyak harus ditekan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menekan produksi kelenjar minyak diantara:

  1. Membersihkan wajah secara teratur. Namun, cuci muka tidak boleh dilakukan lebih dari empat kali. Terlalu sering mencuci muka dapat merangsang jerawat dan iritasi pada kulit.
  2. Cermat memilih bahan kosmetik yang digunakan. Untuk menghindari komedo, kondisi kulit wajah berminyak dianjurkan tidak menggunakan kosmetik/ alas bedak berpartikel kecil seperti BB cream dan CC cream, karena partikel kecilnya dapat menyumbat pori-pori.
  3. Tidak terlalu sering melakukan touch-up pada wajah, terutama jika wajah sudah terpapar oleh debu dan keringat. Jika perlu memperbaiki riasan, maka disarankan untuk membersihkan wajah terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mencegah tersumbatnya pori – pori.
  4. Ektraksi komedo. Agar tak membandel dan menjadi jerawat, komedo harus diekstraksi, namun kita juga perlu memperhatikan teknik yang digunakan karena kesalahan teknik dapat memperbesar pori-pori dan membuat wajah berjerawat. Hydrafacial, dapat dijadikan alternatif ekstraksi komedo pada kulit wajah.

Hydrafacial merupakan perawatan wajah dengan keunggulan teknik hydradermabrasion yang menggabungkan proses pembersihan, pengelupasan, pengangkatan kulit mati, dan komedo, sekaligus penghantaran serum ke dalam kulit pada saat yang bersamaan untuk membersihkan, melembabkan dan memberikan nutrisi antioksidan yang dibutuhkan kulit wajah. Selain dapat membantu mengatasi komedo membandel, Hydrafacial juga dapat membantu memperbaiki tampilan kerut-kerut halus, keriput serta flek-flek hitam, dengan rasa nyaman.

Berbeda dengan teknik facial kebanyakan yang menyebabkan perasaan kurang nyaman, Hydrafacial tidak mengekstraksi komedo dengan menggunakan jarum. Hydrafacial  menggabungkan proses perawatan bersamaan dengan memasukkan serum yang mengandung antioksidan.

Tahapan pertama Hydrafacial adalah membersihkan wajah untuk mengangkat kotoran. Setelahnya dilanjutkan dengan tahap pengelupasan atau exfoliating dengan menggunakan alat seperti vacuum.Sambil memvakum tenaga ahli mengeluarkan serum yang bertujuan untuk melunakkan minyak dan kotoran. Setelah kotoran melunak, tahap ekstraksi komedo dapat menjadi lebih mudah dan tidak menyakitkan. Tahap selanjutnya adalah memasukkan serum dengan bantuan alat untuk memberi nutrisi bagi wajah.

Perawatan dengan teknik Hydrafacial membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Untuk menekan produksi minyak berlebih pada wajah, tindakan hydrafacial disarankan dilakukan secara rutin.

 

Narasumber: Inneke Halim, Sp.KK (Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Bethsaida Hospitals)

Awas! Banyak Makanan Pencetus Asma

Anda atau anggota keluarga menyandang asma alergi? Maka sebaiknya menghindarkan makanan dan obat yang menjadi pencetus asma. Makanan segar amaupun berpengawet atau dengan bahan tambahan lainnya mempunyai kemampuan memprovokasi timbulnya serangan asma (potensial alergenik). Untuk mengetahui apa apa saja yang menjadi pencetus asma seorang dengan bakat alergi asma sebaiknya dilakukan UJI ALERGI. Faktor makanan yang dapat mencetuskan serangan pada asma alergi sekitar 10% pada anak dan kurang dari 5% pada dewasa.

Uji alergi secara sederhana dapat dilakukan dengan Uji Kulit dengan metode Skin Prick Test (tusuk), Patch test (tempel) atau pada asma dapat dilakukan Uji Provokasi Asma dengan menggunakan zat histamin hirupan. Tentu semua uji ini adalah di bawah pengawasan dokter karena bila terjadi serangan alergi atau asma bisa ditanggulangi dengan segera dan tidak membahayakan jiwa pasien. Karena pada dasarnya serangan asma dipancing sehingga kita mengetahui apa apa saja yang menjadi pencetus. Secara spesifik uji alergi juga bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah (IgE RAST test) hanya biayanya relatif mahal.
Telah banyak dilakukan penelitian yang menguji bahan makanan apa yang sering mencetuskan asma alergi, Makanan tersebut secara garis besar adalah

Telur dan makanan berbahan asala telur
Susu Sapi dan produk turunannya seperti es krim, yogurt, keju dan lain lain
Kacang kacangan dan produk yang mengandung kacang
Kedelai (soya)
Gandum (wheat)
Ikan, Kerang dan beberapa makanan laut lainnya
Pengawet makanan yang mengandung senyawa tambahan Sulfit
Pewarna makanan seperti senyawa Tartrazin
MSG/vetsin (Monosodium Glutamate)
Aspartam (pemanis makanan)
Salisilat (pada obat golongan Aspirin dan obat panas anak pada umumnya)

Secara garis besar bahan bahan diatas secara tunggal atau campuran dapat mencetuskan asma alergi. Misal pada sepotong coklat (candy bar) maka mengandung susu, cashew nut atau kacang. Pada minuman kemasan biasanya mengandun aspartam, makanan jajanan pasar yang gurih atau kripik kentang (potato chip dan produk produk turunannya) yang mengandung vetsin/mecin (MSG=monosodium glutamat). Sebagai insan yang bijak yang memiliki keluarga atau anak dengan bakat alergi sudah sewajarnya untuk waspada terhadap bahan bahan di atas. Luangkan waktu untuk membaca kandungan makanan berkemasan karena memang wajib dicantumkan.
Kesulitan orangtua pada umumnya adalah pada saat anak (dengan bakat asma alergi) yang terpengaruh iklan atau ajakan teman memaksa untuk mengkonsumsi bahan bahan makanan tersebut dan orangtua sering tidak mampu melarang sehingga pasca memakan, timbul gejala batuk, timbulnya dahak dan sesak napas mengi (wheezing). Penting juga mengetahui dengan jelas bahan makanan pencetus tersebut dengan melakukan uji alergi baik uji kulit maupun pemeriksaan darah.

Oleh karena itu waspada terhadap makanan di sekeliling kita, karena mungkin dapat menjadi pencetus serangan asma. Dianjurkan pula obat obat anti alergi dan obat pereda serangan asma sebaiknya dekat dan mudah didapatkan selalu tersedia karena tidak diketahui kapan dan dimana seorang penyandang asma alergi mendapat serangan.

Bethsaida Fun Walk

Dalam rangka memperingati HARI KESEHATAN NASIONAL yang jatuh pada tanggal 12 November 2012, PT ANUGERAH HOSPITALINDO bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menggelar acara Bethsaida Fun Walk yang memiliki tujuan untuk mensosialisasikan keberadaan Bethsaida Hospital yang akan beroperasi dalam waktu dekat.
Hadir dalam acara BETHSAIDA FUN WALK ini, seluruh lapisan masyarakat Gading Serpong dan sekitarnya, segenap jajaran management PARAMOUNT GROUP dan jajaran pejabat pemerintahan dari DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG, para dokter dan konsultan, serta mitra kerja yang  ikut berperan serta dalam pembangunan Bethsaida Hospital.

Tips Memperlancar dan Menyimpan ASI

Bunda mungkin bingung ketika produksi ASI tidak sesuai dengan permintaan bayi alias tekor. Untuk mengatasinya, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan Bunda untuk memperlancar produksi ASI:

1) Ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan dan minuman secara optimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas karena asupan ibu akan mempengaruhi kualitas ASI. Oleh karenanya, Bunda jangan terburu-buru menjalankan program diet yah.

2) Istirahat cukup dapat menunjang tubuh memproduksi ASI dengan baik karena pasca melahirkan tubuh Bunda perlu melakukan adaptasi. Lebih lanjut, kelelahan dapat menyebabkan mood Bunda menurun dan berpengaruh pada produksi ASI.

3) Tetap tenang dan rileks, karena stress dapat mempengaruhi ketersediaan ASI.

4) Lakukan kegiatan menyusui sesering mungkin, atau sesuai dengan kebutuhan bayi. Reflek hisap dari bayi dapat membantu Bunda memproduksi hormon prolaktin yang juga mendorong produksi ASI.

Jika produksi ASI sudah lancar, berikut tips menyimpan ASI untuk Bunda.

  1. Simpan ASI dalam botol khusus untuk menyimpan ASI (botol kaca atau plastik bebas BPA) dan jangan lupa untuk melabeli botol dengan tanggal dan jam produksi ASI yah Bunda.
  2. Sisa ASI yang sudah dipanaskan sebaiknya dibuang (tidak diberikan lagi) pada bayi.
  3. Saat menyimpan ASI di freezer, Bunda disarankan untuk tidak menyimpannya bersama dengan bahan makan lainnya.
  4. Perhatikan daya tahan ASI dan tempat penyimpanannya:
  • ASI yang disimpan di dalam freezer dengan suhu -18oC dapat bertahan hingga 6 bulan
  • ASI yang disimpan dalam freezer di kulkas bagian bawah dengan suhu 4oC dapat bertahan hingga 5 hari
  • ASI yang baru diperah dan disimpan dalam suhu ruangan dapat bertahan selama 4-8 jam
  • ASI yang disimpan di dalam cooler box dapat bertahan hingga 24 jam.

 

Narasumber: dr. Rika Oktarina Rony. Sp.A, MARS
Dokter spesialis anak Bethsaida Hospitals